Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN

Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN
Permintaan Yunda


__ADS_3

Adam sudah tiba di rumah sakit. Ia berlari menuju ruang UGD. Di sana ia melihat Papi Angkasa sudah berada di luar menunggu Mami Yunda yang ternyata di larikan kerumah sakit karena tiba-tiba saja ia kejang-kejang.


"Pi, ada apa dengan Mami Pi?" Tanya Adam cemas.


"Papi juga tidak tau, tunggu saja mungkin sebentar lagi dokter akan keluar," Jawab Papi Angkasa di angguki Adam.


,,,


Drrrttt Drrrttt Drrrttt


Ponsel Anim berdering mendapat panggilan dari Vano. Duh, kenapa lagi dia menelponku malam-malam begini. Padahal aku sudah memberitahukan padanya jangan sekali-kali menghubungiku malam-malam. Batin Anim mematikan panggilan dari Vano.


Tak berapa ponselnya kembali berdering masih dari panggilan yang sama.


Anim ingin menonaktifkan ponselnya. Tapi sebelum ia sempat melakukan itu. Ada sebuah chat yang masuk.


Aku berada di depan Villa suamimu, apa kau mau aku masuk kedalam? Kalau kau tidak mau hubungan kita ketahuan. Keluar sekarang untuk menemuiku. Pesan dari chat itu.


Anim menghembus nafas kasar kemudian melangkah turun kebawah untuk menemui Vano yang ternyata benar berada di depan Villa Adam.

__ADS_1


"Kenapa kau berani sekali datang kemari? Bagaimana jika Adam atau siapapun yang melihatmu disini? Kita bisa di curigai," Anim marah-marah pada Vano.


"Aku tidak datang kemari jika kau mau mengangkat panggilan telelpon dariku Anim," Vano menatap wanita itu.


"Ada perlu apa kau ingin menemui-ku?" Ketus Anim.


Vano memegang dagu Anim dan menghadapkan wajah wanita itu padanya, "Katakan padaku dengan sejujurnya, apa kau sedang hamil?" Vano.


Anim menarik wajahnya, "Aku tidak hamil, apa yang kau katakan!"


"Kau jangan mencoba untuk membohongiku Anim! kau hamilkan?"


"Tidak!! Aku bilang tidak, ya tidak!" kekeh Anim tak mau mengakuinya pada Vano jika dia hamil.


Anim membolakan kedua matanya mendengar ucapan Vano, "Jangan gila kamu!!" Teriak Anim.


"Jika kau tidak ingin aku melakukan itu, maka kau harus jujur padaku Anim!!"


Wanita itu kembali menghembus nafas kasar, "Iya, aku sedang hamil anakmu. Puas kamu!"

__ADS_1


Vano tersenyum miring, "Itu lebih baik, agar Adam mau menceraikan kamu," santai Vano.


"Itu tidak akan terjadi! Karena aku akan terus mempertahankan rumah tanggaku bersama Adam!" Teriak Anim keluar dari mobil Vano dengan menghempaskan pintu mobil. Berjalan masuk kedalam Villa Adam.


Vano menggeleng kembali menghidupkan mesin mobilnya, "Kadang wanita sangat sulit untuk dimengerti. Tapi aku tidak akan membiarkan kau merusak rumah tangga adikku," gumam Vano menjalankan mobilnya.


Dia juga sudah tau dari ibunya semua tentang adiknya Dara. Tapi ibu Ida tak pernah mengizinkan Vano untuk menemui adiknya itu.


Tak tau saja si Vano. Jika Adam juga adalah adik kandungnya.


,,,


"Mami, bagaimana dengan keadaan Mami?" Tanya Adam lembut pada Maminya. Yunda sudah di pindahkan setelah menjalani pemeriksaan tadi.


Yunda tersenyum, "Mami baik-baik saja sayang," jawab Yunda menggenggam pergelangan tangan putranya.


"Mami bisa meminta sesuatu dari kamu nak?" Kata Yunda menatap Adam.


Adam ingin menolak. Tapi sebelum itu ia kembali teringat dengan perkataan dokter tadi. Di mana dokter memberitahukan padanya jika ibunya tidak bisa tertekan karena itu akan sangat bahaya pada jantungnya.

__ADS_1


Ternyata Yunda di larikan kerumah sakit karena ia terkena serangan jantung mendadak.


Adam menarik nafas, "Bisa Mi, tapi dengan syarat. Mami jangan memintaku untuk menceraikan Dara, hanya itu Mi. Adam mohon sama Mami untuk mengerti," lembut Adam memelas pada Maminya.


__ADS_2