Kekasihku CEO Gila

Kekasihku CEO Gila
KCG#76


__ADS_3

"Sayang hei, dengerin aku." Gara memegang kedua pipi Aileen agar menatap dirinya.


"Aku tadi lapar, kan makanan aku kamu ambil, maaf ya kalau aku salah. Lagian kamu juga tadi kan udah makan, masak udah lapar lagi sih?" lanjut Gara.


"Aku masih lapar, aku pengen makan mie punya kamu." balas Aileen sambil tangannya mengelap air matanya dengan kasar.


"Sekarang masih mau lagi?" tanya Gara tangannya membantu Aileen untuk mengelap air matanya.


Aileen pun mengangguk karena memang dirinya menginginkan mie milik Gara.


"Ya sudah ayo kedepan, tapi tinggal sedikit karena tadi sebagian udah aku makan." ajak Gara.


"Iya gak papa." Aileen langsung berdiri dan menyeret tangan Gara keluar dari kamar menuju meja makan.


Sampai di sana Aileen langsung menyantap mie instan punya Gara yang tinggal setengah.


Gara yang melihat tingkah Aileen hanya menggelengkan kepalanya saja, dia heran dengan tingkah Aileen akhir akhir ini yang sangat aneh.


"Aku kedepan dulu ya mau lihat Fatin." pamit Gara ingin melihat Fatin yang saat ini tengah belajar.


Aileen membalasnya dengan anggukan kepala karena mulutnya penuh dengan mie instan milik Gara.


Gara pun pergi setelah mendapatkan izin dari Aileen, sebelum pergi tangan Gara mengelus rambut Aileen dan setelah itu dia segera pergi untuk melihat Fatin.


"Gimana belajarnya sayang?" tanya Gara setelah duduk di samping Fatin.


"Ayah, ini gimana cara ngerjain nya, Fatin gak ngerti?" tanya Fatin pada Gara.


Saat ini Fatin tengah belajar matematika, dia sedang mengerjakan latihan soal agar nanti ketika waktu ujian tiba dia bisa mengerjakan soal soal dengan baik dan benar.


"Yang mana hmm?" tanya Gara melihat soal yang ada di buku Fatin.


"Yang ini yah." balas Fatin menunjukkan soal yang tidak dia mengerti.


Gara pun membaca soal yang Fatin tunjuk, ternyata itu adalah sebuah pembagian dan perkalian. Pantas saja Fatin tidak mengerti, karena memang angkanya cukup besar untuk Fatin hitung untuk anak seumuran Fatin.


"Nah jadi gini, ini kan ada perkalian, pertambahan sama pembagian, kalau dalam sebuah soal matematika seperti ini, yang harus di dahulukan adalah perkalian sama pembagian dulu. Dan mengerjakan matematika itu dari kiri, jadi 12 x 2 + 8 :4 adalah...." Gara pun mulai menjelaskan bagiamana cara mengerjakan soal itu kepada Fatin.


"Ini Fatin harus mengerjakan 12 x 2 dulu, ayo coba berapa 12 x 2? tanya Gara menyuruh Fatin agar mengerjakan yang perkalian terlebih dahulu.

__ADS_1


"Eemm...." Fatin pun mulai menghitung jumlah dari 12 x 2.


"24 yah." jawab Fatin setelah menemukan hasilnya.


"Nah pinter anak ayah, sekarang mana lagi yang harus di kerjakan. Kuncinya adalah perkalian dan pembagian di dahulukan dan mengerjakannya di mulai dari kiri." Gara bertanya lagi kepada Fatin.


"Eemmm.... pembagian dulu yah." jawab Fatin.


"Pintar anak ayah, berarti sekarang 8 : 4 berapa hayo?" tanya Gara lagi.


"2 ayah." jawab Fatin.


Kalau perkalian dan pembagian angka satuan Fatin memang sudah hafal, tapi kalau angka belasan ke atas Fatin harus menghitungnya terlebih dahulu.


"Pintar, berarti sekarang Fatin harus mengerjakan apa lagi?" tanya Gara lagi tak lupa dia selalu memberikan pujian untuk Fatin agar membuat Fatin semakin bersemangat untuk belajar.


"Pertambahan yah." jawab Fatin.


"Nah sekarang hasilnya dari 12 x 2 dan 8 : 4 tadi kamu tambahkan, berapa tadi?" suruh Gara.


"12 x 2 sama dengan 24, sedangkan 8 : 4 sama dengan dua. Jadi 24 + 2 sama dengan...." Fatin menghitung lagi dengan jari tangannya.


"Sama dengan 26 yah." ucap Fatin setelah menemukan jawabannya.


"Nah pinter banget sih anak ayah, pokoknya nanti kalau Fatin jadi juara satu ayah akan ajak Fatin jalan jalan." balas Gara.


"Janji ya ayah?"


"Iya sayang ayah janji." balas Gara.


"Aduh lagi ngapain nih, kok sepertinya seru banget. Buna gak di ajak nih?" ucap Aileen yang baru datang menghampiri mereka berdua.


"Buna, kata ayah nanti kalau Fatin dapat juara satu Fatin bakal di ajak jalan jalan sama ayah." ucap Fatin memberitahukan janji Gara kepada Fatin.


"Wah benarkah, apakah nanti Buna juga di ajak?"


"Gimana yah, Buna nanti boleh ikut kan?" tanya Fatin kepada Gara.


"Emmm... boleh gak ya...." Gara pura pura berfikir.

__ADS_1


"Boleh ya yah, kasian Buna kalau di tinggal sendiri di rumah." mohon Fatin.


"Iya nanti Buna juga ikutan, jadi nanti kita jalan jalan bersama."


"Horeee kita jalan jalan bareng, ayah nanti kita pergi ke mall ya." pinta Fatin.


"Iya sayang, nanti ayah ajak kamu pergi kerja Timezone." balas Gara mengiyakan permintaan Fatin.


"Horeee, terimakasih ayah." senang Fatin.


"Mas, emang kamu ada uang mau ajak kita jalan jalan, kamu kan sekarang jarang ngojek?" tanya Aileen setelah Fatin kembali lagi fokus mengerjakan soal soal latihan.


"Ya kan uang yang hasil jual rumah masih banyak yang." jawab Gara santai.


"Astaga mas, nanti kalau buat jalan jalan terus yang ada uang itu bakalan habis, seharusnya uang itu kita buat untuk buka usaha." balas Aileen.


"Ya gak papa yang sekali kali jalan jalan keluar tempat yang mewah, ya kan kamu sendiri yang gak mau buka usaha, kamu maunya tetap kerja di tempat ibu Maya." balas Gara.


"Ya tapi kan sebaiknya kita hemat uangnya mas,"


"Udah gak papa sekali doang, nanti aku kerja lagi kalau uangnya udah habis." balas Gara.


Aileen tidak tahu saja kalau selama ini uang yang ada di ATM miliknya selalu bertambah karena Gara selalu mengirimkan uang ke ATM Aileen dengan jumlah yang banyak.


Beruntungnya dulu saat daftar membuat ATM Gara menggunakan nomor telfonnya, jadi kalau ada notifikasi dari bank Gara yang lihat bukan Aileen.


Toh Aileen juga jarang mengecek akun M-banking miliknya, jadi aman aman saja kalau tiba tiba Gara mentransfer uang ke ATM Aileen.


"Huh ya sudahlah kalau itu mau kamu, awas aja nanti kalau uang kamu udah habis aku gak mau ikut ikutan." balas Aileen tak mau ikut campur.


"Udah kamu sekarang gak usah pikirkan masalah keuangan, itu menjadi urusan aku. Kamu hanya perlu fokus dengan rumah tangga kita saja." balas Gara.


"Iya mas Gara sayang, aku gak mau kerja lagi nanti aku bakal bilang sama ibu Maya kalau aku keluar dari toko."


"Nah gitu dong, kenapa gak dari dulu aja memutuskannya, kalau kamu gak kerja kan aku bisa berduaan terus sama kamu." balas Gara yang malah senang kalau Aileen tidak bekerja.


Aileen sudah memutusnya semalam, karena dia tidak baik juga kalau statusnya tetap bekerja tapi dia sudah jarang masuk kerja. Ingin masuk kerja tapi Aileen malas masuk, entahlah kenapa, padahal dulu dia sangat semangat bekerja, tapi sekarang malah males.


...***...

__ADS_1


__ADS_2