Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN

Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN
Sah


__ADS_3

"Ku terima nikah dan kawinnya Icha Clarissa binti Abimanyu dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai!" Ucap Vano menikahi Icha gadis yang sering membuatnya darah tinggi. Ah, mungkin kedepannya dia akan mati muda karena sikap menyebalkan wanita itu.


"Sah"


"Sah"


Vano bertukar cincin dengan Icha wanita yang baru saja ia nikahi. Wanita itu tersenyum manis padanya.


Aku menang, aku bisa mendapatkan mu, bagaimana keren bukan?. Kata Icha melalui sorot matanya melihat suaminya yang terlihat sangat tak menyukai gadis itu.


Benci aja dulu... Nanti juga kami pasti luluh. Tambahnya.


Terdengar bisik-bisik dari para tamu undangan yang heran kenapa mempelai laki-lakinya tak sama dengan yang berada dalam undangan.


,,,


"Mas, Mas pulang saja dulu ke Villa. Biar aku saja yang menjaga Mami," kata Dara memeluk leher suaminya dari belakang, karena laki-laki itu sedang duduk di bangku dekat brankar Maminya.


Adam memegang lengan Istrinya saat wanita itu memeluknya. "Apa tidak merepotkan mu nanti sayang?" Tanya Adam.


"Kenapa harus merepotkanku? Aku kan hanya duduk aja kok, nggak ngapa-ngapain''

__ADS_1


"Baiklah. Anak-anak mana sayang?"


"Arkan tadi aku antar ke sekolah. Kalo Frey ada di rumah sama bibik."


Adam berdiri dari duduknya, "Mas pulang dulu ya, kalau Mami sudah sadar, kau panggil saja dokter sayang," kata Adam.


"Iya Mas" wanita itu tersenyum manis.


Adam mencium pipi istrinya kemudian ia pulang ke Villa.


,,,


Tiba dikamar. Vano tiba-tiba menarik rambut icha, hanya saja tarikannya tak membuat wanita itu kesakitan.


"Arh, arh, arh, ini kekerasan dalam rumah tangga namanya" kata Icha dengan suara anehnya pura-pura kesakitan.


"Kekerasan dalam rumah tangga, tapi yang ada suaramu malah terdengar aneh!" Jawab Vano menatapnya horor.


"Hahahaha... Aneh gimana itu? Kok aku nggak tau?" sikap menyebalkan wanita itu sudah mulai kambuh lagi.


"Jujur sama saya nona, apa yang telah anda lakukan? Mana calon suami anda? Anda apakan dia?" Tanya Vano penuh selidik. Ia malah kepikiran jika wanita itu pasti sudah merencanakan semua yang terjadi hari ini.

__ADS_1


"Mana aku tau dia kemana," jawab Icha acuh ingin melangkah dari hadapan Vano. Tapi laki-laki itu malah sedikit mengerat tarikannya pada rambut icha.


"Arkh... Lepas, sakit kak Vano," Icha jadi kesal pada sikap Vano.


Vano melepas tarikannya pada rambut gadis itu. "Makanya kamu itu jangan suka bikin orang kesal!" Kata Vano sedikit bernada tinggi.


"Marah mulu sih!" Wanita itu ingin melangkah keruang ganti. Tapi tiba-tiba ia kembali menghentikan langkah kakinya. Membalik badan kemudian tersenyum penuh arti pada Vano.


Vano menatap curiga padanya. Dia tau pasti ada yang akan wanita menyebalkan itu lakukan.


Benar saja. Tiba-tiba Icha meloncat ke tubuh laki-laki itu, dan membuat mereka berdua jatuh ke atas ranjang dengan posisi Vano dibawah.


"Gimana kalo kita malam pertama saja sekarang," kata Icha ingin mencium Vano yang berada di bawahnya.


"Apa yang anda lakukan nona! Apa anda tidak tau malu!" Vano menahan wajah wanita yang ingin menciumnya itu. Tapi Icha semangkin bekeras ingin menciumnya.


Vano yang kesal. Membanting tubuh wanita itu, dan bertukar posisi menahan kedua tangan wanita di bawahnya.


"Dengar sini!! Aku tidak akan pernah bisa menyukai, apa lagi mencintai wanita kekanakan seperti kamu ini!! Jadi berhenti berharap!! Karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah tertarik padamu, dan semua yang berada pada dirimu!!" Sentak Vano geram melepas tubuh Icha dan pergi menenangkan emosinya.


"Cih!! Kita lihat saja, sampai kapan kau bisa tidak akan mencintaiku. Aku berjanji pada diriku sendiri, jika aku akan menaklukkan hatimu, dan membuat kau bertekuk lutut dibawah kakiku, aku suka tantangan." Gumam icha tersenyum miring.

__ADS_1


__ADS_2