
Deg.
"Wajah ini, kenapa mirip sekali dengan...."
"Kenapa Om?" tanya Fatin menatap takut pria dewasa yang ada di depannya.
"Ah, itu Om mau tanya alamat rumah Aileen dimana ya?" lamunan pria itu buyar saat Fatin berbicara.
"Aileen, itu nama Buna Fatin, Om siapa kenapa cari Buna Fatin?" tanya Fatin menatap curiga orang itu.
"Benarkah, berarti kamu anaknya Tu... ah maksudnya berarti kamu anak Gara dong?" tanya orang itu yang tak lain adalah Joan.
"Wah Om kok bisa kenal sama ayah, Om pasti temannya ayah ya?" binar Fatin.
"Iya nama Om Joan, kamu bisa pangil Om Joan, Om ini temannya ayah kamu." balas Joan.
"Kalau gitu ayo Om Fatin antar ke rumah Fatin buat ketemu sama ayah." ajak Fatin.
"Ayo, kita naik mobil Om ya."
"Iya Om ayo, tapi jangan culik Fatin ya."
"Ya enggak lah, Om ini bukan orang jahat."
__ADS_1
"Ya udah Om ayo." ajak Fatin.
Joan pun membawa Fatin masuk ke dalam mobilnya, saat baru duduk di jok mobil Fatin sangat senang karena ini pertama kali dirinya naik mobil bagus, padahal mobil yang Joan bawa ini hanya mobil biasa yang harganya hanya seratus jutaan saja, tidak sampai satu milyar.
"Kalau ini anaknya istri tuan Gara, jangan bilang nanti kalau istrinya tuan Gara itu...."
"Ah, tidak tidak, mungkin hanya kebetulan saja wajahnya mirip." batin Joan sambil mengendarai mobilnya mengikuti petunjuk yang Fatin berikan.
"Itu Om rumah Fatin." tunjuk Fatin pada rumah kecil yang sederhana.
"Yang putih itu?" tanya Joan memastikan.
"Iya Om." balas Fatin meyakinkan.
"Yuk Om turun, pasti ayah senang deh karena ada tamannya yang datang." ajak Fatin.
"Iya sebentar ya, Om tadi bawa banyak hadiah buat kamu, ayah Gara, sama Buna Aileen." balas Joan menunjuk jok belakang mobil yang penuh dengan kantong kantong belanjaan.
"Wah banyak banget, ini semua buat kita Om?"
"Iya dong, itu buat Fatin, ayah Gara sama Buna Aileen." balas Joan.
"Ayo sini kita turun, nanti Fatin bantuin Om bawa ini semua masuk ya."
__ADS_1
"Iya Om," balas Fatin semangat.
Joan pun menurunkan Fatin, dan setelah itu dia mulai mengeluarkan barang barang yang tadi Gara beli di mall untuk keluarganya.
Kenapa Gara menyuruh Joan yang mengaku memberikan ini semua? Itu semua Gara lakukan agar Aileen tidak curiga kepadanya. Sekalian untuk meyakinkan Aileen juga kalau sahabat Gara itu memang baik dan kaya raya, sehingga mau meminjamkan uang buat Gara beli motor.
"Fatin bawa yang ringan ringan ini saja ya, biar yang berat berat Om yang bawa." ucap Joan memberikan kantong belanjaan yang tidak berat buat Fatin.
"Oke Om siap." balas Fatin menerima kantong itu.
Karena tangannya gak cukup, Joan pun memutuskan untuk membawa separuh dulu saja, nanti sisanya akan dia ambil setelah meletakkan yang lainnya di dalam rumah Aileen.
"Ayo Om." ajak Fatin berjalan di depan menuju pintu masuk rumah Aileen.
"Assalamualaikum Buna, ayah, Fatin bawa sesuatu nih." salam Fatin berteriak di depan rumah Aileen.
Fatin tidak bisa membuka pintu sendiri karena kedua tangannya penuh dengan kantong belanjaan yang di berikan Joan.
"Waalaikum salam, Fatin kenapa pulang." balas Aileen dari dalam hendak membukakan pintu rumah buat Fatin.
Joan yang ada di belakang Fatin pun hatinya dag dig dug ser, dia berdoa semoga saja Aileen bukan orang itu.
...***...
__ADS_1