
Ceklek.
Bunyi pintu terbuka, dan tampaklah Joan yang baru saja sampai di apartemennya dengan menenteng satu kantong kresek makanan.
"Loh, kamu ada di sini?" kaget Joan yang melihat wanita yang dia tolong ternyata ada di ruang tamu, bukan lagi ada di kamarnya.
"Iya aku gak enak sama kamu, masak kamu yang sudah tolongin aku, sedangkan aku malah santai santai di dalam apartemen kamu." balas wanita itu.
"Oh, ayo ini makanan untuk kamu, habis itu kamu langsung minum obat." perhatian Joan sudah seperti memperhatikan orang terdekatnya saja.
Wanita itu pun membalas dengan senyuman dan mengikuti Joan pergi ke arah dapur.
Ting tong.
Bunyi bel apartemen Joan, membuat Joan dan wanita itu mengurungkan niatnya untuk pergi ke dapur.
"Kamu duluan aja, biar aku yang buka pintu." ucap wanita itu menyuruh Joan agar dia yang membukakan pintu apartemen.
"Baiklah kalau gitu, sepertinya itu orang yang mau mengantarkan minuman untuk kita." balas Joan dan berlalu pergi ke dapur setelah memberitahu siapa orang yang ada di balik pintu apartemen itu.
__ADS_1
"Permisi mbak, ini ada minuman pesanan tuan Joan." ucap seorang laki laki setelah wanita itu membukakan pintu apartemen Joan.
"Oh iya terimakasih." balas wanita itu menerima minuman dari lelaki itu.
Setelah itu wanita itupun langsung pergi ke dapur dan meletakkan minuman itu di atas meja makan.
"Kamu suka jus mangga gak, tadi aku bingung mau pesanin kamu minuman apa, jadi dari pada pusing aku samain aja sama punya aku." ucap Joan.
"Suka kok, malahan jus mangga itu adalah minuman favorit aku." balas wanita itu tak lupa dengan senyuman yang sangat ramah.
"Wah benarkah, berarti selera kita sama dong." balas Joan.
"Ya sudah ayo kita makan, nanti keburu dingin." ajak Joan yang sudah menata makanan yang dia beli tadi di atas meja makan.
Tadi Joan hanya membeli makanan saja, sedangkan minumannya dia delivery karena jus yang sangat dia sukai itu tempatnya berbeda dengan makanan yang akan dia beli, jadi untuk mempersingkat waktu dia delivery minumannya sedangkan makanan dia beli sendiri karena tempatnya di lantai bawah.
"Ehh tunggu dulu, aku dari tadi ngobrol sama kamu dan belum tahu nama kamu, aku Joan, kalau kamu?" Joan memperkenalkan dirinya sebelum memulai kegiatan makan.
"Oh iya aku juga lupa, aku Arumi, pangil aja Rumi." balas wanita yang sudah Joan tolong yang ternyata wanita itu adalah Arumi, anak bos di tempat Aileen bekerja.
__ADS_1
"Salam kenal ya Rumi, ayo di makan semoga kamu suka." Joan mempersilahkan Arumi untuk makan.
Entah bagiamana bisa Joan dengan begitu mudahnya memperlakukan wanita sebaik itu, padahal biasanya dia akan cuek aja. Kalaupun dia menolong seseorang, itupun nanti pasti langsung dia bawa le rumah sakit, bukan malah dia bawa ke apartemen miliknya yang sangat jarang orang tahu selain Gara.
Mereka makan dengan tenang, Arumi makan sangat lahap karena dia tidak makan sedari siang, sedangkan ini sudah hampir jam sepuluh malam, jadi perutnya sudah sangat keroncongan.
...**...
Sementara itu, di gedung yang sama seseorang tengah tersenyum puas, terlihat seperti tengah bahagia.
"Ini bayaran untuk kamu, silahkan pergi dari kota ini dan nanti seandainya kamu ketangkap jangan bawa-bawa nama saya." ucap orang itu memberikan satu gepok uang di amplop warna coklat.
"Baik tuan." balas orang yang dia beri uang.
"Rasakan kehancuranmu karena sudah berani mengusik keberadaanku." ucap orang itu dengan pandangan yang lurus kedepan dan tak lupa bibirnya menampilkan senyuman kelicikan.
Setelah itu dia langsung pergi dari gedung yang ada di apartemen Joan sebelum nanti ada yang melihat keberadaannya.
...***...
__ADS_1