
Yunda memegang jantungnya berjalan melangkah mendekati Anim dan Vano.
"Apa yang kau bilang barusan Anim? Jadi Frey itu anak laki-laki ini? Bukan anak Adam!!" Kata Yunda semangkin tak bisa mengendalikan rasa sakit pada jantungnya.
Anim yang mendengar suara mertuanya, di buat kaget. Vano dan Anim bersamaan melihat kebelakang.
DEG!
Jantung Anim seperti ingin meloncat keluar dari tempatnya, "M-Mami..." Anim terbata-bata, seketika ia di banjiri keringat dingin.
"Katakan yang sejujurnya Anim! Apa benar Frey itu anak selingkuhan mu ini!!" Teriak Yunda dengan kaki yang sudah mulai oleng menahan sakit.
"T-tidak Mi... Mami hanya salah mendengar ucapan Anim Mi," elak Anim semangkin pias.
"Kau wanita pembohong!!!" Teriak Yunda berjalan ingin kembali ke mobilnya di seberang jalan.
"Dengarkan aku dulu Mami!" Teriak Anim memanggil Yunda yang berjalan tidak beraturan.
Tiba-tiba ada mobil yang lewat dan lumayan laju. Apa lagi tempat itu lumayan gelap karena sudah malam.
"Awas!!!" Teriak Vano ingin menyelamatkan Yunda. Tapi mobil yang melaju itu tak bisa ia dahulukan.
BRUKKK
Yunda tertabrak mobil, tubuhnya terpental jauh.
"Mami!!!!!!" Teriak Anim gemetaran tak bisa bergerak dari tempatnya.
Vano berlari menghampiri Yunda. Mengecek nadi wanita itu, "Buruan, kemarikan mobilmu!!" Panggil Vano mengangkat tubuh tak berdaya Yunda yang di penuhi darah.
__ADS_1
Anim masih berdiri kaku shock melihat tubuh Yunda.
"Anim!! Kita sudah tidak punya waktu lagi!! Buruan!!" Sentak Vano membuat Anim tersadar dari shock-nya.
Ia berlari mengambil mobilnya, dan membawa kehadapan Vano. Vano segera memasukkan tubuh Yunda dalam mobil. Dan melarikan Yunda kerumah sakit.
Beberapa menit berlalu. Mereka sudah tiba di rumah sakit, Yunda langsung di tangani oleh dokter.
"Hubungi Adam, suruh dia datang kemari," kata Vano pada Anim.
Anim menggeleng ketakutan. "A-aku tidak mau, aku takut," jawab Anim masih gemetaran dengan wajahnya sudah dibanjiri air mata yang sangat deras.
"Hubungi cepat Anim! Jika terjadi apa-apa pada wanita itu. Adam akan semangkin marah!" ujar Vano.
"Ini semua karena kamu!! Kamu yang membuat Mami Adam kecelakaan!!!" Teriak Anim ketakutan.
"Bodoh!! Kapan kau mau dewasa!! Sini ponselmu!!" Vano mengambil ponsel Anim dari tasnya. Dan langsung menghubungi nomor ponsel Adam.
Adam yang sedang berada diruang kerjanya. Langsung mengangkat ponselnya yang berdering.
"Hello, kau dimana! Apa kau tidak bisa pulang lebih awal!" Adam memarahi Anim karena wanita itu sering pulang terlambat.
"Ini aku, Vano." Jawab Vano membuat Adam menyerjit.
"Anim mana?" Nada Adam mulai tak bersahabat.
"Mamimu kecelakaan. Aku baru saja mengantarnya ke rumah sakit," kata Vano.
DEG
__ADS_1
"Jangan bercanda kamu!!!"
"Tidak, aku tidak bercanda. Mami-mu sedang di tangani oleh dokter diruang UGD,"
Adam membeku mendengar berita yang membuatnya sangat takut. Ia tak ingin kehilangan Maminya. Meski dia muak dengan sikap Mami Yunda, tapi siapapun anak akan selalu menyayangi ibunya.
Adam tak mematikan ponselnya. Ia berlari ke kamar untuk mengambil kunci mobil.
"Ada apa Mas?" Tanya Dara melihat suaminya panik dan buru-buru.
"Ayo, kita kerumah sakit sekarang juga." Jawab Adam cemas.
Dara tak bertanya lagi. Ia mengambil jilbabnya, langsung menyusul di punggung suaminya yang berjalan turun kebawah.
,,,
Adam berlari masuk kedalam rumah sakit.
"Mana mamiku!!" Adam menarik kerah baju Vano yang berada diruang tunggu.
Anim jangan ditanya lagi. Wajah wanita itu sudah pucat pasi melihat kedatangan Adam.
BUK!
Adam membogem wajah Vano yang belum sempat menjawabnya.
"Mas!!!" Teriak Dara menahan tubuh suaminya yang di selimuti amarah pada Vano.
"Kau apakan Mamiku, brengsek!!!" Adam tak bisa mengendalikan emosinya.
__ADS_1
Vano mengusap darah yang keluar dari sudut bibirnya akibat bogem Adam tadi.