
"Astagfirullah!" Teriak Dara mengusap-usap dadanya.
Adam hanya diam melewatinya. Ia membuka handuk dan masuk kedalam bathtub.
Dara kembali melangkah ingin keluar dari kamar mandi.
"Dara," panggil Adam membuat wanita itu menghentikan langkah kakinya.
"Hm?" Dara hanya berdehem tapi tak membalik badannya.
"Gosok punggungku Dara," Adam.
Wanita itu membalik badan dan menghampiri Adam yang merebahkan kepalanya dipinggir bathtub.
"Duduklah, aku akan menggosok punggungmu"
Adam mendudukkan dirinya. Dara langsung menggosok punggungnya.
,,,
Di lain tempat.
Anim yang saat ini sedang menyetir mobil. Tak sengaja seperti melihat Vano berdiri dipinggir jalan dengan seorang wanita. Apa lagi tempat itu lumayan sunyi.
"Vano? Apa yang dia lakukan di-sana? Dan siapa wanita yang bersamanya?" gumam Anim menghentikan mobilnya tepat didekat mobil Vano.
Anim turun dari mobil melihat Vano seperti sedang memeriksa mobilnya. Vano belum menyadari kehadiran Anim.
"Apa masih lama sayang?" Tanya wanita cantik dan imut yang berdiri di samping Vano.
__ADS_1
Laki-laki hanya diam tak menanggapi anak bosnya yang sangat, sangat, dan sangat menyebalkan. Apa lagi wanita itu sering memanggilnya 'sayang' dan mengecap dia adalah milik wanita itu.
Sayang? Dasar buaya!. Batin Anim yang mendengar wanita 19 tahun itu memanggil Vano sayang.
"Sayang, aku sedang berbicara padamu..." Gadis itu merengek dan memeluk lengannya.
Vano melepas tangan gadis itu, "Masih lama nona, jika nona sudah tidak sabar. Silahkan, nona pulang saja jalan kaki," jawab Vano lembut tapi terdengar menahan kesal.
Wanita itu mengembangkan senyuman dan mendekatkan wajahnya pada Vano. Membuat laki-laki itu menarik wajahnya kebelakang.
"Kau bertambah tampan jika sedang marah-marah suamiku," mengedip satu bola matanya.
Perempuan gila!. Batin Vano.
"Vano," terdengar suara Anim memanggil namanya.
"Ada apa kau datang kemari?" tanya Vano menatap wanita itu.
"Apa yang kalian lakukan disini?" Anim bertanya menatap tak suka gadis yang bernama Icha itu.
"Mau tau aja, apa mau tau banget ni....?" Icha yang menjawab Anim sambil menaik turun alisnya, tak lupa juga memeluk lengan Vano.
"Aku tidak bertanya padamu bocah!" Ketus Anim.
"Apa? Bocah? hellowwww... Aku bahkan sudah hamil anaknya kak Vano tauk," bohong Icha membuat Vano menatapnya horor, tapi gadis itu malah tersenyum tanpa dosa.
Tuan Abimanyu kenapa menyuruh aku yang menjemput anak gadisnya yang ngaco ini, seperti bocah, Hufffff. Batin Vano menekan emosinya.
"Mobilku mogok," jawab Vano.
__ADS_1
Anim tak mendengar jawaban Vano. Matanya lebih fokus pada tangan Icha yang memeluk lengan laki-laki itu. Anim melangkah pergi tak mengeluarkan sepatah katapun lagi.
Dasar laki-laki. Begitu mudahnya dia dapat pengganti, katanya dia mencintaiku, cih! Pembohong!. Batin Anim dengan dada yang naik turun.
,,,
Kembali ke Villa.
Adam tiba-tiba saja memegang jari-jari indah milik isterinya saat wanita itu sedang menggosok bahunya.
Dara lagi-lagi kaget dengan tindakan Adam, "Dara," panggil Adam.
"Ada apa?" jawab Dara ingin menarik tangannya. Tapi Adam semangkin mengratkan pegangannya.
"Apa kau sudah mandi?" Tanya Adam.
Laki-laki aneh, kirain mau tanya aoa. Dara.
"Belum," singkat Dara.
Adam menarik tubuhnya masuk kedalam bathtub.
"ARKHH!" Dara berteriak kaget, baju dan jilbabnya sudah basah semua. Dia ingin memarahi Adam.
Tapi laki-laki itu malah mendudukkannya diatas pahanya. Memeluk pinggang wanita itu erat.
"Apa kau sama sekali tidak punya rasa apa pun padaku Dara?" Tanya Adam menatap dalam kedua bola mata istrinya dengan posisi sangat intim.
Dara di buat benar-benar gugup dan berdebar-debar oleh pria itu.
__ADS_1