Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN

Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN
Maaf


__ADS_3

Adam Dara dan Vano. Sangat kaget mendengar kenyataan yang tak pernah ia bayangkan.


Semua terdiam. Angkasa menatap Vano, anak yang selama ini dia cari. Pria paruh baya itu mencoba untuk mendekatinya.


Tapi Vano tidak mengizinkan Ayahnya untuk mendekat, "Anda jangan mendekat. Kenapa anda datang lagi kedalam hidup ibu saya? Dengan alasan mencari saya? Setelah selama ini anda membuang saya dan mengabaikan ibu saya demi kepentingan diri anda sendiri? Apa kah pantas manusia seperti anda untuk saya panggil Ayah?" Vano menatap kecewa pada Ayahnya, ada rasa marah yang bercampur dengan rindu, karena dia sudah lama merindukan sosok seorang Ayah kandung.


Meski Ayah angkatnya juga sangat baik dan sayang padanya. Tapi siapapun anak, pasti merindukan sosok seorang Ayah kandung.


"M-maafkan Ayah... Ayah punya alasan kenapa Ayah melakukan semua ini... Ayah mohon... Jangan benci Ayah nak... Ayah tidak pernah membuang mu, sudah sangat lama Ayah mencari mu... Ayah mohon... Maafkan Ayah..." Kata Angkasa menjatuhkan air mata. Melihat sendu pada putra tertuanya.


Vano menggeleng, "Anda berbohong... Anda lebih memilih uang di banding aku dan ibuku. Pergilah, aku tidak membutuhkan sosok Ayah yang kejam seperti anda." Kata Vano mengusir Ayahnya dari rumah ibunya.


Angkasa sangat sakit mendengar ucapan putranya. "Ayah mohon, maafkan Ayah"


Angkasa ingin menyentuh putranya. Tapi Vano mengelak membuat hati Angkasa bertambah sakit karena anaknya itu benar-benar tak ingin memaafkannya.


"Kumohon pergilah, jangan membuat ibuku menangis lagi, sudah cukup penderitaan yang anda titipkan di bahunya dan membiarkan ibuku memikulnya sendiri." ujar Vano memeluk tubuh ibunya yang masih berguncang.


Angkasa menatap sendu wanita yang sangat ia cintai itu. Kemudian mengalih pandangannya pada Vano putranya.

__ADS_1


Setelah itu ia juga melihat kearah Adam yang masih kaget mendengar kenyataan yang sesungguhnya tentang dirinya dengan Vano yang dia anggap selingkuhan istrinya.


Angkasa membalik badan dengan langkah kaki yang sangat berat ia pergi meninggalkan rumah itu. Dia ingin sekali memeluk putranya. Tapi mau bagaimana lagi, anak itu tak ingin mendekatinya dan malah menyuruhnya pergi.


Setelah kepergian Angkasa. Vano membawa ibunya masuk kedalam kamar untuk menenangkan ibunya.


Adam dan Dara masih berada diruang keluarga disibukkan dengan pikiran masing-masing.


Hampir satu jam Vano berada dikamar ibunya. Dan selama itu juga, Adam dan Dara masih saling diam. Mereka tidak menyangka jika orang tua mereka saling kenal di masa lalu.


Sekarang Adam tau kenapa Maminya sangat membenci Dara dan mertuanya.


Vano keluar dari kamar setelah ibunya tenang. Ia melihat kearah Adam yang tak ingin melihat kearahnya.


Berjalan mendekati Dara, "Apa kakak bisa bicara dengan suamimu?" Tanya Vano pada Dara.


Dara melihat pada suaminya. Kemudian mengangguk pada Vano.


"Masuklah kedalam, temani ibu." Menepuk lembut kepala Dara seperti yang dia lakukan sebelumnya.

__ADS_1


Dara kembali mengangguk pelan. Berdiri dan melangkah masuk kedalam kamar ibunya tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


Vano duduk di tempat Dara tadi, "Aku minta maaf padamu," ujar Vano pada Adam yang masih diam seribu bahasa.


"Untuk apa," jawab Adam datar.


"Karena Anim." Kata Vano.


"Kau tidak seharusnya melakukan itu, padahal kau tau jika wanita itu sudah bersuami"


"Kau benar... Tapi aku benar-benar tidak tau jika Anim sudah menikah waktu itu,"


"Saat kau tau dia sudah menikah? Kenapa kau masih meneruskan perselingkuhan kalian lagi?" Terdengar sinis dari nada Adam.


"Itu karena aku mencintainya..." jujur Vano menatap Adam.


"Untuk apa kau mencintai wanita yang menyia-nyiakan darah daging-mu sendiri! Bukankah kau sama saja laki-laki bodoh!" Kata Adam melihat wajah Vano yang baru ia ketahui adalah kakak kandungnya. Adam berkata demikian itu karena Adam tau seperti apa perlakukan Anim pada Frey yang ternyata adalah ponakannya.


Jujur saja Adam bertambah benci pada Anim yang telah menyia-nyiakan Frey saat mengetahui siapa sebenarnya anak itu. Meski Adam membenci Vano. Tapi tatap saja, Frey adalah ponakannya yang tak berdosa dan tak mengerti apa-apa.

__ADS_1


__ADS_2