Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN

Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN
Kakak?


__ADS_3

Hari ini sangat cerah. Frey sudah bisa bermain seperti biasa. Anak itu sudah terlihat pulih sepenuh.


"Tante, Frey ikut ya, ke sekolah kak Arkan," Frey memelas pada Dara saat melihat Dara ingin pergi menjemput Arkan.


"Tapi Frey-kan baru saja sembuh, masak iya sudah mau keluar?" Tanya Dara lembut mengusap kepala anak itu.


"Tapi Frey hanya ingin jalan-jalan diluar tante, Frey bosan di rumah terus," kata Frey terlihat sedih.


Dara berpikir sejenak. Ia takut jika nanti Yunda melihat dia membawa Frey keluar. Yunda pasti akan marah.


"Mau ya tante," Frey terus memelas.


"Baiklah, tapi kamu pakai jaket dan celana panjang dulu ya?" Dara.


"Iya tante." Tersenyum bahagia.


Dara membawa Frey kekamarnya dan membantu anak kecil itu bersiap-siap.


Selesai bersiap. Mereka langsung pergi dari Villa menuju sekolah.


,,,


Arkan tersenyum lebar saat melihat ada Frey juga ikut menjemputnya.


"Adik Frey, kau sudah sembuh?" Tanya Arkan.


"Iya kak," tersenyum sambil melihat beberapa anak-anak yang membawa ice cream.


Dara yang sadar arah pandang Frey. Jadi iba pada anak itu, karena Dara juga tau jika Anim tidak pernah mengijinkan Frey memakan ice cream. Alasan Anim nanti Frey sakit dan membuat pekerjaannya terganggu. Sekarang juga Frey sakit tapi dia tetap pergi bekerja.

__ADS_1


"Kau mau makan itu sayang?" Tanya Dara berjongkok.


Frey tersenyum menggeleng, "Tidak tante, ibu tidak mengizinkan Frey makan ice cream tante,"


"Ayo" Dara berdiri menggandeng tangan Arkan dan Frey. Berjalan kemobil, mengarahkan mobilnya kearah jualan ice cream.


Frey sangat bahagia. Karena akhirnya dia bisa makan ice cream bersama Arkan, meski dengan sembunyi-sembunyi.


Dara berdiri sambil tersenyum melihat anak-anak itu.


"Dara," terdengar suara laki-laki memanggilnya dari arah belakang.


Dara membalik badan melihat siapa yang memanggilnya. Wanita itu asing dengan pria yang memanggilnya.


"Siapa ya?" Tanya Dara pada Vano. Ternyata Vano yang sedang menyapanya.


Vano tidak bisa menahan diri saat melihat putranya dari jarak jauh sedang memakan ice cream.


Bola matanya fokus pada Frey. "Anda cari siapa ya tuan?" Tanya Dara lagi.


"Aku......" Vano menggantung ucapannya.


Dara semangkin dibuat penasaran, "Iya tuan? Ada apa?"


"Aku Ayah dari anak itu," tunjuk Vano pada Frey.


Dara kaget. Ternyata laki-laki didepannya saat ini adalah selingkuhan Anim.


"Apa aku bisa menyapanya?" Tanya Vano penuh harap.

__ADS_1


Dara melihat kearah Frey. Kemudian mengangguk.


Vano tersenyum bahagia. Perlahan mulai mendekati Frey. Pria berusia 32 tahun itu, mensejajarkan dirinya pada anak putranya.


Frey menyerjit heran pada pria dewasa didepannya.


"Om siapa?" Tanya Frey.


Vano tersenyum lembut dengan bola mata berkaca-kaca, "Apa Om bisa memelukmu?" Vano meminta izin.


Frey menoleh kearah Dara seolah meminta izin. Dara mengangguk.


Vano langsung memeluk putranya, laki-laki itu tanpa sadar menumpahkan air matanya. Setelah sekian lama akhirnya dia bisa menemui putranya.


Ternyata selama ini, Vano sering ke Villa Adam. Menunggu siapa tau saja putranya berasa ditaman sedang bermain.


Lama Vano memeluk Frey. Membuat anak kecil itu heran. Tapi ia merasakan kenyamanan yang tak pernah ia rasakan selama ini berada di pelukan Ayah kandungnya.


"Kak Vano! Lihat lah, kakiku lecet berjalan kemari!" Ketus Icha menghampiri mereka berempat.


Vano melepas pelukannya pada putranya. "Jaga dirimu, jika Frey membutuhkan apapun. Frey bisa minta sama tante Dara," kata Vano lembut mengusap air matanya.


Frey semangkin bingung karena orang didepannya bisa tau namanya. Tak beda jauh dengan Dara yang juga heran karena laki-laki itu juga tau namanya.


Vano berdiri, dia juga tersenyum lembut pada Arkan dan mengusap kepala ponakannya. "Kakak pergi dulu," kata Vano tanpa sadar menyebut dirinya 'kakak' dan menepuk lembut kepala Dara.


Dara dibuat kaget oleh tindakan Vano. Tapi laki-laki itu sudah melangkah pergi sambil menarik wanita yang terus mengoceh karena kakinya lecet.


Kakak? Apa maksudnya? Siapa dia?. Batin Dara tertanya-tanya.

__ADS_1


Tanpa Dara sadari. Adam juga berada di lokasi dan melihat Vano menepuk kepala istrinya.


__ADS_2