
Aileen keluar dari dalam kamarnya, dan dia mendapati Fatin dan Joan sudah ada di meja makan menyantap makanan buat sarapan pagi.
"Loh, kalian udah makan?" Aileen berjalan menghampiri Joan dan Fatin.
"Buna, sini kita makan, ayah mana?" Fatin melihat Aileen yang mengambil tempat duduk di depannya.
"Ayah masih ada di kamar, ini kamu yang masak Jo?" tanya Aileen yang melihat sudah ada banyak makanan di atas meja makan.
"Tidak, ini aku tadi suruh anak buahku yang beli." jawab Joan.
"Maaf ya, gara gara aku telat bangun kamu jadi yang siapin sarapannya." Aileen merasa tidak enak hati kepada Joan.
"Santai aja kali, lagian juga biasanya aku yang numpang sarapan di sini jadi gantian lah sekali kali aku yang beliin makanan." balas Joan.
"Wahh... udah pada sarapan nih." Gara datang menghampiri mereka bertiga yang tengah ada di meja makan.
"Ayah, sini kita sarapan." ujar Fatin menyambut Gara.
"Pagi sayang, makan yang banyak ya biar kalau sekolah bisa fokus." balas Gara mengelus rambut Fatin dan setelah itu dia duduk di samping Aileen di hadapan Joan.
"Ayo di lanjut makannya, nanti Fatin keburu kesiangan sekolahnya." ajak Aileen agar mereka segera melanjutkan kegiatan makan sarapan pagi, karena hari semakin beranjak siang.
__ADS_1
Mereka pun sarapan dengan tenang, selesai sarapan Joan pun akan menghantarkan Fatin pergi ke sekolah, sekaligus dia juga akan kembali ke kota untuk bekerja.
"Sayangnya papa, mungkin nanti malam papa gak bisa ke sini ya, soalnya papa ada pekerjaan yang banyak hari ini. Kamu gak marah kan kalau papa gak ke sini?" ucap Joan saat mereka sudah sampai di depan sekolahan Fatin.
"Pekerjaan papa banyak ya?" tanya Fatin sedu.
Padahal Fatin ingin terus berada di samping Joan, meskipun hanya di waktu malam hari saja itu sudah cukup buat mengobati rasa kangen Fatin kepada orang tuanya selama ini, tapi kalau papanya sibuk Fatin bisa apa.
"Maaf ya sayang, papa janji kalau nanti papa ada hari libur papa akan ajak kamu pergi jalan jalan." Gara mencoba untuk menghibur Fatin agar tidak sedih karena nanti malam dia tidak pulang.
"Ya udah gak papa, tapi papa janji ya besok papa harus pulang."
"Iya sayang papa janji, papa akan selalu mengusahakan untuk bisa datang ke sini agar bisa tidur sama kamu. Tapi kalau untuk nanti malam papa memang tidak bisa pulang." balas Joan meyakinkan Fatin.
"Iya sayang, papa akan selalu mengingat pesan kamu. Ya sudah gih kamu masuk, nanti kamu bisa terlambat." suruh Joan.
"Iya papa." Fatin mencium punggung tangan Joan dan Joan pun berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan Fatin.
Cup cup cup.
"Belajar yang pintar anak papa, papa pergi dulu." ucap Joan setelah memberikan kecupan di kening Fatin dan juga kedua pipi Fatin.
__ADS_1
"Siap papa." balas Fatin.
Fatin pun masuk ke dalam sekolahnya karena bel sudah akan berbunyi, dan setelah memastikan Fatin masuk ke dalam sekolahnya, Joan pun langsung masuk ke dalam mobil dan pergi menuju bandara untuk pergi kembali ke kota tempat kerjanya di mana perusahaan Gara berada.
...**...
Sedangkan di posisi Gara dan Aileen, saat ini mereka berdua sedang dalam perjalanan menuju tempat kerja Aileen. Gara mengendarai motornya dengan kecepatan sedang dengan tangan Aileen yang melingkar di perutnya.
"Kamu nanti pulang kerja jam berapa?" tanya Gara pada Aileen yang ada di belakangnya.
"Mungkin seperti biasanya, tapi kalau pelanggan lagi rame bisa jadi aku pulang cepat. Emang kenapa?" balas Aileen bertanya.
"Enggak papa, aku cuma mau ngajakin kamu jalan jalan aja sama Fatin nanti malam ke pasar malam." balas Gara.
"Ayo aku mau, aku juga pengen banget ngajakin Fatin dari dulu pergi ke pasar malam, tapi selalu gak ada uang." antusias Aileen.
"Ya sudah, nanti malam kita pergi ke pasar malam, pasti nanti Fatin juga akan senang."
"Pasti, karena dari dulu juga dia sangat ingin pergi ke pasar malam." balas Aileen.
Tak lama setelah mereka berbincang bincang ringan di atas motor, akhirnya motor Gara pun sampai di depan toko tempat Aileen bekerja.
__ADS_1
Aileen pun langsung berpamitan kepada Gara, dan setelah itu Gara pun melajukan motornya pergi ke kota. Dia akan pergi ke hotel tempat dia dan Joan biasa bertemu, karena di tempat itu sudah Joan sulap menjadi tempat kerja buat Gara.
...***...