Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN

Karena Hamil, Aku Dijadikan Istri SIMPANAN
Tragis


__ADS_3

"Ma, Mama... Tenang dulu Ma... Tenangkan perasaan Mama..." Ujar Arkan menarik Mamanya masuk ke dalam dada bidangnya.


"Benar, Arkan... Mama nggak salah sayang... Itu memang adikmu, nak..." Dara semangkin menangis histeris.


Orang-orang yang lalu lalang melihatnya dengan pandangan tanda tanya karena menangis seperti orang kerasukan.


"Tenang, Ma..." Ujar Arkan membawa Mama Dara ke dalam mobilnya, kemudian memberikan Mamanya obat penenang, seperti yang sering ia lakukan saat Mama Dara mulai hilang kendali lagi.


Tak berapa lama wanita paruh baya itu tertidur setelah obat yang dia minum sudah bereaksi dalam tubuhnya.


Bulir-bulir bening mulai berjatuhan di kedua pipi laki-laki tampan yang sedang menatap sang Mama.


Mama... Sampai kapan Mama akan seperti ini... Aku sudah tidak sanggup melihat keadaan Mama... Ini sudah 17 tahun, Ma. Tapi Mama masih saja hilang kendali seperti ini. Arkan juga sama kayak Mama, berharap jika gadis tadi itu adalah adik Arkan, Ma. Batin Arkan memeluk tubuh Mama Dara yang tak sadarkan diri.


Ya Allah... Engkau pertemukan lah kami dengan sang adik yang sudah lama hilang, jika memang benar dia masih hidup. Jika sebaliknya, maka kau jadikan lah hati kami ikhlas dengan kepergiannya. Laki-laki berusia 22 tahun itu berdoa dalam hati.


,,,


Di rumah Aldi.


Ayya berusaha melepas cengkraman Aldi dari tangannya yang menyeretnya masuk ke dalam rumah.


"Mas lepas, Mas. Tanganku sakit.." kata Dara dengan wajah di banjiri air mata saat melihat perubahan sikap suaminya yang sudah berubah drastis.


"Diam!" Sentak Aldi mendorong keras tubuh istrinya sehingga terjerembab di lantai semen yang keras.


"Arkh!! Kenapa kau melakukan ini padaku, Mas?" Tanya Ayya memegang lututnya yang terasa sakit akibat terhempas di lantai.


Aldi dengan bengis mendekat, kemudian mencekik wanita itu. Ayya tak bisa bernafas akibat di cekik oleh-nya.


"Eh wanita bodoh! Aku menikahi-mu, itu karena aku mempunyai tujuan tertentu!!"


PLAKKK!!


Ia lagi-lagi menampar keras wajah gadis tak berdaya itu.


Uhuk! Uhuk! Uhuk!

__ADS_1


Gadis itu terbatuk-batuk saat Aldi melepas cekikikannya, dengan pipi yang terasa nyeri akibat tamparan.


"Apa maksud mu, Mas? Bukankah kau menikah denganku karena kau mencintaiku?" Tanya Ayya menangis sesungguhan.


"Kau memang gadis kampung yang bodoh!!" Mencengkram dagu gadis kecil yang tak berdaya itu.


"Kau dengar sini, aku perjelas denganmu. Aku ini seorang g*rmo." kata Aldi memperkenalkan dirinya yang tak di ketahui siapa pun termasuk kedua orang tuanya, orang tuanya hanya tahu jika Aldi bekerja di salah satu kantor yang berada di kota, tapi mereka salah. Aldi hanya berbohong pada mereka semua.


Dia adalah seorang g*rmo yang sering menjual para gadis-gadis, entah itu masih belia atau dewasa. Ia hanya ingin menghasilkan uang dari para gadis-gadis tersebut, Ayya adalah wanita yang kesekian kalinya ia bohongi.


Tapi Ayya adalah aset terbesar laki-laki gila itu. Alasan ia tak menyentuh Ayya di malam pertama, itu kerena ia berniat untuk menjual keperawanan istrinya.


Wanita itu kaget dan menarik diri menjauh dari Aldi yang ternyata laki-laki gila.


"Tolong... Tolong jangan apa-apa kan aku... Aku mohon... Kembalikan aku ke desa..." Gadis itu memohon dan menangis ketakutan memeluk tubuhnya.


"Bodoh!!! Kau pikir semudah itu aku mau melepaskan uangku! Kau itu adalah aset terbesarku, aku bisa menghasilkan uang yang banyak dengan menjual keperawanan mu hahahaha" Aldi tertawa seperti orang kesurupan.


Ayya semangkin ketakutan, saat melihat asli dari laki-laki yang selama ini ia kagumi.


Laki-laki itu menghentikan tawanya. "Kemari kau!!!" Teriak Aldi menarik jilbab Ayya sehingga lepas dari rambutnya, kemudian ia menarik rambut gadis itu masuk ke dalam kamar.


,,,


"Arkan! Mama kenapa?" Tanya Adam panik mengambil alih mengendong tubuh sang istri yang berada dalam gendong putranya.


Frey yang melihat Mama Dara tak sadarkan diri, ia langsung bergegas mendekat dengan wajah yang benar-benar cemas.


"Mama kenapa, kak?" Tanya Frey sambil menangis. Ia memang tak bisa melihat sang Mama yang seperti itu.


"Tadi kakak memberikan Mama obat penenang, karena Mama hilang kendali lagi," jawab Arkan menyusul di punggung Papa Adam yang membawa istrinya ke kamar.


"Apa yang terjadi sama Mama, Arkan?" Laki-laki paruh baya itu juga menjatuhkan air mata.


Sudah 17 tahun, ia sering mencemaskan istrinya itu. Sampai anak-anak mereka tumbuh membesar, ia masih saja sering menagis jika sang istri hilang kendali. Cinta laki-laki itu benar-benar tulus buat istri yang sudah menemaninya selama 22 tahun.


Arkan duduk di pinggir ranjang sang Mama. Dan mulai menceritakan apa yang mereka lihat tadi. Dan itu juga yang membuat Mama Dara hilang kendali, padahal sudah cukup lama sang Mama tenang dan tak pernah hilang kendali, ini pertama kali lagi setelah bertahun wanita paruh baya itu kehilangan kendali, hanya karena melihat gadis yang ia tak kenal sedang di kasari oleh seorang laki-laki asing.

__ADS_1


"Apa mungkin itu benar-benar adik kalian?" Kata Papa Adam penuh harap.


Meski ia tak pernah melihat wajah sang putri yang hilang 17 tahun yang lalu, tapi dia juga sangat merindukan anak perempuannya itu.


"Arkan juga tidak tau, Pa, tapi Arkan benar-benar berharap jika itu memang adik Arkan yang hilang... Arkan juga sangat merindukan dia, Arkan berharap adik masih hidup, Pa." Ujar Arkan kembali berkaca.


"Bagaimana jika kita cari saja gadis yang kakak temukan tadi itu?" Saran Frey yang sedang merebahkan diri sambil memeluk tubuh Mama Dara yang belum sadar.


"Iya, Papa juga setuju dengan saran Frey, bagaimana jika kita mencari gadis tadi?" Papa Adam menyetujui saran dari putranya untuk mulai mencari keberadaan Ayya.


"Tapi kita mau memulai pencarian dari mana, kak?"


"Dari mini market dan sekitaran sana," jawab Arkan. Karena ia yakin jika gadis yang dia temui tadi tak jauh dari lokasi mini market itu.


"Baik, Papa juga setuju."


Akhirnya mereka sepakat untuk mencari keberadaan gadis tadi, yang ternyata memang benar adalah adik mereka.


,,,


Sudah satu jam Ayya berada di dalam kamar mandi dengan tubuh yang lebam di sekujur tubuhnya.


Dor Dor Dor


"Ayya!! Kau jangan mencoba untuk mencabar kesabaran-ku!!" Teriak Aldi menggedor pintu kamar mandi, saat gadis itu tak kunjung keluar dari sana.


Gadis di dalam semangkin ketakutan mendengar Aldi menggila sambil menggedor-gedor pintu.


BRAK!!!!


"Ayya!!!"


Aldi murka menendang pintu dan masuk ke dalam dengan kedua bola mata yang memerah karena marah.


"SINI KAU!!!" Pekik Aldi menarik rambut gadis itu dan menyeretnya keluar dari kamar mandi.


"ARKHH!!!" Gadis itu berteriak kesakitan memegang tangan suaminya sambil bercucuran air mata.

__ADS_1


Ia tak pernah membayangkan jika hidupnya akan berakhir dengan sangat tragis seperti sekarang.


__ADS_2