Kekasihku CEO Gila

Kekasihku CEO Gila
KCG#31


__ADS_3

Aileen pulang ke rumahnya, dia mendapati keadaan rumah yang sepi.


"Kemana Gara sama Fatin, itu motor Gara ada?" tanya Aileen pada dirinya sendiri.


Karena merasa haus sehabis berjalan dari tempat kerjanya, Aileen pun memutuskan untuk pergi ke dapur untuk mengambil minum.


"Loh ini siapa yang masak?" tanya Aileen lagi saat mendapati adanya makanan di atas meja makan.


Aileen mengambil minum dan setelah itu dia langsung pergi ke kamar untuk mandi, biarlah nanti saja dia tanya ke Gara sama Fatin kalau dia sudah menemukan mereka berdua.


Ceklek.


Aileen membuka pintu kamarnya, dan dia mendapati pemandangan yang sangat indah untuk di pandang.


Fatin yang tidur dengan pulas dalam pelukan Gara, Aileen terharu melihat kehangatan mereka berdua.


Dia tidak menyangka kalau hidupnya akan berubah seperti ini setelah kehadiran Gara. Aileen juga merasa senang karena akhir akhir ini Fatin selalu ceria dan bisa mendapatkan rasa kasih sayang ayah.


"Kak, kakak yang tenang ya di sana, sekarang Fatin sudah bisa merasakan kasih sayang ayah dari suami Aileen." batin Aileen.


Aileen jadi teringat dengan ayah kandung Fatin, dimanakah dia, kenapa dia tidak mencari tahu letak keberadaan kakaknya, pikir Aileen bertanya tanya.


"Seandainya saja aku tahu wajah lelaki itu, pasti aku sudah mencarinya dari dulu." gumam Aileen.


Tak mau mengganggu tidur nyenyak kedua orang itu, Aileen pun memutuskan untuk mengambil handuk dan baju ganti, baru setelah itu dia keluar dari kamar menuju kamar mandi.


Selesai mandi Aileen langsung pergi ke dapur untuk mencuci piring, mungkin sekarang banyak piring dan sendok yang kotor di dapur karena tadi pasti Gara dan Fatin habis makan.


"Loh ini kok sudah bersih semua?" bingung Aileen karena tidak mendapati piring atau apapun peralatan dapur yang kotor.


"Kamu cari apa Ai?"


Deg.

__ADS_1


Aileen langsung berbalik dan mendapati ada Gara yang berdiri persis berada di belakangnya.


"Ka-kamu kok ada di sini?" gagap Aileen.


Jantung Aileen rasanya berdegup kencang karena berhadapan langsung dengan Gara, terlebih lagi tadi ucapan Gara yang sangat manis itu selalu terngiang di otak Aileen, apalagi di saat seperti ini tiba tiba otak Aileen teringat dengan kejadian saat Gara berganti baju.


Lengkap sudah apa yang Aileen rasakan sekarang, dia berharap Gara segera pergi dari hadapannya agar jantungnya tidak terkalahkan parah parah banget berdegupnya.


"Emang kenapa kalau aku di sini hmm?" balas Gara malah sekarang dia mengunci pergerakan Aileen dengan meletakkan tubuh Aileen berada di tengah kedua tangannya yang memegang meja dapur yang ada di belakang Aileen.


"Ehhh," Aileen memundurkan tubuhnya karena Gara mendekatkan wajahnya kepada wajah Aileen.


"Kamu mau apa?" panik Aileen karena posisi wajah Gara sangat dekat dengan wajahnya.


"Yang ada di otak kamu aku mau apa hmm?" balas Gara sambil menikmati pemandangan wajah panik Aileen yang ada di hadapannya.


"Aduh gimana ini?" batin Aileen panik.


Aileen mencoba untuk kabur, tapi semua itu sia sia karena Gara tidak akan membiarkan Aileen untuk pergi dari hadapannya.


Deg deg deg.


Suara jantung keduanya yang berdegup kencang, Gara mah bodo amat dengan detak jantungnya, tapi tidak dengan Aileen yang panik karena takut jantungnya kenapa kenapa.


"Kamu cantik banget sih, pasti tadi di tempat kerja kamu banyak cowok cowok yang lihatin kamu, kok aku jadi gak suka ya kalau itu terjadi." ucap Gara menyibakkan rambut Aileen yang menutupi wajah cantik Aileen ke telinga Aileen.


"Kamu jangan bosan ya kalau aku tidak hari seperti ini, karena mungkin ini akan menjadi kegiatanku setiap hari." lanjut Gara yang takut nanti Aileen akan bosan dan membenci dirinya.


"Ya udah gih sana kamu makan, tadi aku sama Fatin sudah masak bakwan jagung sama tumis kangkung." lanjut Gara menyuruh Aileen agar segera makan.


Gara menyingkir dari hadapan Aileen, dia memberikan jalan untuk Aileen agar pergi dari sana, karena Gara tahu kalau Aileen sudah mulai merasa ketakutan.


Aileen pun mengunakan kesempatan itu untuk segera pergi dari hadapan Gara, dia langsung melangkahkan kakinya menuju meja makan.

__ADS_1


"Ini beneran kalian yang masak?" tanya Aileen untuk mengalihkan pembicaraan mereka yang tadi agar dirinya tidak terlalu gugup lagi.


"Lebih tepatnya aku yang masak, cuma tadi di bantu Fatin motong sayuran kangkung sama ngaduk bakwannya. Ayo di coba, semoga kamu suka ya dengan rasanya." suruh Gara dan mengambil tempat duduk di depan Aileen.


"Kamu belum makan?" tanya Aileen pasalnya ini Gara malah ikutan duduk di depannya juga.


"Sudah, aku cuma mau lihat kamu makan aja." jawab Gara santai sambil memangku kepalanya dengan satu tangannya.


Blush.


Lagi dan lagi Gara selalu membuat Aileen salting, entah apa maksud dari semua yang Gara lakukan, yang pasti Aileen selalu di buat salting oleh Gara.


"Gak usah pedulikan aku, anggap saja aku gak ada di sini." ucap Gara yang tahu kalau Aileen saat ini tidak mau mengambil makanan karena salting dengan dirinya.


Aileen menarik nafasnya dalam, dan setelah itu dia mulai mengambil nasi beserta lauknya ke dalam piring yang ada di hadapannya.


Setelah itu Aileen mulai menyendokkan makanan ke dalam mulutnya, di suapan pertama dia bisa merasakan rasa dari bumbu yang ada di tumis kangkung buatan Gara.


"Gimana enak gak, kalau gak enak gak usah di lanjutkan." tanya Gara takut kalau rasa masakannya tidak enak di lidah Aileen.


Tadi kata Gara Aileen di suruh mengganggap Gara tidak ada di sana, tapi sekarang Gara sendiri yang malah bertanya pada Aileen, yang mengharuskan Aileen menatap Gara.


"Enggak kok, masakan kamu enak, bumbunya juga berasa, asin sama manisannya juga pas." jawab Aileen mengomentari masakan Gara dengan jujur.


Gara tersenyum mendengar itu, dia kira tadi Aileen tidak akan menyukai masakannya, tapi ternyata pikirannya salah, yang ada Aileen sekarang malah menyukai masakannya.


"Syukurlah kalau kamu suka, aku kira tadi gak enak." lega Gara.


"Bisa kan aku lanjut makan lagi?" tanya Aileen karena Gara malah mengajaknya berbicara.


"Oh iya silahkan, maaf tadi ganggu kamu makan." balas Gara mempersilahkan agar Aileen melanjutkan kegiatan makannya.


Aileen makan dengan lahap tanpa menghiraukan ada Gara di depannya, toh kalau di pikir pikir juga setiap hari dia kalau makan juga ada Gara di depannya. Cuma bedanya sekarang Gara gak ikutan makan, jadi terkesan aneh menurut Aileen.

__ADS_1


Dan semua itu tak luput dari perhatian Gara, dia dengan setia menemani Aileen makan, karena dia sendiri juga tidak suka kalau makan sendirian tanpa ada teman.


...***...


__ADS_2