Kekasihku CEO Gila

Kekasihku CEO Gila
KCG#39


__ADS_3

Saat ini Aileen, Gara dan juga Joan tengah berada di ruang tamu, sedangkan Fatin entah tadi dia sudah pergi ke mana.


"Maaf ya tadi sudah merepotkan kamu." ucap Aileen merasa tidak enak kepada Joan karena sudah merepotkan Joan tadi untuk menjemput dan menemani Fatin main.


"Enggak kok aku malah seneng bisa bersama Fatin." balas Joan.


"Kapan kamu mau pulang?" tanya Gara yang di dengar oleh Joan itu sebuah usiran dengan cara yang halus.


"Apaan sih Gar, gak boleh gitu sama tamu, dia juga udah sering bantu kamu loh." tegur Aileen yang tak suka dengan apa yang Gara lakukan kepada Joan.


"Tapi dia itulah udah ganggu waktu kita berdua loh." balas Gara.


"Baiklah aku ingin berbicara kepada kalian berdua, baru setelah itu aku akan pulang." ucap Joan.


Joan ingin menanyakan perihal apa yang sudah dia ketahui dari Fatin tadi untuk memastikannya lagi.


"Mau ngomongin apa?" tanya Aileen.

__ADS_1


"Ini soal Fatin." jawab Joan.


"Kamu gak perlu berfikir yang tidak tidak kepada Fatin, dia sebenarnya masih punya papa kok, tapi entah di mana papanya sekarang, raut wajahnya saja aku tidak tahu." balas Aileen yang menyimpulkan kalau sepertinya Joan akan menghina Fatin karena anak haram seperti apa yang orang orang di luar sana ucapakan kepada Fatin.


"Kamu pasti mendengar hal itu dari ibu ibu di sekolah Fatin ya? Semua yang di bilang mereka tidak benar, mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, jadi mereka dengan mudah menyimpulkan hal yang sangat melukai hati Fatin." lanjut Aileen.


Aileen merasa sedih saat dia teringat bagiamana Fatin yang hampir setiap hari mendapatkan ejekan dan hinaan dari orang orang yang ada di sekitarnya.


Gara mengetahui bahwa istrinya sedang tidak baik baik sajapun memeluk pundaknya dan membawa Aileen masuk kedalam pelukannya.


"Bukan, bukan seperti itu," sela Joan.


"Iih kalian ini, dengerin dulu makanya." Joan jadi kesal sendiri, padahal Aileen yang main ambil kesimpulan, ehh ini malah si Gara menyalahkan dirinya karena sudah membuat Aileen bersedih, padahal itukan ulah Aileen sendiri.


"Ya makanya cepetan kalau mau ngomong." balas Gara greget juga dengan Joan karena tidak langsung terus terang.


"Tadi aku berbicara dengan Fatin, dan dia bilang kalau papanya pergi jauh untuk kerja." Joan menjeda ucapannya.

__ADS_1


Joan menarik nafas dalam, dan setelah itu dia melanjutkan ucapannya.


"Aku papa Fatin."


Brak.


"Papa...."


Semua orang yang ada di sana pun langsung menoleh ke arah pintu di mana ada Fatin yang baru saja membuka pintu rumah dengan kerasnya.


"Fatin." ucap semua orang yang ada di sana.


"Benarkah Om Joan adalah papa Fatin?" tanya Fatin mendekati Joan dan menatap Joan dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Sayang tadi kamu salah dengar, sino sama Buna." Aileen mencoba untuk membujuk Fatin agar lupa dengan apa yang Joan katakan, Aileen takut kalau Joan tadi hanya main main saja dan nanti malah akan semakin membuat Fatin sakit hati.


"Benarkah Om papa Fatin?" tanya Fatin lagi tak menghiraukan ucapan Aileen.

__ADS_1


Joan terdiam, apakah iya dirinya akan mengakui semuanya sekarang, bagiamana nanti kalau Fatin akan marah dan tak mau lagi berdekatan dengan dirinya.


...***...


__ADS_2