Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN

Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN
Lamaran


__ADS_3

Dara berdiri dari duduknya. Tak ingin melanjutkan lagi pembahasannya bersama sang mertua. Yang ada di pikiran Dara, belum tentu juga mertuanya itu benar-benar sadar. Ia sering berpikir siapa tahu saja Yunda sedang berakting lagi seperti sebelumnya.


Dara pergi meninggalkan Yunda yang masih menangis di tempat. Hidupnya di penuhi dengan penyesalan. Tak ada lagi yang bisa ia lakukan, karena ia sudah berusaha untuk meminta maaf pada menantu dan juga anaknya, tapi hasilnya tetap saja nihil. Sampai saat ini ia belum mendapatkan maaf dari keduanya.


,,,


Tampak segerombolan orang-orang yang mendatangi rumah Nenek Sukarni.


Wanita tua itu jadi heran, begitupun juga dengan Ayya yang tampak begitu heran melihat kedatangan pak RT dengan istrinya dan beberapa orang lainnya seperti sedang membawa hajat.


"Assalamualaikum" buk RT memberi salam.

__ADS_1


"Waalaikumsalam" jawab Nenek Sukarni sekaligus mengajak para tetamu untuk masuk ke dalam rumah sederhana miliknya.


Segerombolan itu masuk ke dalam dan mulai duduk di lantai satu-persatu. Buk Sukarni juga duduk bersama mereka setelah menyuruh Ayya membuat air untuk para tetamu.


"Maaf membuat buk Sukarni terheran-heran melihat kedatangan kami kesini, sebenarnya kami datang ini ada hajat," ujar buk RT mulai membuka suara.


"Iya, tidak apa-apa, buk RT. Tapi hajat apa yang mengantarkan buk RT serta pak RT datang kemari?" Tanya Nenek Sukarni karena benar-benar bingung dengan kedatangan mereka.


Pak RT mulai membuka suara. "Begini, buk Sukarni. Kedatang kami kemari, kami ingin mempersunting cucu perempuan buk Sukarni buat anak kami yang tinggal di kota, buk." Kata pak RT sopan.


"Anak kami sudah lama menyukai cucu buk Sukarni. Tapi sebelumnya Ayya kan masih sekolah, mengetahui jika Ayya sudah selesai di bangku SMA, putra kami langsung menyuruh kami untuk datang meminang cucu Buk Sukarni," lanjut Buk RT saat melihat buk Sukarni begitu ragu.

__ADS_1


"M-maaf Buk RT, pa RT. Bukannya saya tidak mau, tapi kalian juga pasti taukan, jika Ayya itu bukan cucu saya. Sampai saat ini saya juga masih berusaha untuk mencari keberadaan kedua orang tuanya. Jadi mana mungkin saya berani bertindak sampai menikahkan anak orang tanpa sepengetahuan orang tuanya," jawab buk Sukarni. Karena ia yakin jika Ayya bukan gadis dari keluarga sembarangan, ia sangat yakin jika Ayya dari keluarga kaya raya. Ia takut jika nanti kedua orang tuan Ayya akan menuntutnya karena sudah berani menikahkan anak mereka.


"Tapi niat kami benar-benar tulus loh, buk. Anak kami sudah sangat lama menyukai Ayya, kami benar-benar berharap bisa di pertimbangkan niat baik kami," pak RT berusaha membujuk buk Sukarni agar mahu menerima lamarannya buat anak mereka.


"Barapa mahar yang pak RT dan Buk RT sanggupi? Kalau besar, ya sudah. Saya akan menerima lamarannya untuk Ayya," nimbrung Nisa yang baru saja tiba dan mendengar semua perbincangan orang-orang dalam rumah itu.


"Nisa!" Sentak buk Sukarni.


"Berapapun yang kalian mau, anak saya pasti akan menyanggupinya," jawab buk RT antusias.


"Serius?" Kedua bola mata Nisa berbinar-binar mendengar ucapan 'berapapun'

__ADS_1


"Iya, kami serius," jawab pak RT mantap.


"200 juta rupiah, bagaimana?" Kata Nisa memberi tawaran yang sangat besar. Karena di desa mereka belum ada yang menikah dengan mahar sebesar itu. Apa lagi Nisa tahu jika keluarga pak RT orang yang berada.


__ADS_2