
"Ayah, ayah kenapa bengong?" tegur Fatin menyadarkan Gara dari lamunannya.
"Hah, iya sayang. Kita pulang aja yuk, nanti ayah mau ajak Fatin jalan jalan." Gara mengalihkan perhatian Fatin agar Fatin tidak bertanya perihal dia melamun tadi.
"Beneran yah kita mau jalan jalan?" senang Fatin.
"Iya dong, nanti sampai rumah Fatin langsung mandi sama ganti baju yang bagus ya, terus nanti kita jalan jalan sama cari makan siang deh." balas Gara.
"Horeee Fatin mau jalam jalan, ayo yah kita cepat pulang biar nanti bisa cepat sampai rumah terus siap siap."
"Let's go." seru mereka berdua bersama sambil tertawa senang.
Orang orang yang melihat mereka berdua pun ada yang merasa iri, terutama orang orang yang suka mencibir Fatin, mereka tidak suka kalau Fatin bahagia seperti itu.
Sampai di rumah, Gara dan Fatin langsung masuk dan membersihkan diri mereka dan setelah itu mereka langsung pergi.
Sebelum mulai mengajak Fatin jalan, Gara memilih membawa Fatin pergi ke tempat kerja Aileen untuk meminta izin membawa Fatin jalan jalan agar nanti Aileen tidak mencari mereka.
"Fatin, dimana tempat kerja Buna sayang, ayah mau izin dulu sama Buna kalau mau ajak Fatin jalan?" tanya Gara.
"Itu yah, di pertigaan itu belok kiri, nanti ada toko di pojokan itu tempat kerja Buna." jelas Fatin sambil menunjuk jalanan.
Gara pun langsung melajukan motornya menuju petunjuk yang Fatin berikan, sampai di sana Gara melihat sekeliling.
Ternyata tempat kerja Aileen besar juga, dan pelanggan yang makan di sana juga banyak. Ini saja masih belum jam makan siang, mungkin nanti kalau sudah waktunya makan siang bakal semakin rame toko ini.
"Yuk turun kita izin dulu sama Buna, biar nanti Buna gak nyariin Fatin." ajak Gara membantu Fatin turun dari motor.
"Yuk yah." Fatin langsung menyeret tangan Gara masuk kedalam toko untuk menemui bunanya.
"Buna." pangil Fatin berjalan menghampiri Aileen yang tengah sibuk menyiapkan pesanan buat para pelanggan.
"Loh kalian kok bisa ada di sini?" kaget Aileen saat melihat keberadaan suami serta anaknya.
"Ini aku mau ajak Fatin jalan jalan, jadi aku mau minta izin kamu dulu." jelas Gara menjelaskan tentang kedatangannya ke sana.
"Emang kamu gak narik?" tanya Aileen.
__ADS_1
"Aduh lupa aku." batin Gara menggerutuki kebodohannya sendiri.
"Eemmm... itu anu, apa namanya itu...."
"Jangan bilang kalau kamu tadi sepi pelanggan makanya kamu pulang?" potong Aileen menebak kenapa Gara tidak narik ojek.
"Nah iya itu, aku bosen makanya aku ajak Fatin jalan jalan. Tapi kamu tenang saja, nanti kalau ada orderan pasti aku ambil kok sekalian jalan jalan juga sama Fatin." bohong Gara mengiyakan saja apa tebakan Aileen.
"Aduh kamu itu, seharusnya meskipun gak ada orderan kamu tetap semangat kerjanya, masak baru hari pertama aja udah nyerah."
"Iya lain kali gak akan lagi, lagian apa salahnya sih nyenengin anak, kalau kamu mau ikut bisa kok ayo." ajak Gara.
"Enak aja, nanti yang ada malah gajiku di potong." tolak Aileen.
"Ya gak papa sekali kali."
"Sekali kali-sekali kali aja, emang kamu mau gak makan seharian." omel Aileen.
"Mbak pesanan saya udah belum, udah lapar nih." saat lagi asik berdebat, tiba tiba ada satu pelanggan yang datang meminta pesanannya.
"Ah iya mbak ingin sekali sudah kok." balas Aileen dan melanjutkan lagi menata pesanan pelanggannya.
"Kalian hati hatinya ya, dan ingat kamu harus selalu mengawasi Fatin." balas Aileen memberikan peringatan para Gara.
"Siap ai."
Blush.
Tuh kan, aduh sebaiknya Gara jangan memangilnya seperti itu deh, bisa bisa nanti dia gak fokus kerjanya.
"Buna Fatin pergi dulu ya sama ayah, assalamualaikum." pamit Fatin menyadarkan Aileen dari saltingnya.
"Waalaikum salam sayang, hati hati, kamu harus nurut sama ayah." balas Aileen.
"Siap Buna." balas Fatin.
"Aku pergi dulu ya, kalau kamu capek istirahat aja." ucap Gara sebelum pergi menyusul Fatin yang sudah berjalan duluan meninggalkan dirinya.
__ADS_1
Aileen tertegun mendengar ucapan Gara barusan, perhatian kecil yang Gara berikan barusan berhasil membuat hati Aileen terombang ambing.
Tak mau terus terusan melamun dan membuat para pelanggannya mati kelaparan, Aileen pun melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda karena kedatangan anak dan suaminya tadi.
...**...
Gara membawa Fatin untuk mencari makan terlebih dahulu, dia ingin membelikan makanan makanan yang enak enak untuk Fatin.
"Kita makan siang dulu ya, kamu mau makan apa?" tanya Gara pada Fatin yang berdiri di depannya.
"Fatin pengen makan steak kayak yang di film film ya, tapi kayaknya itu mahalnya jadi kita cari makanan di pinggir jalan aja, Fatin bisa kok makan apa saja." jawab Fatin.
Gara yang mendengar itupun tersenyum kecut, anaknya ini ingin makan steak yang harganya tidak seberapa itu dia bilang mahal, padahal itu adalah makanan yang sering Gara makan, bahkan Gara sampai hampir bosan memakannya.
"Kita makan di situ aja yah, ayam geprek nya sepertinya enak." ucap Fatin menunjuk penjual ayam geprek pingir jalan.
"Tidak sayang, ayah akan membawa Fatin pergi ke tempat yang bagus untuk beli steak seperti permintaan Fatin tadi." tolak Gara.
"Tidak ayah, tadi Fatin cuma bohong kok, ayo kita makan di sana saja." bohong Fatin, padahal emang dalam hatinya sangat menginginkan makan di tempat yang mewah dengan steak daging yang lembut sebagai menunya.
Gara diam saja tak menyahuti ucapan Fatin lagi, Fatin yang melihat Gara diam saja pun merasa menyesal karena tadi sudah mengucapkan keinginannya selama ini.
"Aduh kenapa bibir Fatin gak bisa di kontrol sih, kan kasian ayah kalau harus mengeluarkan uang banyak buat beli steak." batin Fatin menyesal.
"Ayah." pangil Fatin lirih.
"kenapa hmm?" balas Gara sambil fokus menatap jalanan yang ada di depan.
"Fatin minta maaf." lirih Fatin.
Entah memang kebetulan atau apa, saat Fatin mengucapakan permintaan maaf itu berbarengan dengan motor Gara yang berbelok dan berhenti di depan restoran ternama yang harga menu makanannya sangat mahal mahal, bahkan restoran itu adalah restoran nomor satu di kota itu yang harganya menunya paling mahal.
Tapi kalau bagi Gara mah harga segitu tidak ada apa apanya, bahkan tidak akan menghabiskan hartanya walaupun dia makan di sana tiap hari.
"Ayah Fatin minta maaf, ayo kita pergi dari sini, Fatin gak suka steak kok." ucap Fatin saat menyadari kalau mereka sudah ada di depan restoran.
"Kamu ngomong apa sih, udah ayo masuk kita makan sepuasnya nanti di dalam." balasan Gara mengajak Fatin masuk.
__ADS_1
Karena merasa pergerakan Fatin lama, Gara pun memutuskan untuk mengendong Fatin memasuki restoran itu.
...***...