Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN

Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN
Berita buruk.


__ADS_3

"Mas, tenang dulu Mas..." Kata Dara memeluk pinggang suaminya dari belakang.


Adam berusaha meredam emosinya. "Mana Mami ku?" Tanya Adam setelah ia merasa lebih baik.


"Mami mu sedang di tangani oleh dokter," jawab Vano.


"Apa yang terjadi? Kenapa Mamiku ada bersamamu!"


Vano terdiam, dia bingung bagaimana caranya untuk menjelaskan.


Adam mengalih pandangnya pada Anim. "Katakan!! Apa yang terjadi Anim!! Ini pasti ada kaitannya dengan kamu-kan!!" Sentak Adam pada Anim yang hanya bisa diam gemetaran di banjiri air mata.


"Mas, lebih baik kita berdoa, agar Mami mu bisa selamat, kendalikan dirimu, Mas" ujar Dara lembut.


Laki-laki itu akhirnya mendudukkan dirinya sambil mengusap kasar wajahnya. Dara mengambil satu tangan suaminya kemudian menggenggamnya.


"Semua akan baik-baik saja, percayalah." Kata Dara menenangkan suaminya. Adam mengangguk pelan dengan wajah bertambah cemas.

__ADS_1


"Adam!" Panggil Angkasa yang baru tiba. Karena tadi Dara ada mengantar pesan pada Papi Angkasa.


"Mami mana Adam?" Panik.


"Mami sedang di tangani Pi,"


"Apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Angkasa. Dia baru menyadari jika disana juga ada Vano.


"Adam tidak tau. Papi tanya saja sama putra Papi yang satu itu, dia yang membawa Mami kesini," jawab Adam masih marah pada Vano.


Vano seperti berpikir sejenak. Kemudian mengeluarkan suaranya, "Tadi saya menemui Anim, tapi di-sana juga ada istri anda, dia mendengar perkataan kami. Dan tiba-tiba saja dia seperti sakit jantung. Setalah itu istri anda ingin kembali ke mobilnya, tidak sengaja istri anda tertabrak mobil," jelas Vano tak ingin melihat ke wajah Ayahnya.


Vano melihat kearah Anim yang menggeleng seolah memohon untuk tidak mengatakan apapun pada tuan Angkasa.


"Apa yang Mamiku dengar!" Adam.


"Dia mendengar perkataan Anim yang mengakan kebenaran tentang Frey adalah putraku, bukan putramu," jujur Vano tak peduli dengan Anim yang melarangnya, masih menatap mata wanita itu.

__ADS_1


Bagi Vano tidak ada gunanya untuk di sembunyikan lagi. Karena cepat atau lambat, semua pasti akan terkuak kebenarannya.


"Apa? Frey itu putramu?" Tanya Angkasa shock mengetahui jika ternyata Frey itu adalah anak Vano, bukan anak Adam.


"Iya, saya pernah selingkuh dengan Anim beberapa tahun yang lalu. Tapi anda tidak perlu khawatir, saya akan mengambil putra saya. Karena saya bukan pecundang seperti anda," sindir Vano tepat mengenai jantung Ayahnya seperti tertusuk panah.


"Selama ini saya memilih diam, itu karena saya sangat mencintai Anim menantu anda. Tapi saya tidak menyangka jika dia tidak memperlakukan putra saya dengan baik, saya akan mengambil Frey untuk tinggal bersama saya. Karena saya bukan seorang Ayah yang lebih mementingkan sesuatu, dibandingkan darah daging sendiri!" lanjut Vano kembali menyindir pedas Ayahnya.


Bola mata Angkasa berkaca-kaca merasakan sakit, tertampar oleh kata-kata putranya sendiri. Harapan pria paruh baya itu untuk memeluk putra tertuanya pupus sudah. Saat anaknya itu semangkin menunjukkan kebencian pada dirinya.


Tak berapa lama dokter keluar dari ruangan UGD.


Adam menghampiri dokter itu mempertanyakan tentang Maminya.


Dokter memberitahukan pada mereka. Jika pasien sudah melewati masa-masa kritisnya. Dan dengan berat hati juga dokter mengatakan pada keluarga pasien, jika kemungkinan besar pasien akan mengalami kelumpuhan pada sebelah tubuhnya, akibat hipertensi yang diderita oleh pasien. Karena selain penyakit jantung, Yunda juga mempunyai tekanan darah tak stabil. Saat mendengar berita yang mengejutkannya, tekanan darahnya naik dengan pesat. Membuat ia stroke lumpuh di sebahagian tubuhnya.


Inilah yang sering ditakuti oleh Adam. Sehingga ia memilih mempertahankan Anim yang sudah jelas-jelas selingkuh sampai melahirkan anak dari hasil perselingkuhannya.

__ADS_1


__ADS_2