
"A-aku mau keluar," gugup Dara tak ingin menjawab pertanyaan Adam. Tapi laki-laki itu malah mengeratkan pelukannya pada pinggang.
"Mari kita membicarakan tentang hubungan kita ini Dara, kenapa kau seperti ini terus padaku? Mari kita memulai semuanya dari awal. Belajar untuk mencintaiku jika kau memang tidak punya rasa padaku," kata Adam lembut pada wanita yang berada di atas pangkuannya itu.
Dara memberanikan diri menatap kedua bola mata yang menatapnya teduh, "Apa kau benar-benar mencintaiku?" Tanya Dara memastikan ucapan Adam tadi semasa mereka berdua berada di mobil.
Adam mendekatkan wajahnya, merapikan anak rambut wanita itu ke belakang telinganya.
"Aku sudah lama mencintaimu Dara, hanya saja aku tidak memiliki keberanian untuk mengutarakan perasaanku padamu, aku khawatir jika kau akan menolak perasaanku padamu, karena sebelumnya aku pernah kasar padamu," kata Adam jujur tak ada kebohongan.
Dara juga bisa merasakan ketulusan ayah dari anaknya itu.
"Bagaimana dengan mbak Anim? Bukankah sebelumnya kau sangat mencintainya? Kenapa sekarang kau malah mengatakan jika kau mencintaiku? Apa kau yakin dengan perasaanmu?" Dara.
Adam terdiam sejenak mendengar ucapan Anim, menarik nafas. "Perasaanku sudah lama mati untuk Anim. Itu semua karena dia menyelingkuhi ku Dara," ujar Adam membuat Dara kaget.
Selingkuh?
__ADS_1
"Apa maksudmu? Mbak Anim menyelingkuhi mu?" Dara.
Mengangguk. "Frey bukan anakku," jujur Adam membuat Dara menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang ia dengar.
Ia tak pernah menyangka jika Frey itu bukan anak suaminya. Karena dilihat dari kasih sayang Adam pada Frey, itu benar-benar tulus. Dara benar-benar dibuat shock seperti tak percaya. Adam tidak pernah menunjukkan sikap kasar sedikitpun pada Frey, jika dia mengatakan Frey bukan anaknya, tentu saja tak ada yang akan mempercayainya.
"Kau serius dengan ucapan mu?"
Mengangguk, "Aku serius, karena aku tidak pernah menyentuh Anim dari kami menikah sampai saat ini... Itu semua...." Adam menggantung ucapannya.
Dara dibuat penasaran, "Tidak ada apa-apa," Adam tersenyum tak ingin mengatakan hal sebenarnya tentang dirinya pada Dara.
Dara terdiam sejenak. Sedetik kemudian ia mengangguk dan tersenyum.
"Ibu... Ibu...." Terdengar suara Frey seperti sedang mengigau memanggil-manggil ibunya.
"Mas, itu sepertinya suara Frey Mas. Aku mau membersihkan tubuhku dan keluar," Anim mendorong Adam keluar dari bathtub untuk membersihkan tubuhnya.
__ADS_1
,,,
''Frey!!" Anim baru tiba di Villa. Ia berteriak memanggil putranya.
"Frey berada dikamar Dara. Ibu macam apa kau ini? Anak sakit bukannya pulang awal, tapi pulang lewat terus!" Adam memarahi Anim.
"Mana aku tau jika dia sakit, aku jugakan baru pulang Mas," jawab Anim.
"Bagaimana kau bisa tau! Kalau kau hanya bekerja tanpa peduli pada anakmu sendiri! Kau terlalu sibuk diluar sana, sampai kau tidak pernah ambil tau apa yang terjadi dalam rumah ini!" Adam memarahi Anim.
"Arkh, aku muak hanya mendengarmu marah-marah," Anim berjalan masuk kedalam kamarnya.
Andaikan saja bukan Mami yang mempunyai penyakit serangan jantung. Aku pasti sudah menceraikan kamu Anim. Batin Adam menenangkan emosinya.
,,,
Pagi hari.
__ADS_1
"Kau ingin ke toko ibumu sayang?" tanya Adam bersiap ingin kekantor.
"Tidak Mas, aku di rumah saja. Sepertinya Frey belum bisa ditinggal," jawab Dara menyisir rambut Arkan.