Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN

Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN
Hilang Kendali


__ADS_3

Tiba-tiba ada seorang pelayan yang membawa pesanan kakak adik itu yang membuat Arkan tak melihat gadis yang ia cari, karena hanya Arkan yang tahu seperti apa wanita yang mereka cari itu.


Alhasil Ayya berjalan keluar dan tak di lihat oleh Arkan. Frey masih terdiam dan berpikir keras, ia benar-benar merasa tidak asing dengan wajah wanita yang tak sengaja bertemu pandang dengannya. Karena wajah Ayya, hampir mirip dengan wajah Mama Dara.


"Kak Arkan, tadi ada wanita yang hampir mirip dengan wajah Mama," kata Frey masih memandang ke arah pintu keluar.


"Bagaimana pakaiannya?"


"Terlihat lusuh, kak."


"Apa! Mari kita keluar, siapa tahu saja itu dia." Arkan dan Frey buru-buru berdiri dan berniat mengejar gadis yang sempat di lihat oleh Frey.


Di luar. Ayya melangkah ragu seperti berjaga-jaga jika sampai ada Aldi suami bejatnya yang menemukan dia.


Tiba-tiba ia merasa seseorang mencengkram lengannya dari arah belakang dan menarik kasar gadis itu.


"Kau mau lari kemana hah!" Murka Aldi karena sudah kelelahan mencari wanita itu, dan ternyata ia masih bisa menemukan Ayya.


"Jangan, Mas. Lepaskan aku Mas Aldi, jangan sakiti aku..." Kata Ayya berusaha menarik lengannya yang di cengkram oleh Aldi.


Laki-laki itu seolah tuli, ia menarik kasar Ayya untuk masuk kedalam mobilnya.

__ADS_1


"Arkhhh!" Teriak Ayya yang dapat di dengar oleh Arkan dan juga Frey.


"Siapa yang bertetiak itu, kak?" Tanya Frey.


"Dari arah sana, mari kita lihat." Arkan dan Frey berlari ke parkiran. Di mana mobil Aldi sudah melaju pergi meninggalkan tempat tersebut.


"Tadi suaranya dari sini kan?" Tanya Arkan pada Frey.


"Iya, kak. Tapi kok sudah hilang ya suaranya?"


Kedua adik kakak itu kembali mencari keberadaan suara yang mereka dengar, tapi tetap saja nihil. Tak ada siapapun di arena itu.


,,,


"Berani kamu lari dariku hah! Kau ingin aku membunuh mu!" Memegang kepala istrinya dan dengan sengaja ia mendorong ke dinding yang sangat keras. Membuat kepala gadis itu di banjiri darah seketika itu juga.


Rumah yang tadinya bersih seketika di banjir darah yang mengalir deras dari kepala gadis tak berdaya itu.


Ayya jauh tak sadarkan diri saat terlalu banyak keluar darah.


Aldi bukannya iba, ia malah memegang satu kaki gadis itu, kemudian menariknya masuk kedalam gudang, dan merantai kedua kaki gadis itu kemudian menutup pintu dengan rapat.

__ADS_1


"Mampus kau perempuan kampung! Ini akibatnya jika kau berani melawanku!" Geram laki-laki itu mengambil kunci mobil dan langsung keluar dari rumah meninggalkan istrinya yang berakhir tragis di dalam ruangan tadi.


,,,


Dara yang sedang duduk di luar Villa sambil menunggu putranya pulang. Tiba-tiba saja kaget dengan perasaan yang bertambah cemas.


"Mas! Mas Adam!!" Dara berteriak memanggil suaminya.


"Iya, sayang? Ada apa?" Adam menghampiri sang istri yang seperti mulai hilang kendali.


"Mas, aku merasa seperti terjadi sesuatu pada putri kita, Mas... Aku sangat yakin jika terjadi sesuatu padanya. Naluri seorang ibu tidak akan pernah salah, Mas. Mas... Bagaimana ini..." Dara mulai hilang kendali dan berteriak sambil menangis.


"Sayang, tenangkan dirimu, putri kita baik-baik saja. Percaya sama aku, sayang." Adam memeluk erat tubuh istrinya yang sudah hilang kendali.


Dara terus memberontak. Adam tak punya pilihan selain membawa istrinya kembali ke kamar sambil menyuntikkan wanita paruh baya itu dengan cairan penenang.


"Bagaimana, kak? Frey khawatir ingin pulang ke rumah, Frey bingung ingin menjawab apa pada Mama jika dia tau kita tidak berhasil menemukan gadis yang kakak temukan tadi malam itu," ujar Frey cemas.


Saat ini mereka berdua sedang dalam perjalanan ingin pulang ke Villa.


"Kakak juga bingung..." jawab Arkan berpikir keras apa yang akan ia jawab pada Mama Dara. Tak tahu saja mereka berdua jika Mama mereka sudah hilang kendali di Villa.

__ADS_1


__ADS_2