Kekasihku CEO Gila

Kekasihku CEO Gila
KCG#58


__ADS_3

"Masih takut?" tanya Gara menghadap ke arah Aileen sambil tangannya membelai rambut Aileen dengan penuh perasaan.


"Entahlah kenapa aku takut banget sama ketinggian, sekarang aja rasanya masih terbayang bayang." balas Aileen menatap Gara juga.


Saat ini posisi mereka sedang tiduran di atas ranjang dan saling berhadapan satu sama lain.


"Lain kali, kalau gak bisa itu jangan di paksa ya, aku gak mau kamu jadi ketakutan seperti tadi."


"Iya aku tahu, cuma tadi keadaannya berbeda. Fatin sedari kecil ingin merasakan momen kebersamaan seperti tadi, jadi aku gak ada pilihan lain selain menyetujui permintaan Fatin." balas Aileen.


"Dengan mengorbankan diri kamu sendiri?"


"Fatin adalah belahan jiwaku, dia adalah penyemangatku selama ini, jadi sebisa mungkin aku akan berusaha untuk menuruti keinginannya meskipun itu berbahaya buat aku." jawab Aileen membuat Gara tersenyum sinis.


"Apakah kamu memikirkan perasaanku, aku khawatir dengan keadaan kamu yang seperti tadi, aku takut kamu kenapa kenapa." balas Gara dengan nada yang tidak bersahabat.


Bahkan saat ini tangan Gara sudah tidak lagi berada di atas kepala Aileen.


"Maaf, bukan maksud aku membuat kamu khawatir, aku hanya ingin Fatin bahagia saja." balas Aileen sedu dan tidak berani menatap Gara.


"Aku tahu kamu sangat menyayangi dia, tapi kamu juga harus bisa membedakan mana yang baik dan buruk. Aku tadi emang tidak melarang kamu, karena aku pikir kamu bisa mengatasinya dan ketakutan kamu juga aku kira tidak separah tadi." Gara menjeda ucapannya.


"Bahkan sampai saat ini aja, lihat tangan kamu ini masih bergetar, kamu masih merasakan ketakutan itu." lanjut Gara.


Gara memang tidak tahu kalau ketakutan yang Aileen alami itu akan separah tadi, Gara kira Aileen takut ketinggian itu hanya sekedar takut aja jadi dia membiarkan saja Aileen ketika ikutan naik. Mungkin kalau tahu kejadiannya akan seperti tadi dia tidak akan mengizinkan Aileen ikutan.


Bahkan Gara juga menyesal karena tadi dirinya juga ikutan memaksa Aileen ikutan naik, karena dia pikir dia bisa menenangkan Aileen ketika naik bianglala, tapi nyatanya tidak seperti itu.


"Maaf." hanya itu yang Aileen ucapkan.


Aileen melirik tangannya yang terlihat masih bergetar, padahal dia sudah berusaha keras untuk menutupinya.


"Sudahlah aku gak mau kejadian yang tadi terulang lagi, maaf karena sudah marah marah sama kamu barusan. Aku terlalu takut kamu kenapa kenapa, sudah ayo kita tidur ini sudah malam." ajak Gara membawa Aileen ke dalam pelukannya dan dia pun mulai memejamkan matanya.


Aileen yang ada di dalam dekapan Gara pun bisa merasakan bagaimana dentuman jantung Gara yang sangat keras. Aileen bergerak mendongakkan kepalanya untuk melihat ke wajah Gara.


Dan terlihat di sana Gara sudah memejamkan matanya rapat, sepertinya Gara sudah tertidur, pikir Aileen.


"Maaf sudah membuat kamu khawatir, tapi kenapa kamu malah memarahiku bukannya menenangkan ku." ucap Aileen menatap wajah Gara.


Gara yang memang belum sepenuhnya tertidur pun mendengar ucapan Aileen, senyum Gara terbit dan....

__ADS_1


Cup.


Lagi dan lagi Gara mencuri ciuman Aileen yang membuat mata Aileen melotot.


"Kamu mau aku tenangkan seperti apa hmm?" tanya Gara sambil menggoda Aileen.


"Auw, sakit ai." ringis Gara karena Aileen mencubit perutnya yang kotak kotak.


"Perut kamu kok keras banget sih?" tanya Aileen yang malah salah fokus ke perut yang dia cubit tadi.


Tangan Aileen melah semakin mengelus perut kotak kotak Gara, dan dia bisa merasakan ada enam kotak yang ada di perut Gara.


"Sayang jangan pancing aku deh." geram Gara karena tangan Aileen sangat nakal.


"Iih kotaknya ada enam." Aileen tak menghiraukan ucapan Gara.


Aileen bangun dan menyibakkan baju tidur Gara untuk melihat perut kotak kotak Gara yang menarik perhatiannya. Bahkan Aileen sekarang sudah lupa dengan rasa takutnya tadi karena semuanya teralihkan ke perut kotak kotak Gara.


"**1* kamu sudah mulai nakal sayang." umpat Gara yang melihat Aileen memperhatikan perutnya.


Aileen tak mendengarkan umpatan Gara, dia terlalu terpesona dengan perut Gara.


"Ya kan aku olah raga terus sayang." balas Gara menikmati wajah Aileen yang tengah memperhatikan perutnya.


Tangan Aileen menusuk nusuk perut Gara karena dia sangat penasaran dengan kerasnya perut Gara.


"Tangan kamu nakal banget sih Aileen, aku makan kamu baru tahu rasa." Gara bangkit dan memegang tangan Aileen.


Cup.


Karena sudah tidak bisa menahannya lagi, Gara langsung mencium bibir Aileen yang sedari tadi dia lihat terbuka karena terpesona dengan perut sixpack miliknya.


"Eemmhh...." Aileen memberontak meminta Gara untuk melepaskan ciumannya.


Hos hos hos.


Nafas Aileen tersengal sengal setelah Gara melepaskan ciuman mereka.


"Kamu suka banget sih curi ciumanku." Aileen menatap Gara tajam.


"Ya elah ai, orang cuma beberapa kali doang. Lagian juga kamu menikmatinya." balas Gara tak merasa bersalah.

__ADS_1


"Beberapa kali apanya, kamu sering ya curi ciumanku, bahkan saat aku tidur pun kamu melakukannya." tak terima Aileen.


"Loh kok kamu tahu?" heran Gara karena seingatnya Aileen waktu dia mencuri ciumannya itu dia dalam keadaan tidur.


"Ya aku itu hanya pura pura tidur aja." tanpa Aileen sadari dia membuka rahasianya.


"Oooh jadi selama ini kamu hanya pura pura tidur aja, terus kalau kamu cuma pura pura tidur, kamu kok gak bangun dan marah sama aku, dan yang ada malah kamu hanya diam saja?"


Nah Lo, kena kan.


"Ehh, i-itu...." ah Aileen jadi teringat di mana dia pertama kali melihat tubuh telanj*** Gara.


"Jangan bilang kalau aku ganti baju itu kamu juga sebenarnya hanya pura pura tidur aja?" tebak Gara yang seketika membuat mata Aileen melotot.


"Ma-mana ada." gagap Aileen.


"Kamu kok gugup gitu, berarti emang iya dong." goda Gara.


"Bu-bu...."


"Udah santai aja, lagian juga aku suami kamu jadi sah sah aja kamu lihat tubuh aku. Mau lihat lagi gak, seperti semalam." potong Gara yang saat ini sudah berdiri dan melepaskan kancing baju tidurnya.


"Kamu mau ngapain?" panik Aileen yang melihat tingkah Gara.


"Mengulangi yang semalam." jawab Gara santai.


Gara membuka baju dan celana tidurnya hingga sekarang hanya menyisakan celana boxer ketat miliknya.


Mata Aileen melotot dan tenggorokannya juga naik turun karena tak tahan melihat pemandangan yang ada di hadapannya.


"Ngapain cuma di lihat aja, aku bolehin kok kalau kamu mau pegang pegang." ucap Gara yang saat ini sudah kembali tiduran di ranjang.


"Kamu apaan sih, pakai baju kamu nanti kamu bisa masuk angin." suruh Aileen.


"Ssttt... jangan berisik sayang nanti Fatin bisa dengar." balas Gara menyuruh agar Aileen diam.


"Sini naik." Gara memimpin Aileen agar duduk di atas perutnya.


Aileen pun tanpa sadar menuruti permintaan Gara untuk duduk di atas perutnya yang sangat keras.


...***...

__ADS_1


__ADS_2