Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN

Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN
Kepergok


__ADS_3

Vano melihat datar pada laki-laki yang menunggunya bawah kantor tempat ia bekerja.


"Ada apa?" Tanya Vano pada Enal.


Laki-laki itu tertawa miring dan mendekatinya. "Apa kau tidak penasaran dengan apa yang sudah wanita itu lakukan padaku?" Tanya Enal membuat Vano penasaran. Apa sebenarnya yang telah di lakukan Icha pada mantan calon suaminya itu.


"Apa yang sudah dia lakukan padamu?"


Enal merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah flashdisk dan memberikannya pada Vano.


"Kau bisa melihat rekaman yang sudah aku salin ke dalam sini. Dan kau akan tau apa sebenarnya yang di lakukan wanita itu saat menjelang pernikahan kami," kata Enal menatap Vano.


Vano mengambil flashdisk dari tangan Enal. "Apa itu penting bagiku? Ku rasa itu tidak penting," Vano kembali menyimpan di tangan Enal benda tersebut.


"Tentu saja itu sangat penting bagimu, agar kau bisa tau, jika wanita itu tidak sepolos yang sering kau lihat, dan agar kau juga tau, seberapa liciknya wanita itu," Enal menyeringai dan pergi dari hadapan Vano yang terdiam mencerna ucapan pria yang sudah beredar dari hadapannya.


Apa maksud perkataannya barusan? Apa Icha memang sengaja untuk menjebak ku, agar aku bisa menikahinya?. Batin Vano kembali melanjutkan langkah kaki ke mobilnya.


Di mobil laki-laki itu terus berpikir apa sebenarnya yang terjadi di antara Icha dengan mantan calon suaminya.

__ADS_1


Tiba di rumah Mamahnya. Dia turun dari mobil dan buru-buru masuk ke dalam. Vano memilih tinggal kembali di rumah Papa angkatnya, karena istrinya juga tak berada di Mension, jadi dia berpikir untuk kembali saja dulu sementara ke rumah yang dia tinggali dari dia bayi lagi sehingga dia dewasa.


Kebetulan kedua orang tua angkatnya juga tak mempunyai zuriat, hanya dia yang di jadikan anak kandung kedua suami istri itu.


Di kamar, Vano tak menunggu lebih lama lagi. Dia langsung saja memasang flashdisk tersebut ke dalam laptopnya.


Layar laptop itu sudah mulai berputar, dan menampilkan apa yang di lakukan Icha di dalam video itu.


Rahang Vano mengeras. Saat melihat kelakukan Icha, dia tidak menyangka jika Icha sebegitu liciknya. Hanya untuk mendapatkan keinginannya.


"Aku tidak menyangka, kepolosanmu, hanya untuk menutupi sikap mu yang menjijikkan." Ujar Vano marah bercampur kecewa dengan apa yang di lakukan oleh Icha.


Pagi hari di Villa Adam.


Adam baru saja menyelesaikan aktivitas mandinya. Sedangkan Dara berada di kamar putranya sambil membantu Arkan bersiap untuk berangkat ke sekolah.


Adam berdiri membelakangi pintu kamar. Tiba-tiba saja. Sepasang tangan memeluk dada bidangnya yang masih bertelanjang dada, karena laki-laki itu belum memakai baju setelah mandi.


Adam tersenyum mengira jika yang memeluknya itu adalah Dara. "Kau mau keramas pagi-pagi sayang?" Tanya Adam bernada mesum pada istrinya, sambil memegang tangan wanita itu.

__ADS_1


Wanita di punggungnya tak menjawab, tapi ia malah semangkin mengerat pelukannya pada Adam.


Di kamar Arkan. Dara sedang menyisir rambut putranya.


"Ma, apa adik Frey akan pergi dari rumah ini Ma?" Tanya Arkan pada Mamanya.


"Kenapa Arkan bicara seperti itu?" Dara balik bertanya pada putranya.


"Hanya bertanya saja Ma," jawab Arkan tersenyum.


"Iya sudah. Arkan ke bawah dulu ya, Mama mau ke kamar panggil Papa,"


"Iya Ma." Patuh anak laki-laki itu.


Dara dan Arkan keluar dari kamar, Arkan turun ke bawah. Sedangkan Dara menuju kamarnya.


Saat tiba di kamar, Dara langsung membuka pintu, dan betapa kagetnya wanita itu saat melihat Kinanti yang sedang memeluk suaminya dari arah belakang, sambil merebahkan kepalanya pada punggung Adam.


"Apa yang sedang kalian lakukan Mas!" Seru Dara dengan amarah yang memuncak.

__ADS_1


Adam kaget saat mendengar suara istrinya dari ambang pintu. Karena ia mengira, jika yang memeluknya itu adalah Dara.


__ADS_2