
"Tapi dia sudah membuat kak Fenny sakit hati Gar, bahkan dia aja tidak tahu kalau dia udah punya anak, hiks." Aileen menangis dalam dekapan Gara.
"Iya aku tahu, kamu kan selalu bilang sama Fatin kita sebagai manusia harus saling memaafkan, kamu gak mau kan nanti kalau Fatin sakit hati lagi?" balas Gara.
Gara harus berusaha agar Aileen bisa memaafkan Joan, kalau sampai Aileen tidak bisa memaafkan Joan dia akan merasa bersalah banget kepada Joan. Apalagi nanti Fatin pasti bakalan sedih karena papa yang baru dia temui ternyata pergi lagi.
"Kamu maafkan Joan ya, kasian loh Fatin. Masak baru bertemu dengan papanya dia harus berpisah lagi." lanjut Gara.
Aileen terdiam mencerna semua apa yang Gara katakan kepadanya, dia merasa benci dan marah kepada Joan, tapi yang di bilang Gara juga ada betulnya. Bagaimana nanti kalau Fatin sedih saat mengetahui papanya Aileen usir, nanti yang ada malah Fatin akan marah kepadanya.
Sedangkan Joan yang ada di sana hanya menundukkan kepalanya saja, dia berharap dalam hatinya semoga Aileen bisa memaafkan dirinya dan tak menjauhkan dirinya dengan Fatin.
Joan tidak menyalahkan Gara, karena dia melakukan itu juga dulu atas kemauannya juga karena dia ingin memperoleh gaji yang besar.
"Kamu maafin Joan ya." ucap Gara lagi dengan lembut.
Perlahan Aileen menggangukkan kepalanya, Gara yang melihat itupun tersenyum. Akhirnya perjuangannya tidak sia sia.
"Terimakasih sayang, kamu harus percaya kepada Joan kalau dia bisa menjadi papa yang baik buat Fatin, aku juga yakin kalau Joan pasti akan bisa membahagiakan Fatin." Gara memeluk tubuh Aileen semakin erat.
__ADS_1
Joan yang mendengar ucapan Gara pun mendongakkan kepalanya menatap Gara dan Aileen. Benarkah dia sudah di maafkan, pikir Joan.
"Apakah kamu sudah memaafkan aku?" tanya Joan kepada Aileen yang masih berada dalam pelukan Gara.
Gara melepaskan pelukannya dan menatap Aileen baru setelah itu dia beralih menatap Joan.
"Sayang kamu di tanyain loh sama Joan." ucap Gara karena Aileen diam saja.
Dalam situasi seperti ini, Gara masih sempat sempatnya membuat dia baper. Pipi Aileen jadi memerah dan jantungnya juga berdetak tak karuan.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Gara memegang dagu Aileen agar melihat ke arahnya.
"Itu Joan tanya loh sama kamu, kamu beneran maafin dia kan?" tanya Gara lagi.
"Iya aku maafin kamu, tapi kamu harus janji jangan buat Fatin sedih." balas Aileen menatap Joan.
Joan tersenyum haru, dia tidak menyangka kalau Aileen akan dengan mudah memaafkan dirinya seperti ini.
"Terimakasih, terimakasih sudah mau menerima dan memaafkan aku. Aku janji akan selalu membahagiakan Fatin dan menyayanginya." balas Joan yakin.
__ADS_1
"Buktikanlah." balas Aileen.
"Udah sana masuk ke kamar anakmu, kau mau tidur sambil peluk dia kan?" suruh Gara mengusir Joan dari hadapannya.
"Iya iya, bilang aja kalau kau mau berduaan sama binimu." balas Joan sewot dan langsung pergi dari sana.
"Dih, sewot." cibir Gara.
Setelah itu Gara mengubah ekspresinya menjadi ramah kembali, dia menatap Aileen yang ada di sampingnya.
"Kita tidur ya, ini udah malam." ajak Gara pada Aileen sang istri.
"Kamu duluan aja, aku mau ke dapur dulu ambil air minum." balas Aileen.
"Ya sudah, aku ke kamar dulu ya." pamit Gara dan di angguki Aileen.
Mereka berdua pun pergi ke tujuan mereka masing-masing, Gara ke kamar dan Aileen pergi ke dapur untuk mengambil air minum.
...***...
__ADS_1