Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN

Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN
Gemes


__ADS_3

Dara dan Adam sudah tiba di sebuah restoran. Mereka melangkah masuk dan memesan makanan.


Dara tiba-tiba berdiri dari duduknya, "Kau mau kemana?" Tanya Adam.


"Aku mau ketoilet sebentar." Dara melangkah menuju toilet.


"Apa Arkan sering keluar bersama Mama?" Tanya Adam pada putranya. Karena ia memang sangat sibuk diluar rumah.


"Iya. Mama hanya pergi warung Oma, untuk bantu-bantu Oma di sana Pa" jujur Arkan.


Ibu Ida memang sudah membuka sebuah warung kecil untuk menjual gado-gado dan kue.


"Jadi tadi Arkan bilang Mama telponan sama cowok. Arkan tau siapa cowoknya?" Tanya Adam lagi penasaran.


"Hahahaha" tiba-tiba saja anak kecil itu mentertawakan Papanya.


"Itukan Arkan cuma bercanda sama Papa. Mama tadi itu hanya telponan sama Oma. Hahahaha" Arkan kembali menertawakan Papanya.


Adam gemes mengacak rambut putranya. Anak itu ada-ada saja. Padahal dia sudah sangat serius tapi ternyata anak kecil itu hanya sedang bercanda.


"Apa Arkan pernah mendengar Mama telponan sama laki-laki?" Adam tak puas hati masih ingin bertanya.


Sebelum Arkan menjawab, Dara sudah kembali dari toilet dan duduk di kursinya semula. Bersamaan pesanan mereka juga datang.

__ADS_1


Adam menggeleng dan menaruh telunjuknya di bibirnya menyuruh putranya diam tak perlu menjawab lagi. Arkan hanya mengangguk polos.


"Mau Mama suapi?" tanya Dara pada Arkan.


"Nggak Ma, Arkan bisa sendiri,"


"Baiklah"


Dara Adam dan putranya mulai memakan makan siang mereka.


Mereka hanya diam sambil menikmati makanan masing-masing.


Tapi tiba-tiba Arkan mengeluarkan kalimat yang membuat Adam tersedak.


"Uhuk, uhuk, uhuk," Adam di buat tersedak. Putranya itu membuat dia malu saja padahal dia sudah menyuruhnya tadi untuk diam.


Dara buru-buru memberikan Adam air putih. Dan Adam langsung meminumnya. Kemudian dia memberi kode pada putranya seperti mengatakan 'jangan bicara apapun pada Mama lagi'


Dara kembali memakan makanannya sambil berpikir dalam hati untuk apa Adam mempertanyakan itu pada Arkan.


Selesai makan siang. Mereka bersiap untuk kembali ke Villa.


Bruk!

__ADS_1


Dara bertabrakan dengan seorang laki-laki, "Maafkan saya Nona" kata pria tersebut.


"Tidak apa-apa" Dara mengangkat pandangan melihat siapa laki-laki itu. Laki-laki itu juga melihat kewajah Dara.


Dara?. Batin Vano. Ternyata yang tak sengaja menabraknya adalah Vano kakak laki-lakinya yang tak ia ketahui.


Tiba-tiba Dara merasa ada yang menariknya. Wanita itu menoleh melihat siapa yang sedang menariknya.


"Ayo pulang!" Adam tampak sangat marah melihat Vano. Dan menarik Dara pergi dari hadapan laki-laki itu.


Tentu saja Adam tau pria di depannya. Laki-laki yang sudah berselingkuh dengan Anim.


"Tanganku sakit," Dara menghentikan langkah kaki Adam.


Adam melepas tangan Dara. Kembali melangkah. Dara juga menyusul di punggung Adam, heran melihat laki-laki itu yang menurutnya tiba-tiba saja marah.


,,,


Malam hari.


Dara berada di kamar putranya sedang menidurkan Arkan. Tak sengaja ia juga terlelap bersama anaknya.


Adam yang berada dikamar sedang menunggu kedatangannya sesekali melihat kearah pintu kamar. Tapi wanita itu tak kunjung datang juga.

__ADS_1


Karena penasaran. Ia berdiri dan melangkah keluar kamar menuju kamar putranya untuk melihat Dara di sana. Ia ingin mengatakan sesuatu pada wanita itu, makanya dia menunggunya.


__ADS_2