Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN

Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN
Buku diary.


__ADS_3

Beberapa hari berlalu.


Vano terbangun dari tidurnya di pagi hari. Laki-laki itu tak melihat Icha di sampingnya.


Kemana gadis itu? Biasanya aku yang lebih dulu bangun. Tapi kali ini, dia sudah tidak berada di tempat tidur?. Batin Vano mendudukkan dirinya di kasur dan mengedar pandangan mencari keberadaan Icha.


Turun dari ranjang, melangkah masuk ke dalam kamar mandi. Tak lama kemudian dia sudah selesai dengan aktivitasnya.


Memakai pakaian formal, dan berniat untuk berangkat ke kantor. Saat di meja rias, Vano melihat sebuah nota yang bertuliskan.


Selamat pagi suamiku yang tampan... Maaf ya, aku tidak pamit langsung sama kak Vano, aku dengan Daddy pergi sebentar ya kak, keluar negeri. Bye bye suamiku tercinta, ummahhhh.


Seperti di atas itu lah kira-kira nota yang Icha simpan untuk suaminya. Tak lupa wanita itu juga memberikan tanda emoji kiss dengan senyuman yang manis.


Tanpa sadar laki-laki itu tersenyum tipis. Ada rasa ketenangan saat mengingat wajah wanita cantik dan keceriaan istri kecilnya itu.


"Pembuat onar." Gumam Vano masih tersenyum-senyum sendiri.

__ADS_1


,,,


"Bagaimana dengan anak saya dokter?" Tanya tuan Abimanyu pada dokter yang menangani putrinya.


Dokter menarik nafas berat. "Maafkan saya tuan, tapi sampai saat ini, kami belum bisa menemukan ginjal yang cocok untuk putri anda. Dan......" Dokter itu menggantung ucapannya sebentar.


"Kondisi putri anda sepertinya tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi, hanya dengan satu ginjal yang sudah rusak," jelas dokter ikut merasa bersedih melihat pasiennya satu itu yang sangat tidak beruntung.


"Apa tidak ada cara lain lagi dokter? Agar anak saya bisa bertahan hidup?" lirih tuan Abimanyu tak rela jika dia harus kehilangan putri satu-satunya. Dan penyemangat hidupnya selama istrinya sudah pergi.


Tes Tes Tes


Kristal bening mulai membasahi wajah putus asa seorang ayah yang sangat mencintai anaknya.


Tuan Abimanyu mendekati putrinya yang terbaring kaku tak sadarkan diri, dengan banyaknya alat medis yang di sambung ke tubuhnya.


"Maafkan Daddy sayang... Sampai hari ini Daddy belum bisa menyelamatkan kamu dari maut... Maafkan Daddy...'' Abimanyu menangis sambil memeluk tubuh putrinya yang sangat pucat dan kurus.

__ADS_1


Iya, Icha terkena penyakit gagal ginjal saat dia berusia 15 tahun, dan dokter terpaksa mengangkat satu ginjal gadis itu yang sudah rusak. Dan saat dia berusia 17 tahun, gadis itu kembali mengalami yang sama. Dari dua tahun yang lalu, sampai saat ini, dokter belum bisa menemukan ginjal yang cocok untuk Icha. Dan sekarang gadis itu sudah seperti tidak bisa lagi untuk di selamatkan. Karena penyakit yang ia deritai itu, sudah tahap akhir (stadium 5) harapan gadis itu untuk bertahan hidup, sangatlah tipis.


,,,


Vano masih berada di kamar dan bersiap untuk berangkat. Ia membuka laci meja rias istrinya, untuk mencari beberapa berkas yang dia bawa pulang semalam.


Tapi ia malah tak sengaja melihat sebuah buku diary berwarna pink.


Pria itu mengangkat buku tersebut. Apa ini milik gadis itu?. Pikir Vano.


Dia menggerakkan jari-jarinya ingin membuka buka diary Icha, tapi sebelum itu terjadi, tiba-tiba saja dia menerima panggilan dari sekretaris tuan Abimanyu.


Untuk memintanya segera datang ke kantor, karena ada beberapa pekerjaan yang tuan Abimanyu amanahkan padanya.


Vano kembali menyimpan buku diary itu ke dalam laci. Dan bergegas berangkat kekantor.


Dalam hati laki-laki itu juga tak jarang dia tertanya-tanya. Kenapa tuan Abimanyu dengan putrinya sering tiba-tiba berangkat keluar negeri, seperti sekarang ini. Vano tak tau, jika Icha sudah pergi dari jam 1 dini hari lagi, karena penyakit gadis itu semangkin bertambah serius.

__ADS_1


__ADS_2