Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN

Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN
Kurang Ajar


__ADS_3

Arkan dan Frey sudah tiba di mini market yang dia datangi semalam bersama dengan Mama Dara.


"Di sini tempatnya, kak?" Tanya Arkan di angguki kakanya.


Mereka berdua mulai mencari keberadaan gadis itu. Lelah mencari di mini market dan sekitarnya, kedua adik kakak itu kembali mencari di semua arena persekitaran sana.


Saat menemukan sebuah tikungan tajam, mobil Arkan hampir saja bertabrakan dengan mobil Aldi.


"Woiiii!! Apa kalian buta dan tidak punya mata!!!" Aldi meneriaki mobil mewah yang hampir bertabrakan dengan mobilnya.


"Kurang ajar! Dia yang ngebut, dia lagi yang marah!" Emosi Frey terpancing mendengar teriakan Aldi.


"Biarkan saja, anggap saja orang tidak waras," lagi-lagi Arkan yang bersikap dewasa menghentikan gerakan adiknya yang ingin turun dari mobil.


"Cih!" Decih Aldi kembali melajukan mobil mencari keberadaan istrinya.


,,,


Kikkk!!


Sebuah mobil mengerem mendadak saat Ayya ingin melintasi jalan dengan buru-buru dan hampir tertabrak olah mobil tersebut.


"ARKHH!!!" Gadis itu berteriak sambil menutup kedua telinganya.


Laki-laki yang hampir menabrak wanita di tengah jalan yang masih shock itu, turun dari mobil dan menghampiri gadis yang terlihat kaku karena terkejut dan berpikir jika dia sudah mati.


"Maaf, Nona. Seharusnya anda lebih berhati-hati jika ingin menyebrang jalan." Kata tangan kanan Bos Delmond.

__ADS_1


Gadis itu mengangkat padangan sambil gemetaran. Ia bertambah takut saat melihat laki-laki semalam yang berjaga di luar pintu kamar hotel.


Pria itu menyerjit karena merasa tak asing dengan gadis di depannya. Tapi ia juga heran karena gadis itu berpakaian tertutup.


Ayya buru-buru menyingkir dari hadapan laki-laki itu.


"Apa wanita itu berniat ingin mengantar nyawanya ke neraka?" Tanya Bos Delmond saat tangan kanannya masuk ke dalam mobil.


"Tidak, Bos. Saya rasa dia tidak sengaja, tapi wanita itu mirip dengan wanita panggilan yang melayani Bos semalam," ujar Red kembali menghidupkan mobil dan berjalan.


Bos Delmond melihat keluar jendela mobil untuk memastikan usapan Red barusan.


"Berhenti!" Titah Delmond menghentikan Red.


Ayya yang melihat mobil itu berhenti di depannya, buru-buru ingin melarikan diri. Tapi keburu lengannya di cegah oleh Delmond yang entah sejak kapan sudah berada di luar mobil.


Bola mata gadis itu kembali berkaca-kaca, yang ada di benaknya. Bagaimana jika laki-laki itu mengembalikan dia pada suaminya.


Menggeleng keras. "B-bukan... Anda salah orang," ujar Ayya berusaha melepaskan tangan Delmond yang berada di lengannya.


"Kau yakin?" Tanya laki-laki itu terdengar dingin seperti es beku.


"B-bukan... Lepaskan saya, Tuan..." Gadis itu kembali menangis.


Delmond menarik gadis itu itu masuk ke dalam mobilnya.


"Lepas!!! Lepaskan saya!!!" Teriaknya semangkin ketakutan sambil memberontak.

__ADS_1


"Ssstt... Apa kau ingin aku melakukan sesuatu padamu? Jika kau tidak ingin diam?" Kata laki-laki itu menutup mulut Ayya dengan satu tapak tangan lebarnya.


Menggeleng cepat dan menutup rapat mulutnya.


"Jalan!"


"Baik, Bos." Red kembali menjalankan mobilnya.


Setelah berjalan beberapa menit. Akhirnya gadis itu mulai menghentikan tangisnya meski ia masih merasa sangat takut pada pria di sampingnya.


"Apa kau lapar?" Tanya Delmond pada gadis itu tanpa menoleh ke arahnya.


Menggeleng. "T-tidak" jawab Ayya bersamaan perutnya juga berbunyi yang menandakan jika gadis itu memang kelaparan.


"Berhenti di depan."


"Ya, Bos." Patuh Red benar-benar menghentikan mobilnya di sebuah restoran mewah.


Delmond turun dari mobil. "Turun!" Katanya pada Ayya yang tak bergerak sedikitpun dari tempat.


"K-kita mau kemana?" Tanya Ayya ketakutan.


"Kau mau turun sendiri? Atau kau mau aku menggendong mu masuk ke dalam?" Ujar Delmond masih terlihat datar dan tenang.


Gadis itu bergegas turun dari mobil dan mengikuti langkah Delmond dengan baju lusuhnya.


Tentu saja ia menjadi pusat perhatian karena berjalan dengan laki-laki bernama Delmond itu. Laki-laki yang terkenal dengan bandar narkoba, juga salah satu buronan polisi, tapi sampai saat ini polisi belum bisa menangkapnya karena mereka belum bisa menemukan bukti yang kuat untuk menangkap dan menembak mati laki-laki tampan itu.

__ADS_1


__ADS_2