
Dara melepas leher Mia yang sudah hampir kehabisan nafas.
Wanita itu mengambil nafas banyak-banyak.
Dara kembali membuka pintu kamar meninggalkan pelayan itu. Lihat aja, aku pasti akan membalas semua perbuatanmu hari ini padaku. Batin Mia bertekad untuk membalas perbuatan Dara karena sudah menyakitinya.
Dara melangkah turun ke meja makan. Ternyata di sana sudah ada Anim dan Adam yang menunggunya.
Adam menatap Dara dengan pandangan yang sulit di artikan.
"Kau pikir kau itu ratu sehingga membuat kami menunggu di meja makan!!" Anim marah menatap tak puas hati pada Dara.
Dara hanya diam tak menjawab. Dan duduk di salah satu kursi yang berada dimeja makan.
Adam masih tetap menatap Dara tak bergeming sedikitpun. Entah mengapa dia seperti tak bisa mengalih pandangan matanya dari wanita itu.
Mereka mulai menyendok makanan. Dan makan malam bersama.
Tiba-tiba saja Anim merasa mual saat mencium salah satu masakan yang berada dimeja makan.
Anim menutup mulutnya. Adam yang melihat gelagat aneh istrinya itu bertanya padanya, "Ada apa Anim?" Tanya Adam.
__ADS_1
Anim tak sempat menjawab Adam. Ia buru-buru berdiri dan berlari mencari wastafel didapur untuk memuntahkan makanan yang sudah terlanjur berada dalam mulutnya.
"Uwek! Uwek! Uwek" Terdengar Anim muntah-muntah.
Adam yang mendengar itu. Berdiri dari kursinya, "Makanlah, jika kau sudah selesai, kau kembali lagi ke kamarmu," kata Adam pada Dara.
Dara hanya mengangguk pelan tanpa mengangkat pandangannya untuk melihat Adam.
Adam menyusul pada Anim, "Kau kenapa Anim?" Tanya Adam penuh selidik saat Anim sudah selesai memuntahkan semua makanannya.
Anim terdiam ketakutan, ia tau sebentar lagi Adam akan tau jika dia sedang hamil. Seperti apapun ia ingin menyembunyikan tetap tidak bisa karena Yunda mertuanya tau tentang kehamilannya.
"A-aku tidak apa-apa" terdengar lirih.
"B-benar, aku tidak apa-apa" Anim sudah mulai pucat.
Adam tau pasti ada yang tak beres dengan Anim. Ia memegang lengan wanita itu dan menariknya kasar keluar dari dapur.
Ia menoleh sebentar pada Dara yang hanya mengaduk-aduk makanannya dimeja makan, dan masih terus melangkah panjang meninggalkan Dara sendiri.
Dara bahkan melihat jika Anim seperti di seret kasar oleh Adam, "Drama di malam hari." Gumam Dara berdiri dari duduknya meninggalkan meja makan.
__ADS_1
Adam menarik Anim masuk kedalam kamar kemudian membanting pintu kamar dengan keras.
BRAKKK
Dara yang masih berada di tangga terloncat kaget mendengar pintu di banting keras.
Dara mengusap-usap dadanya, "Ternyata laki-laki itu memang mempunyai karakter yang kasar" gumam Dara kembali melanjutkan langkah kakinya naik keatas menuju kamarnya.
Di kamar Adam.
"Katakan!! Apa kau sedang hamil!!!" Sentak Adam di selimuti amarah.
Anim terdiam menunduk tak berani menjawab Adam.
"Dasar bodoh!!! Mur*han!!! Kau mengatakan Dara j*lang tapi kau sendiri apa!!!"
"Cukup!!! Kau itu suami yang bodoh!!! Kanapa kau membawa p*lacur itu kemari!! Bagaimana kau bisa mengatakan bayi yang dia lahirkan adalah anakmu!! Sedangkan kau sendiri tau jika kau itu tidak bisa bermain di atas ranjang!!!" Pekik Anim malah sengaja ingin menukar topik kearah Dara.
Adam tak bisa mengendalikan emosinya. Ia mengangkat tangan ingin menampar Anim. Tapi deringan ponsel menghentikannya.
Drrrttt Drrrttt Drrrttt
__ADS_1
Tiba-tiba ponsel Adam berdering. Ia menekan amarahnya dan menjawab panggilan telepon yang membuatnya kaget.
"Apa!! Saya segera kesana sekarang!!" Adam meraih kunci mobilnya bergegas turun ke lantai bawah mengambil mobil di garasi mengemudi laju kerumah sakit.