Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN

Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN
Permintaan terakhir


__ADS_3

Drrrttt Drrrttt Drrrttt


"Hello Mi," jawab Adam yang sedang sarapan bersama anak dan istrinya.


"Adam. Kau di mana? Sudah berapa hari ini kau tidak pernah lagi datang ke rumah untuk menjenguk Mami," kata Yunda terdengar sedih. Tentu saja itu hanya sandiwara.


"Maafkan Adam Mi... Adam sibuk di perusahaan, sampai-sampai Adam tidak punya waktu untuk berkunjung ke rumah Mami," jawab Adam lembut pada Maminya.


"Bagaimana jika malam ini kau datang menginap di sini? Boleh ya?" Yunda terdengar memelas.


Adam ingin menolaknya. Tapi dia juga kasihan pada Maminya, laki-laki itu melihat kearah anak dan istrinya.


Yunda tau kenapa Adam tak ingin menginap di Mension itu, pasti karena Yunda tak mengizinkan dia untuk membawa istri dan juga putranya.


"Kau bisa membawa anak dan istrimu datang kemari. Tapi aku tidak mau kau membawa anak haram itu untuk menginap di rumah Mami!" Tiba-tiba saja suara wanita itu berubah jadi tegas saat mengingat Frey yang ternyata bukan cucu kandungnya. Tapi dia juga belum tau jika Frey itu adalah cucu dari suaminya Angkasa anak dari Angkasa dan juga ibu Ida.


"Mi, Frey itu juga anak Adam Mi, dulu juga Mami begitu menyayanginya. Kenapa sekarang Mami bersikap seperti ini Mi? Kasihan anak itu Mi, jika melihat Mami memperlakukannya seperti sekarang," Adam tak suka dengan sikap Maminya yang begitu mudahnya berubah pada Frey yang dulu sangat dia sayangi.


Yunda terdiam di seberang panggilan. Karena sampai hari ini dia juga masih sangat menyayangi Frey, karena dia sudah terlanjur sayang dan mencintai anak itu seperti cucu kandungnya sendiri.


"Ya sudah, kau bisa membawa Frey jika kau mau," Yunda tak bisa memungkiri jika dia juga sangat merindukan anak kecil itu.


Adam tersenyum. "Baik Mi, nanti Adam akan bicarakan pada Dara,"


"Kau ini sudah seperti suami pecundang, apa-apa saja semua mau izin pada istrimu!" Ketus Yunda.

__ADS_1


Adam memilih diam daripada harus berdebat dengan Maminya.


Yunda tersadar dengan ucapannya. Dia buru-buru mengubah suaranya agar menjadi selembut mungkin.


"Mami tutup dulu ya,"


"Ya Mi."


Yunda memutuskan sambungan teleponnya dan menghubungi seseorang.


"Jam berapa kau sampai di rumah?" Tanya Yunda pada seorang pemuda di seberang panggilan.


"Mungkin malam tante," jawab pemuda itu.


Yunda tersenyum penuh arti. "Baiklah, tante akan menyuruh pelayan untuk menyiapkan makanan kesukaan mu malam nanti,"


"Sama-sama. Kalau begitu, tante tutup dulu ya,"


"Ok."


Yunda terlihat puas dari wajahnya. Sebentar lagi... Aku yakin, rumah tangga kalian berdua akan hancur. Batin Yunda mulai menjalankan rencana jahatnya.


,,,


Di Mension Tuan Abimanyu.

__ADS_1


"Kak Vano." Panggil Icha pada suaminya yang ingin melangkah keluar kamar untuk berangkat ke kantor.


Laki-laki itu menghentikan langkah kakinya saat mendengar istrinya memanggil namanya. Perlahan ia merasa sepasang tangan melingkar di perutnya. Ternyata Icha memeluknya dari arah belakang, Vano tak menolak pelukan hangat wanita itu. Dia hanya diam membiarkan.


"Apa kau benar-benar ingin menceraikan aku?" Tanya Icha terdengar lirih. Wanita itu menyandarkan kepalanya di punggung suaminya.


Jika di katakan dia adalah wanita yang tak tau malu. Iya, itu memang benar dia memang tidak tau malu, karena terus mengemis cinta dari seorang laki-laki yang tak mencintainya.


"Rumah tangga ini sudah tidak sehat, untuk apa lagi kita menjalani rumah tangga seperti ini," jawab Vano.


Wanita itu perlahan mengangguk lemah dengan bola mata yang membendung, tapi bibir merahnya mengukir senyuman manis yang menyayat-nyayat hatinya.


"Apa aku bisa meminta satu permintaan terakhir sebelum kak Vano menceraikan aku?" Tanya Icha mengerat pelukannya.


"Apa?"


"Izinkan aku untuk menjadi istrimu selama satu minggu saja lagi. Dan izinkan aku bisa tidur di lenganmu setiap malam, aku juga meminta padamu, peluk aku setiap kali aku ingin tidur... Hanya itu... Aku tidak meminta untuk kau membalas cintaku, aku hanya ingin kau menunaikan tiga permintaanku itu, sebelum kita bercerai," ujar Icha mengutarakan keinginannya.


Itu juga jika umurku masih bisa mencapai selama 7 hari penuh. Tambah gadis itu dalam hati dan menjatuhkan air matanya yang sedari tadi ia tahan. Tapi bibir merahnya tetap masih mengukir senyuman indah.


❤️❤️❤️


Assalamualaikum 🙏 para reader yang author cintai 🥰


Maaf ya, kalo novel ini berselang-seling antara Vano dan juga Adam.

__ADS_1


Author memang sudah menyusun alur cerita ini berselang-seling seperti sekarang 🙏 maaf kalo ada yang kurang nyaman. Tapi author tak bisa memisahkan novel ini. Karena alurnya sudah author susun dengan rapi di kepala author 🤭


Apa-apa pun. Selamat membaca karya author recehan ini🤗🤗🤭


__ADS_2