
Joan sudah sampai di kampung Aileen, dia langsung menyuruh Arumi untuk menjemput Fatin pulang dari sekolah karena ini memang sudah waktunya Fatin pulang dari sekolah.
Sedangkan Joan langsung pergi menuju rumah Aileen sebelum nanti Agnes yang lebih dulu datang ke rumah Aileen.
"Sayang kamu nanti langsung ke rumah Aileen aja ya." suruh Joan kepada Arumi.
"Iya mas, kamu hati hati ya." balas Arumi.
"Iya sayang." balas Joan.
Mereka berdua pun berpisah, Joan pergi ke rumah Aileen sedangkan Arumi pergi ke sekolahan tempat Fatin belajar.
...**...
Sementara itu di rumah Aileen, Gara tengah di suruh pergi oleh Aileen untuk membelikan kerupuk bawang karena Aileen ingin makan dengan krupuk bawang.
Gara yang tidak bisa menolak permintaan Aileen pun pergi meninggalkan Aileen sendiri di rumah.
Tok tok tok.
Pintu rumah Aileen di ketuk membuat Aileen segera membukakan pintu karena takut membuat tamunya menunggu lama.
"Iya sebentar."
Ceklek.
Aileen membuka pintu rumahnya, dan di sana dia bisa melihat kalau ada seorang wanita cantik yang berpakaian mini dan juga riasan wajah yang sangat menor.
"Maaf cari siapa ya?" tanya Aileen bingung karena seingat Aileen dia tidak ada mempunyai tamu, apalagi yang tamunya modelan seperti ini.
Bukannya menjawab, wanita itu malah mengganti penampilan Aileen dari atas hingga ujung kakinya dengan pandangan yang meremehkan.
"Kenapa Gara bisa mau ya menikah sama orang kampungan seperti kamu." ucap wanita itu menghina Aileen.
"Maaf maksud kamu apa ya bicara seperti itu?" balas Aileen.
"Perkenalkan, nama saya Agnes Anggun Purnomo, saya adalah calon tunangan Gara dan saat ini saya juga tengah mengandung anak Gara. Jadi saya datang ke sini untuk menjemput Gara pulang."
JEDEEER.
Bagiamana di sambar petir di siang bolong, Aileen merasa sudah tidak bisa lagi berdiri menopang tubuhnya setelah mendengar apa yang wanita di hadapannya itu katakan.
__ADS_1
Jadi ini maksud yang Gara katakan kepadanya untuk tidak meninggalkan Gara meskipun Gara ada berbuat kesalahan, pikir Aileen.
"Saya minta sama kamu tinggalkan Gara karena dia gak pantas buat kamu yang kampungan seperti ini." lanjut wanita itu yang ternyata adalah Agnes menghina Aileen.
"Sudah stop, saya tidak percaya dengan apa yang kamu katakan, silahkan pergi dari sini." usir Aileen, Aileen mencoba untuk tidak percaya dengan wanita yang ada didalam hadapannya ini.
Bisa jadikan kalau wanita ini bohong dan dia berniat ingin menghancurkan rumah tangga Aileen.
"Oh kamu gak percaya, nih aku kasih lihat foto aku sama Gara." Agnes membuka handphonenya dan memperlihatkan foto kebersamaan dia dengan Gara.
"Tidak itu tidak mungkin, ini pasti editan." sangkal Aileen tak mudah percaya dengan apa yang wanita itu katakan.
"Hei seharusnya kamu itu sadar diri, kamu itu wanita kampung sedangkan Gara adalah seorang CEO di sebuah perusahaan besar, jadi kamu mana cocok sama dia. Dia mau menikahi kamu itu hanya karena merasa hutangku Budi karena kamu sudah menolongnya." ucap Agnes.
"Maksud kamu, Gara itu orang kaya?" tanya Aileen.
"Ya dia adalah orang kaya, pasti kamu gak tahu kan kalau dia adalah pemilik perusahaan S2X, perusahaan terbesar di negara ini?" tanya Agnes dan di balas gelengan kepala oleh Aileen.
"Tuh kan kamu gak tahu, dia menyembunyikan semuanya dari kamu karena dia takut kalau kamu tahu dia kaya kamu akan meminta uang dia." lanjut Agnes.
Agnes akan terus mengatakan kalimat kalimat yang nanti bisa membuat Aileen tidak percaya lagi dan marah kepada Gara, dan setelah itu Agnes yakin kalau Gara akan dengan mudah menceraikan Aileen dan akan menikah dengan dirinya karena dia sudah membantu Gara terlepas dari pernikahan paksa ini.
Air mata Aileen tak bisa di tahan lagi, dia tidak menyangka kalau Gara akan sejahat itu kepadanya. Seharusnya Aileen sadar dari awal kalau Gara itu sangat mencurigakan karena tiba tiba bisa memiliki uang sebanyak itu.
"Silahkan kamu pergi dari sini, Gara juga tidak ada di sini." usir Aileen dan tanpa menunggu balas dari Agnes Aileen langsung menutup pintu rumahnya dengan keras.
Brak.
"E... dodol dodol." latah Agnes karena Aileen menutup pintu dengan kencang di depan wajahnya.
"Yes sepertinya aku berhasil, nah sekarang saatnya pergi cari Gara untuk aku ajak pulang ke kota." senang Agnes karena rencananya berhasil.
"Mau apa kamu di sini?" tanya Gara membuat Agnes langsung membalikkan tubuhnya untuk menatap Gara yang ada di belakangnya.
"Gara, akhirnya aku berhasil menemukan kamu, ayo kita pulang aku sudah berhasil membuat wanita itu membencimu dan aku yakin pasti dia akan langsung melepaskan kamu, jadi kamu bisa bebas dari pernikahan paksa ini." ajak Agnes dengan pede nya.
"Apa yang sudah kamu katakan kepada istriku Hah?" marah Gara mendengar kalau Agnes sudah membuat Aileen membenci dirinya.
Gara berjalan mendekati Agnes dan memegang kerah yang ada di kemeja Agnes.
"Apa yang lo katakan kepada istriku?" tanya Gara lagi dengan tatapan yang tajam.
__ADS_1
"A-aku tidak...." gagap Agnes karena Gara marah kepadanya.
Agnes tidak menyangka kalau Gara akan marah kepadanya, Agnes kira Gara malah akan bilang terimakasih kepadanya karena sudah menolong Gara.
"Kalau sampai terjadi sesuatu dengan istriku, tak akan aku biarkan ****** sepertimu hidup berkeliaran di dunia ini." Gara semakin mendekatkan tangannya ingin mencekik Agnes.
"Gar udah Gar, nanti dia bisa mati." Joan mencoba melepaskan tangan Gara tapi Gara tak menghiraukan perkataan Joan.
Bagi Gara siapapun yang sudah mengusik kehidupan keluarganya, maka tidak akan dia biarkan orang itu hidup.
"Aku kasih tahu kamu, jangan pernah menyentuh istriku atau kau akan...."
"Gar udah Gar, dia bisa mati." Joan berusaha keras menarik tangan Gara yang sekarang sudah mencekik leher Agnes.
Sedangkan Agnes sudah tidak bisa lagi membuka suaranya karena cekikikan yang Gara berikan kepadanya.
"Aku gak peduli, dia udah nyakitin hati istriku." balas Gara tetap melanjutkan mencekik leher Agnes, bahkan leher Agnes sampai hampir keluar seperti anj***.
"Gara."
Mendengar ada seseorang yang memanggilnya, Gara langsung melepaskan tangannya dari leher Agnes dan Agnes pun langsung pingsan saat itu juga.
"Sayang." Gara langsung mendekat ke arah jendela yang di dalamnya ada Aileen yang tengah mengintip mereka dari dalam.
Sedangkan Joan langsung memerintahkan anak buahnya untuk membawa Agnes ke rumah sakit sebelum nanti ada orang yang melihat keadaan Agnes.
"Sayang kamu jangan percaya sama omongan dia ya, dia bohong aku tidak seperti itu." ucap Gara dari luar jendela.
Aileen tak menghiraukan Gara, dia menjauh dan menutup jendela rumahnya dengan gorden agar Gara tidak bisa melihatnya.
"Sayang sayang."
Tok tok tok.
"Sayang dengerin aku dulu." teriak Gara memohon agar Aileen membuka gordennya kembali.
...***...
Kurang greget gak sih?
maaf ya kalau kurang, author bisanya hanya segini😁🙏
__ADS_1