
"Iya. Aku ingat," jawab Dara memberikan ponselnya pada putranya kemudian menggandeng Arkan naik kelantai atas.
"Assalamualaikum Papa!" Teriak Arkan dengan wajah bahagia melambai Papanya melalui VC.
"Waalaikumsalam sayang. Apa anak Papa ini sudah makan?" Tanya Adam. Saat ini ia berada dalam mobil.
"Sarapan sudah Pa, tapi makan siang belum," jawab Arkan.
"Kenapa? Apa Mama tidak memberimu makan siang sayang?" Tanya Adam melirik Dara yang berada di dekat Arkan. Hubungan Adam bersama Dara sangat kaku seperti bukan suami istri saja.
"Tadi Mama mau buatkan makan siang Pa, tapi Arkan bilang nanti saja Pa. Arkan masih kenyang, tadi-kan Mama bawa Arkan makan ic-----
Dara buru-buru menutup mulut putranya karena jika Adam tau Dara memberikan Arkan makan ice cream. Adam pasti akan menegurnya.
"T-tidak ada apa-apa Mas. Arkan tadi kebanyakan makan sarapan pagi saja," Dara berbohong dan tersenyum kecut pada Adam. Dara memang memanggil Adam dengan panggilan 'Mas' itu juga karena Adam memaksanya. Dia tak suka mendengar Dara memanggilnya 'tuan' seperti sebelumnya.
"Benarkah?" Adam curiga.
"Iya Pa, benar. Pa, kapan Papa pulang Pa, Arkan rindu sama Papa," tanya Arkan.
"Sebentar lagi Papa sampai, kita makan siang bareng di luar saja bagaimana?"
"Apa? Papa sudah pulang dari luar negeri?" Antusias Arkan.
"Iya sayang. Sebentar lagi Papa sampai kok,"
__ADS_1
"Yeyyyy!!" Teriak Arkan.
Dara hanya tersenyum tipis melihat putranya begitu antusias Papanya sudah pulang selama sebulan.
Dara tak sadar jika Adam sering melihat wajahnya yang semangkin cantik. Karena Dara sekarang sudah memakai hijab.
Aku sangat merindui-mu. Batin Adam tersenyum tipis. Mereka seperti orang asing tak seperti suami dan istri.
,,,
Tak berapa lama Adam sudah tiba di Villanya. Ternyata Arkan sudah menunggu kedatangannya didepan Villa.
"Papa!!" Teriak Arkan berlari memeluk sang Papa yang baru keluar dari mobil mewahnya.
Adam memebalas memeluk tubuh putranya dan menggendongnya.
"Papa!" Panggil Frey juga berlari memeluk Adam. Adam menurunkan Arkan kemudian memeluk Frey. Karena pria itu tak pernah membedakan di antara anak kandung dan anak selingkuhan istrinya yang ternyata ponakannya sendiri.
"Anak Papa semangkin gemuk ya," mencubit pipi gembul Frey.
"Ya iyalah, Neneknya sering memberikannya makanan yang sehat," sahut Yunda. Karena dia masih berada di Villa.
Adam hanya tersenyum dan mengusap kepala Frey, "Papa keatas dulu ya. Papa mau mandi soalnya, kamu di sini dulu sama nenek ya?" Mencubit pipi Frey.
"Iya Pa,"
__ADS_1
Adam mencium pipi Frey dan melangkah naik ke lantai atas menarik lembut tangan putranya.
Sangat terlihat jelas dia lebih menyayangi anak haram itu. Batin Yunda sinis dalam hati.
Saat tak terlihat lagi oleh Frey. Adam langsung menggendong Arkan. Ia memang tak pernah menunjukkan di depan Frey jika dia lebih memberi kasih sayangnya pada Arkan.
"Kenapa dengan wajah anak kesayangan Papa ini?" Tanya Adam karena Arkan cemberut.
"Pa, kok Nenek kayak gak sukanya gitu ya sama aku Pa?" Wajah anak kecil itu terlihat sendu.
Adam sedikit bingung, "Kan ada Oma Ida yang sayang sama kamu sayang, ada kakek Angkasa juga? Udah lupa sama Oma Idanya?" Menarik lembut hidung mancung putranya.
"Tentu saja tidak Pa," Arkan tersenyum memeluk leher Papanya yang masih menggendongnya.
"Mama mana sayang?"
"Mama tadi terima panggilan dari cowok Pa," Arkan sengaja ingin memanas-manasi Papanya.
Adam menatap tajam putranya, "Serius?" tanya Adam mulai dihinggapi rasa cemburu. Karena dia memang sering cemburu jika Dara keluar dari Villa, atau ada yang menghubungi istrinya. Dia sering diam-diam menguping.
Kerjain Papa aja deh. Batin Arkan iseng. Padahal Mamanya hanya menerima panggilan dari ibunya.
"Benar loh Pa, kayaknya memang cowok deh Pa,"
Adam cemberut mendorong pintu kamar kemudian melangkah masuk kedalam. Ia melihat Dara yang baru saja dari balkon kamar.
__ADS_1
"Kamu sudah pulang?" Tanya Dara menunduk untuk mengelak kontak mata pada laki-laki itu. Ia juga bertanya hanya berbasa-basi pada Adam untuk menutupi kecanggungannya jika mereka sedang berada dikamar hanya bertiga dengan Arkan yang masih tak mengerti apa-apa tentang hubungan kedua orang tuanya.