Kekasihku CEO Gila

Kekasihku CEO Gila
KCG#10


__ADS_3

Pagi harinya, Aileen sudah bangun dari tidurnya, dia keluar dari kamar mandi setelah mencuci muka serta gosok gigi. Aileen melihat ada Gara yang tengah tidur meringkuk di atas kursi yang ada di ruang tamu miliknya.


"Biarlah, mungkin dia masih ngantuk." ucap Aileen tak ingin membangunkan Gara.


Aileen memutuskan untuk pergi ke rumah paman Joko untuk menjemput Fatin karena hari ini Fatin harus masuk sekolah, jadi dia harus segera memandikan dan menyiapkan perlengkapan sekolah Fatin yang lainnya.


"Assalamualaikum, Fatin ayo pulang nak, kamu hari ini harus sekolah." ucap Aileen masuk ke dalam rumah pamannya yang pintu rumahnya memang sudah terbuka.


"Waalaikum salam." balas seseorang dari dalam.


"Fatin mana bi?" tanya Aileen pada bibinya, istri paman Joko yang bernama bibi Lukah.


"Itu dia di kamar mandi, tadi bibi suruh mandi saja sekalian biar nanti tinggal pakai seragam aja waktu kamu menjemputnya." jawab bibi Lukah.


"Makasih ya Bi, maaf Aileen jadi merepotkan kalian." balas Aileen merasa tidak enak.


"Kamu ngomong apa sih, kalian berdua itu sudah bibi anggap seperti anak bibi sendiri. Bibi minta maaf ya sama kamu karena kemarin gak bisa nolongin kamu dari kegilaan pamanmu itu."


"Iya bi gak papa, mungkin memang ini semua sudah menjadi takdir Aileen." balas Aileen.

__ADS_1


"Buna udah datang." Fatin baru keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang kebesaran di tubuhnya.


"Aduh cantiknya Buna udah mandi nih, ayo pamit sama bibi kita pulang, kamu harus segera pergi ke sekolah." balas Aileen mengajak Fatin pulang.


"Bibi Fatin pulang dulu ya, nanti kalau Fatin udah pulang dari sekolah Fatin main ke sini lagi." pamit Fatin pada bibi Lukah.


"Iya sayang, kamu nanti yang pintar ya di sekolah, biar dapat rangking lagi." balas bibi Lukah.


"Siap bibi, Fatin kan pintar, jadi Fatin pasti nanti akan mendapatkan ranking lagi." balas Fatin.


Ya, saat ujian semester ganjil kemaren Fatin mendapatkan peringkat kedua di kelasnya. Meskipun bukan peringkat pertama, tapi Aileen sangat bangga dengan Fatin. Bagi Aileen Fatinlah yang paling pintar.


"Iya bibi, Assalamualaikum." salam Fatin.


"Waalaikum salam." balas bibi Lukah.


"Aileen pulang dulu Bi," pamit Aileen.


"Iya, nanti kalau ada apa apa jangan sungkan sungkan bilang sama bibi ya." balas bibi Lukah dan langsung di angguki oleh Aileen.

__ADS_1


Aileen pun membawa Fatin pulang ke rumahnya, dia merasa bersyukur karena masih memiliki keluarga yang sebaik paman Joko dan bibi Lukah.


Meskipun mereka bukan orang tua kandungnya, tapi mereka sangat menyayangi Aileen seperti anak kandung mereka sendiri, jadi Fatin dan Aileen sangat nyaman saat bersama mereka berdua.


"Assalamualaikum." ucap Fatin saat memasuki rumahnya.


"Waalaikum salam, Fatin jangan keras keras nanti Om Gara bangun." tegur Aileen.


"Loh, Om Gara masih tidur Bun?" tanya Fatin.


"Iya sayang, Om Gara mungkin masih ngantuk karena semalam tidurnya larut malam." jawab Aileen.


"Udah yuk kita ke kamar ganti seragam." lanjut Aileen mengajak Fatin untuk memakai seragam sekolah.


Aileen pun membantu Fatin memakai seragam sekolahnya, meskipun sebenarnya Fatin sudah bisa sendiri, tapi Aileen tetap membantu Fatin untuk memakainya.


"Kamu tunggu di sini dulu ya, Buna mau buat nasi goreng buat kita sarapan." ucap Aileen menyuruh Fatin agar duduk di meja makan.


"Siap Buna." balas Fatin dan duduk anteng di sana.

__ADS_1


...***...


__ADS_2