Kekasihku CEO Gila

Kekasihku CEO Gila
KCG#28


__ADS_3

Gara mengajak Aileen dan Fatin makan di pedangan kaki lima yang ada di pinggir jalan jalan alun alun kota, tadi juga sempet terjadi keributan di antara mereka berdua karena Aileen tidak setuju dengan ajakan Gara, tapi tetap saja namanya juga Gara pasti apapun kemauannya akan dia dapatkan.


"Udah gak usah cemberut gitu, Fatin aja senang kok, iyakan Fatin?" ucap Gara karena sedari sampai di sana bibir Aileen cemberut saja.


Kalau saja Gara berani, mungkin sudah Gara cium itu bibir.


"Iya ayah Fatin senang, apalagi hari ini Fatin sudah jalan jalan ke kota dua kali." balas Fatin senang.


"Tuh, anaknya aja seneng, masak bunanya gak seneng sih?" goda Gara.


"Apaan sih geje." sinis Aileen.


"Ooh gitu, ya sudah aku berteman sama Fatin aja, iya kan Fatin sayang?"


"Iya ayah, Buna kalau kayak gitu jelek." balas Fatin yang malah mengejek bunanya.


"Tuh kan Fatin gitu, ya sudah kalau Fatin gak sayang lagi sama Buna, Buna ngambek sama Fatin." merajuk Aileen.


"Yah buna kok ngambek sih, ayah ayo dong bujuk Buna biar Buna gak marah lagi." suruh Fatin pada Gara.


"Kok ayah sih, kan Fatin yang sudah buat Buna marah." balas Gara.


"Tapikan ayah yang bawa kita ke sini, jadi ayah harus tanggung jawab." balas Fatin yang sekarang malah menyalahkan Gara.


"Ya sudah, terus sekarang ayah harus bagaimana hmm biar Buna gak marah?" ngalah Gara.


"Eemmm... apa ya..., kata teman temanku di sekolah, kalau mamanya lagi ngambek itu pasti papanya akan mencium mamanya. Nah berarti sekarang ayah harus cium Buna biar Buna gak marah lagi." suruh Fatin yang mengingat cerita teman sekolahnya.


Mata Aileen pun melotot mendengar permintaan anaknya, sedangkan Gara jangan di tanya, pasti dalam hatinya bersorak senang karena permintaan Fatin itu.


"Nah benar apa kata kamu sayang, mungkin kalau nanti ayah cium buna bunanya gak akan marah lagi ya." balas Gara sambil melirik Aileen sekilas.


"Iya ayah, makanya ayo cepat cium Buna biar Buna gak marah." balas Fatin menyuruh Gara agar cepat mencium Aileen.


Dengan semangat 45 Gara mendekatkan tubuhnya ke tubuh Aileen, dan setelah itu dia mencondongkan wajahnya mendekati wajahnya Aileen.

__ADS_1


"Kamu jangan aneh aneh ya, di sini banyak orang." ucap Aileen agar Gara tidak melancarkan aksi gilanya.


"Ooh berarti kalau di tempat sepi boleh?" balas Gara menggoda Aileen.


"Ya, ya gak gitu maksud aku itu...."


"Apa hmm, emang kamu gak mau di cium orang setampan aku." potong Gara berbisik di telinga Aileen.


Tubuh Aileen meremang, entah kenapa di situasi seperti ini Aileen malah mengingat kejadian tadi pagi dimanakah Gara yang tengah memakai pakaiannya.


Mengingat itu Aileen langsung memukuli kepalanya agar hilang ingatan tentang pagi tadi.


"Kamu kenapa, apakah kepala kamu sakit?" panik Gara.


"Buna kenapa, apakah Fatin buat salah?" ucap Fatin yang ikutan panik juga.


"Ah tidak, buna tidak kenapa kenapa kok, itu tadi cuma pusing sedikit saja." bohong Aileen.


"Kamu pusing, ayo kita ke rumah sakit dulu." lebay Gara.


"Udah ah katanya mau makan, ini kenapa malah ngomong terus." lanjut Aileen mengalihkan pembicaraan.


"Oh iya ayah lupa." balas Gara dan langsung beranjak pergi untuk memesankan makanan buat mereka bertiga.


Gara sampai melupakan dirinya yang tadi akan mencium Aileen, mungkin nanti kalau mengingatnya Gara akan melakukannya saat Aileen sudah tidur.


Mereka bertiga makan di sana, dan setelah makan Gara mengajak mereka jalan jalan memutari alun alun, dan setelah lelah Gara pun membawa mereka pulang.


"Apakah Fatin sudah tidur?" tanya Gara pada Aileen yang ada di boncengannya.


"Iya sepertinya dia kelelahan." jawab Aileen membenarkan letak posisi Fatin agar nyaman.


Fatin duduk di tengah di antara mereka berdua, kalau tadi saat berangkat Fatin berdiri di depan Gara. Tapi saat pulang Aileen meminta Fatin untuk duduk di tengah karena udara malam tidak bagus buat anak kecil.


"Kamu tidak kesusahan kan?" tanya Gara.

__ADS_1


"Enggak kok, ini cuma aku pegangin aja." jawab Aileen.


"Kalau kamu capek kamu bisa sandarin Fatin ke punggung aku, terus kamu tinggal merangkulnya dari belakang." usul Gara.


Sepertinya usulan Gara di dengar oleh Aileen makanya Aileen langsung melakukan itu, atau bisa jadi karena Aileen sudah capek memegangi tubuh Fatin yang memang beratnya sudah lumayan untuk anak seusianya.


Dengan perlahan Aileen melingkarkan tangannya di pinggang Gara agar Fatin tidak jatuh, Gara yang merasakan itu pun tubuhnya bereaksi berlebihan.


Entah bagaimana bisa, hanya bersentuhan dengan kulit tangan Aileen saja tubuh bagian bawah Gara sudah mulai bangun.


"Gak ada salahnya aku peluk Gara, toh kita juga sudah halal." batin Aileen yang memang sudah merasa kecapekan.


Aileen semakin berani melingkarkan tangannya di pinggang Gara secara erat, ingin rasanya dia menyenderkan kepalanya di pundak Gara tapi itu tidak bisa karena ada Fatin di tengah mereka berdua. Alhasil Aileen hanya memeluk pinggang Gara saja.


Gara yang mendapatkan pelukan di pinggangnya dari Aileen pun tersenyum senang, dia jadi membayangkan kalau di tengah tengah mereka tidak ada Fatin pasti rasanya sangatlah mantap.


Sampai di rumah Gara turun duluan dari motor, sedangkan Aileen tetap duduk di atas motor sambil memegangi Fatin agar tidak jatuh.


Setelah itu Gara langsung mengambil Fatin dan menggendongnya masuk ke dalam rumah. Diikuti Aileen, dia turun dari motor Gara dan ikutan masuk ke dalam rumah.


"Gimana, Fatin gak kebangun kan?" tanya Aileen saat berpapasan dengan Gara yang baru keluar dari kamar Fatin.


"Tidak kok, dia malah semakin pulas saat menemukan guling kesayangannya." balas Gara.


"Aku masukin motor dulu ya, kamu langsung tidur aja sepertinya kamu juga kecapekan." suruh Gara perhatian.


"Ya sudah aku ke kamar dulu, nanti jangan lupa kunci pintunya." balas Aileen.


Aileen pun pergi ke kamarnya dan langsung berganti pakaian tidur, tapi sebelum tidur dia menyempatkan diri pergi ke kamar mandi untuk mencuci tangan dan bergosok gigi, baru setelah itu dia langsung pergi tidur karena memang sudah kecapekan.


"Kamu pasti kecapekan banget ya, sabar ya nanti kalau orang yang berniat jahat sama aku sudah ketemu, aku pasti bakal kasih tahu semuanya sama kamu, aku janji." ucap Gara menatap Aileen yang sudah tertidur dengan damai du atas kasur.


Gara pun pergi berganti baju tidur dan sama seperti Aileen, dia juga pergi ke kamar mandi terlebih dahulu untuk mencuci tangan serta bergosok gigi.


Setelah selesai dia pun langsung menyusul Aileen pergi ke alam mimpi, Gara menarik tubuh Aileen ke dalam pelukannya agar merasa lebih nyaman lagi.

__ADS_1


...***...


__ADS_2