Kekasihku CEO Gila

Kekasihku CEO Gila
KCG#11


__ADS_3

Karena jenuh menunggu Aileen masak, Fatin pun bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri kursi tempat di mana Gara sedang tidur.


"Om Gara kok gak bangun bangun ya." ucap Fatin memandangi wajah Gara yang tengah tidur.


"Apa aku bangunin aja ya, kan ini udah siang." lanjut Fatin.


"Om, ayo bangun ini udah siang." ucap Fatin membangunkan Gara.


"Apa sih Jo, aku masih ngantuk." balas Gara entah menyebut nama siapa itu, yang pasti Fatin tidak mengenalinya.


"Om Gara ayo bangun, ini udah siang." ucap Fatin lagi tak menghiraukan ucapan Gara tadi.


"Hah, aku di mana?" kaget Gara dan melihat sekitar, tempat yang sangat tidak dia kenali.


"Akhirnya Om Gara bangun juga, ayo Om mandi habis itu antar aku ke sekolah ya, soalnya Buna mau kerja." ucap Fatin pada Gara yang masih setengah sadar.


"Hah?" cengoh Gara.


Gara mengingat sesuatu, ternyata dia tidak mimpi, dia sekarang sudah menjadi suami dan juga dia sekarang hidup di kampung tanpa ada kemewahan yang dia punya lagi.

__ADS_1


"Om kenapa, ayo Om cepat nanti Buna keburu selesai masak nasi gorengnya." ucap Fatin menyadarkan Gara.


"Ah iya, bentar Om duduk dulu, nanti kalau tubuh Om sudah enakan Om pergi ke kamar mandi kok." balas Gara.


Gara merasa tubuhnya remuk semua, terutama di bagian pinggangnya.


"Emang om kenapa?" tanya Fatin penasaran dan mengambil tempat duduk di samping Gara.


"Tubuh Om sakit semua karena dari semalam Om tidur di sini." jelas Gara.


"Kenapa Om harus tidur di sini, Om kan sudah menikah dengan Buna, berarti Om sudah boleh dong tidur sama Buna?" heran Fatin.


Gara hanya membalas ucapan Fatin dengan senyuman saja, karena tidak mungkin dia bilang kalau semalam Aileen tidak mengizinkan dirinya tidur di kamar Aileen.


"Apakah Buna melarang Om tidur du kamar Buna?" tebak Fatin.


"Kalau seperti itu kenapa semalam Om gak tidur di kamar Fatin aja, kan di kamar Fatin juga kosong gak ada yang menempati semalam?" lanjut Fatin.


Ya, memang Fatin sudah memiliki kamar sendiri, karena Aileen sudah membiasakan Fatin agar berani tidur sendiri sedari kecil.

__ADS_1


Dulu waktu usia Fatin 5 tahun, Aileen sering bekerja pulang malam dan Aileen tidak mungkin merepotkan bibi Lukah dan paman Joko terus terusan, jadi untuk membiasakan Fatin Aileen memilih untuk membuatkan kamar sendiri buat Fatin, takut takut nanti kalau dia ada pekerjaan yang pulangnya lebih malam lagi agar Fatin bisa tidur sendiri.


"Om kan gak tahu kalau ada kamar kosong, jadi ya Om memilih tidur di sini." balas Gara jujur.


"Iya juga sih, maafkan Fatin ya Om karena kemaren tidak memberitahu Om Gara." Fatin merasa bersalah.


"Ini bukan salah kamu kok, Om malah yang seharusnya minta maaf sama kamu dan Buna karena sudah merepotkan kalian berdua." balas Gara mengelus rambut Fatin dengan penuh kasih sayang.


"Fatin ayo makan sayang, nasi gorengnya sudah matang." teriak Aileen memanggil Fatin dari dapur.


"Iya Buna bentar." balas Fatin berteriak juga.


"Ayo Om mandi, nanti Fatin minta antar Om ke sekolah boleh kan?" pinta Fatin.


"Iya boleh, Om mandi dulu nanti habis itu Om antar Fatin pergi ke sekolah." balas Gara mengiyakan permintaan Fatin.


Mereka berdua pun pergi dari ruang tamun, Fatin kembali ke meja makan, sedangkan Gara pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2