Kekasihku CEO Gila

Kekasihku CEO Gila
KCG#24


__ADS_3

Aileen sudah sampai di tempat kerjanya, saat akan masuk kedalam toko, dia melihat anak bosnya yang biasanya menjadi tempat curhatnya tengah melamun di depan teras rumahnya.


Karena merasa penasaran, Aileen pun memutuskan untuk menghampiri anak bosnya tersebut.


"Assalamualaikum mbak." salam Aileen.


"Waalaikum salam, Aileen kamu kok udah di sini." jawabnya kaget.


"Aileen tadi liat mbak Rumi melamun, jadinya ya Aileen memutuskan untuk ke sini sebelum buka toko." jawab Aileen.


"Sini duduk dulu, mumpung ibu gak ada." suruh Arumi agar Aileen duduk di sebelahnya.


Aileen pun menuruti perintah Arumi anak bosnya.


"Mbak Rumi kenapa, kok kayak banyak fikiran seperti itu?" tanya Aileen lembut.


"Hiks hiks, mas Bara gugat cerai aku leen, besok acara persidangan kita berdua." jelas Arumi sambil menangis.


"Astaghfirullah, kenapa bisa mas Bara gugat cerai mbak Rumi, apakah ada masalah yang besar di antara kalian, kenapa kalian tidak membicarakannya baik baik saja mbak?" kaget Aileen.


"Tidak leen, ini sudah keputusan mas Bara. Mas Bara lebih memilih selingkuhannya dari pada aku."


"Aku yang salah di sini leen, aku gak bisa memberikan keturunan buat mas Bara, sehingga mas Bara memilih wanita lain yang di pilihkan keluarganya." lanjut Arumi sambil menangis.


"Ya Allah mbak yang sabar ya, berarti keluarga mas Bara mendukung keputusan mas Bara mbak?" tanya Aileen penasaran.


"Iya, bahkan ini semua berawal dari mereka. Sejak awal memang mereka tidak ada yang suka sama aku, apalagi aku yang sampai saat ini belum bisa memberikan mereka cucu yang membuat mereka semakin membenciku." jawab Arumi.


"Ya Allah mbak Rumi yang sabar ya, mbak Rumi banyak banyak berdoa sama Allah. Percayakan semuanya sama Allah, kalau memang ini sudah menjadi takdir mbak Rumi berarti memang mas Bara bukan jodoh mbak Rumi."


"Aileen yakin, pasti nanti akan ada hikmah dibalik ini semuanya mbak." lanjut Aileen menenangkan Arumi.


"Iya Leen amin, terimakasih ya kamu sudah selalu ada saat aku membutuhkan sandaran seperti ini, aku juga mau sekalian pamit sama kamu."


"Mau pamit kemana mbak?"


"Aku besok setelah persidangan akan langsung berangkat keluar kota untuk mengurus bisnis mama yang ada di sana, sekalian aku juga mau cari suasana yang baru di sana." ucap Arumi.

__ADS_1


"Kalau itu sudah menjadi keputusan mbak Rumi, Aileen hanya bisa mendoakan yang terbaik buat mbak Rumi, semoga nanti mbak di sana bisa menemukan seseorang yang mencintai mbak dengan tulus tanpa memandang kekurangan mbak Rumi."


"Aamiin leen, makasih ya."


"Oh iya katanya kamu sudah menikah, nanti boleh kan aku ikut kamu ke rumah kamu? Aku sebelum pergi pengen ketemu Fatin dulu, sudah lama aku tidak bertemu Fatin jadi kangen." pinta Arumi.


"Iya mbak boleh kok silahkan." balas Aileen mengizinkan.


Mbak Aileen pamit buka toko dulu ya, takutnya nanti ibu pulang dan lihat Aileen malah asik ngobrol di sini sama mbak Rumi." lanjut Aileen pamit.


"Iya Leen, terimakasih ya nanti aku pasti kangen banget deh sama kamu." balas Arumi mengizinkan.


"Sama mbak, Aileen juga akan kangen sama mbak Rumi dan kangen juga kebaikan mbak Rumi pastinya." balas Aileen.


"Nanti aku kasih kamu nomor telfon aku ya, mungkin nanti kamu kalau sudah punya handphone lagi kamu bisa hubungi aku lagi."


"Iya mbak nanti kasih saja ke Aileen, kalaupun nanti Aileen belum punya handphone Aileen bisa numpang pinjam handphone paman atau bibi." balas Aileen.


Setelah itu Aileen langsung pergi kembali untuk membuka toko, Aileen mulai bekerja dengan membereskan meja dan kursi kursi agar nanti kalau ada pembeli yang datang tempatnya sudah rapi.


Setelah selesai Aileen langsung pergi untuk menyiapkan makanan yang sudah matang akan dia jual agar nanti dia mudah mengambilnya saat ada pembeli.


Dan setelah selesai semuanya, kebetulan ada pembeli yang baru saja datang, Aileen pun langsung melayani pembeli itu dengan ramah.


...**...


Gara sudah berada di depan sekolah Fatin untuk menjemput Fatin pulang sekolah, sedari tadi dia hanya mondar mandir saja bawa motor karena dia bingung harus melakukan apa.


"Kok lama banget ya gak keluar keluar, mana banyak ibu ibu yang lihatin aku lagi." gumam Gara sambil melihat jam tangan bermerek yang melingkar di tangannya.


"Ehh itu siapa kok ganteng banget?"


"Kayaknya itu ayah baru Fatin deh, soalnya kemaren aku lihat dia menjemput Fatin saat pulang sekarang."


"Iya itu kayaknya ayah Fatin, soalnya tadi pagi dia juga yang sudah mengantarkan Fatin ke sekolah."


"Kok mau ya dia sama Aileen, secarakan gitu dia tampan, sedangkan Aileen janda anak satu."

__ADS_1


"Kok janda sih Bu, Aileen kan bukan janda, Fatin kan anak kakaknya Aileen."


"Ya sama aja, orang sekarang Fatin sudah Aileen anggap jadi anak sendiri kok."


"Untung saja Fenny meninggal, coba kalau tidak pasti sampai sekarang dia masih suka di ejek oleh orang orang karena hamil di luar nikah."


"Astaghfirullah hallazim, ibu kalau ngomong jangan seperti itu, orang meninggal itu di doakan bukannya malah bersyukur seperti itu."


Dan bla bla bla....


Emang di manapun kalau kaum perempuan sudah berkumpul pasti ujung ujungnya akan berghibah juga. Mungkin kalau tidak berghibah ya pasti makan makan, emang ya mulut perempuan itu gak bisa diam.


Ada satu pernyataan ibu ibu itu yang mengganjal di pikiran Gara, yaitu soal kakak Aileen yang hamil di luar nikah.


"Jadi Fatin itu...." Gara tak melanjutkan lagi ucapannya saat melihat di barisan paling utama anak anak keluar dari sekolah itu adalah Fatin.


Fatin tersenyum sangat manis menatap ke arah Gara yang dapat membuat hati Gara menghangat.


"Ayah janji akan menjadi ayah yang baik buat kamu dan adik adik kamu nanti." janji Gara dalam hati sambil memandang Fatin yang berjalan ke arahnya.


"Ayah...." pangil Fatin saat sudah sampai di depan Gara.


"Halo sayangnya ayah, gimana tadi sekolahnya hmm, apakah menyenangkan?" balas Gara menyapa Fatin.


Gara membantu Fatin naik di depannya dengan posisi berdiri.


"Senang dong ayah, apalagi sekarang Rafa sudah tidak lagi jahat sama Fatin. Rafa sekarang baik banget sama Fatin, tadi aja Fatin di belikan snack di kantin sama Rafa." jawab Fatin dengan raut wajah yang bahagia.


"Bagus dong, berarti sekarang sudah tidak ada lagi yang gangguin Fatin kan?"


"Iya ayah, semuanya pada baik sama Fatin, karena kata mereka Fatin sudah punya ayah jadi Fatin boleh berteman dengan mereka semua."


Deg.


Kenapa anak sekecil Fatin harus sudah merasakan perbedaan yang selama ini teman teman sekolahnya buat, yang tidak punya ayah tidak boleh berteman dengan mereka. Miris sekali.


...***...

__ADS_1


__ADS_2