Kekasihku CEO Gila

Kekasihku CEO Gila
KCG#82


__ADS_3

"Lapor tuan, Haikal berhasil di tangkap anak buah tuan Gara." ucap anak buah orang yang ingin menghancurkan Gara.


"Si*lan." umpat orang itu marah mendengar kalau Haikal anak buahnya ternyata tertangkap.


Tak lama setelah itu orang itu tertawa karena tadi Haikal sudah mengirimkan uang dengan jumlah hampir satu triliun kepadanya.


"Hahaha...." tawanya menggelegar seperti orang tidak waras, bahkan anak buahnya yang masih berada di sana pun ketakutan.


"Buat pesta semewah mungkin, malam ini kita merayakan kemenangan kita." perintah orang itu kepada anak buahnya.


"Baik tuan." balas anak buahnya.


"Ya sudah pergi sana." orang itu mengusir anak buahnya.


Meskipun heran tetapi anak buahnya tetap melaksanakan perintah orang itu, bagiamana bisa anak buahnya ketangkap tapi melakukan pesta, pikir anak buah orang itu yang sudah pergi dari sana.


"Tidak masalah aku tidak mendapatkan surat suratnya penting perusahaanmu, yang pasti aku sudah mendapatkan uang yang banyak."


Hahaha....


Tawa orang itu lagi merasa kemenangan ada di depannya.


...**...


Gara yang sudah sampai di di ibu kota pun langsung pergi menuju perusahaannya bersama Joan, Gara bersyukur karena orang itu tertangkap sebelum mendapatkan berkas penting perusahaan miliknya.


"Apakah mereka sudah mengamankannya?" tanya Gara kepada Joan.


"Sudah tuan, mereka membawa Haikal ke gedung belakang perusahaan." jawab Joan.


"Syukurlah dia belum menemukan berkas rahasia kita, kalau sampai itu terjadi entah apa yang akan terjadi nanti dengan perusahaan." balas Gara lega.


"Benar tuan, beruntungnya tadi anda cepat melihat rekaman cctv yang ada di ruangan anda, mungkin kalau sampai kita terlambat sedikit saja perusahaan akan hancur." balas Joan setuju.


Hari sudah sore, tapi mereka baru saja sampai di perusahaan. Gara dan Joan keluar dari mobil.


Bruk.


Bunyi benda jatuh tak jauh dari posisi mereka berdua.


"Aaaaa...." teriak orang orang histeris.


"Ada apa ini?" tanya Gara.

__ADS_1


Gara dan Joan pun langsung berlari kearah kerumunan orang orang tepat tadi di mana terdengar benda jatuh.


"Innalilahi." ucap Joan dan Gara barengan saat melihat tubuh seseorang yang sudah penuh dengan darah.


"Siapa dia?" tanya Joan kepada orang orang yang ada di sana.


"Di-dia orang yang tadi mau mengambil berkas di ruangan tuan Gara." jawab salah satu karyawan yang mengenali wajah Aileen.


"AGGRRR... apalagi ini." erang Gara karena masalah terus saja bermunculan hari ini.


Gara yakin pasti setelah ini akan banyak media yang datang ke perusahaan miliknya untuk menyelidiki masalah ini, dan pastinya pihak berwajib juga akan menutup sementara kantor miliknya.


"Kita harus segera melakukan sesuatu tuan, sebelum ada awak media yang melihat kejadian ini." ucap Joan mengingatkan Gara.


"Iya benar, ayo cepat kalian bawa mayat ini ke belakang dan bersihkan tempat ini hingga tidak ada jejak." perintah Gara kepada anak buahnya yang tadi mengejar Haikal yang kabur dari tangkapan mereka.


Gara juga memerintahkan anak buahnya yang lain untuk membungkam mulut orang orang yang ada di sana agar tidak bocor masalah ini ke umum, Gara juga menyuruh orang orang yang sudah mengambil video kejadian tadi agar mereka menghapusnya.


Yang pasti Gara membayar mahal akan hal itu agar mereka tutup mulut, dan setelah semuanya beres Gara langsung pergi untuk melihat keadaan ruangannya.


"Apakah anda ingin memakamkannya di tempat pemakaman umum tuan?" tanya Joan kepada Gara sambil berjalan menuju ruangan Gara.


"Sepertinya begitu, biar orang lain tidak curiga." balas Gara.


"Ah bikin orang susah aja." kesal Gara saat melihat ruangannya yang sudah berantakan.


Karena Gara tidak mempercayai orang untuk membersihkan ruangan karena dia takut orang itu malah akan berkhianat, alhasil Gara membereskan ruangannya sendiri dan di bantu Joan.


Mereka pun mulai membereskan berkas berkas yang berserakan kembali ketempat nya, hingga jam tujuh malam Gara dan Joan masih juga belum selesai.


Tok tok tok.


Tiba tiba saja ada yang mengetuk pintu ruangan Gara, membuat pergerakan mereka berdua terhenti.


"Siapa itu Jo?" tanya Gara, seingat Gara sudah tidak ada lagi orang di gedung itu selain mereka berdua.


"Tidak tahu tuan." jawab Joan yang memang tidak tahu siapa yang mengetuk pintu ruangan Gara.


Gara dan Joan pun memutuskan untuk membuka pintu itu bersama karena takut kalau akan ada hal jahat yang mengintai mereka berdua.


Tok tok tok.


"Permisi tuan." ucap seseorang yang dari suaranya terdengar seperti suara laki laki.

__ADS_1


"Kayak kenal sama suaranya." ucap Joan yang merasa tak asing dengan suara itu.


"Ayo kita buka." ajak Gara.


Ceklek.


"Permisi tuan Gara tuan Joan." ucap orang itu yang ternyata adalah Riski.


"Huh, ternyata kamu Ki, kita kira siapa." lega Gara.


"Maaf mengganggu waktu tuan, saya mau ngasih tahu kalau...." Riski bingung apakah dia harus mengatakannya atau tidak, tapi ini sangat penting bagi perusahaan.


"Ada apa Ki?" tanya Joan.


"I-itu tuan, sepertinya tadi sebelum Haikal masuk ke ruangan ini dia sudah berhasil mengelapkan uang perusahaan dengan nominal yang tidak sedikit." jelas Riski.


"Astaga apalagi ini," pusing Gara.


Ingin rasanya Gara menyerah saja, oke dia belum tahu berapa nominal nya, semoga saja itu cuma sedikit, pikir Gara.


"Berapa nominalnya Ki?" tanya Joan.


"Ini tuan bisa melihatnya sendiri." balas Riski karena tidak bisa mengucapkannya secara langsung.


Joan pun langsung menerimanya dan matanya langsung melotot setelah melihat isinya, dia langsung menyerahnya kepada Gara.


Gara pun langsung membaca isi berkas yang Riski bawa, seketika sama seperti Joan, matanya langsung melotot melihat isinya.


"Gilak, ini uang dari beberapa tander besar kita, ini juga uang dari investor investor yang kita menangkan dulu dia ambil semua." tak percaya Gara dengan apa yang dia lihat.


"Aku nyerah Jo, aku nyerah." Gara frustasi, dia mengacak-acak rambutnya hingga berantakan dan langsung terduduk di lantai.


"Sekarang jumlah uang perusahaan tinggi berapa ki keseluruhan?" tanya Joan.


"Dua kali dari itu tuan, ini juga kita sudah akhir bulan, awal bulan kita harus membayar gaji karyawan." jelas Riski yang semakin membuat Gara bingung.


"AGGRRR...." teriak Joan frustasi.


Bukan hanya Gara yang pusing, tapi Joan juga pusing karena dia juga salah satu orang yang penting di perusahaan itu.


"Kita harus bagiamana Jo, sebentar lagi proyek pembangunan akan segera di laksanakan, sedangkan uang kita sudah tidak ada." bingung Gara.


Meskipun uang perusahaan masih banyak, tapi tetap saja perusahaan mengalami kerugian yang cukup parah, mungkin bulan depan Gara akan melakukan PHK kepada banyak karyawan karena perusahaan sudah tidak sanggup lagi membayar mereka.

__ADS_1


...***...


__ADS_2