
Pagi harinya Fatin merasa sangat senang karena pagi ini dia bisa sarapan bersama papa kandungnya. Hari ini juga spesial Aileen memasak lauk yang cukup banyak, mereka berempat makan dengan tenang sebelum nanti mulai melakukan aktivitas mereka masing masing.
"Sayang kamu nanti berangkat sama papa ya." ucap Joan kepada Fatin lembut.
"Iya pa, nanti Fatin minta jemput waktu pulang sekolah bisa juga kan?" balas Fatin malah melunjak.
"Iya nanti papa usahain ya, tapi nanti kalau papa gak bisa kamu di jemput ayah Gara gak papa kan?" balas Joan.
"Ya udah deh gak papa." balas Fatin lesu.
Padahal Fatin ingin seperti kemaren pulang dari sekarang di jemput pakai mobil papanya, tapi kalau papanya sibuk gak papa deh Fatin harus bisa mengerti keadaan papanya.
"Maafin papa ya, tapi nanti akan papa usahain kok." Joan merasa tidak enak karena tidak bisa menuruti kemauan anaknya, tapi mau bagaimana lagi pekerjaannya ada jauh di luar kota, masak iya dia harus pulang pergi dengan waktu singkat.
"Fatin kamu gak boleh gitu ya, kan papa Joan harus kerja cari uang buat Fatin beli mainan, nanti kalau pergi sekolah lagi papa Joan yang antar, tapi kalau pulang sekolah ayah Gara yang jemput." Aileen memberikan pengertian buat Fatin.
"Iya Buna, Fatin minta maaf." balas Fatin meminta maaf kepada Aileen.
__ADS_1
"Kok minta maafnya kepada Buna, sama papa Joan dong." Aileen menyuruh agar Fatin meminta maafnya kepada Joan bukan kepadanya.
"Iya Buna, papa Fatin minta maaf ya, papa gak apa apa kok kalau gak bisa jemput Fatin, tapi papa harus janji gak boleh tinggalin Fatin lagi." Fatin menatap Joan.
"Iya sayang, papa janji gak akan tinggalin Fatin lagi." balas Joan mengelus rambut Fatin dengan penuh kasih sayang.
"Udah udah, ayo cepat di lanjut makannya nanti keburu dingin. Fatin nanti setelah pulang sekolah ayah ajak kamu main lagi, Fatin mau kan?" ucap Gara.
"Mau ayah, mau." antusias Fatin.
"Ya sudah ayo sekarang cepat di makan, nanti kesiangan sekolahnya." suruh Gara.
Sedangkan Gara dia berencana akan mengantarkan Aileen pergi kerja, jadi dia harus menunggu Aileen bersih bersih rumah dulu.
"Ada yang bisa aku bantu gak?" tanya Gara menghampiri Aileen yang tengah mencuci piring bekas mereka makan tadi.
"Gak usah, kamu tungguin aku aja di depan, bentar lagi selesai kok." balas Aileen menyuruh Gara agar menunggu dirinya sana di depan biar dia yang menyelesaikan pekerjaan rumah.
__ADS_1
Gara tak mendengarkan perintah Aileen, dia malah berdiri di samping Aileen manatap Aileen yang sudah selesai mencuci piring.
"Mungkin sebentar lagi Joan akan membawa Fatin tinggal bersama dirinya, dan kita cuma berdua saja di sini. Apakah kamu gak ada keinginan membuat baby kecil yang seperti Fatin." ucap Gara yang seketika membuat Aileen mencuci tangan berbalik menatap Gara dan tanpa dia sengaja juga dia mencipratkan busa yang ada di tangannya ke wajah Gara sehingga membuat mata Gara perih.
"Aaaa sayang pedes." rengek Gara mengucek matanya yang terasa pedes.
"Aduh maaf maaf aku gak sengaja, jangan di kucek nanti malah semakin parah." Aileen segera mencuci tangannya yang penuh busa dan setelah itu dia membantu Gara untuk mencuci matanya agar rasa pedasnya berkurang.
"Maaf ya, aku tadi tidak sengaja." ucap Aileen sambil mengelap wajah Gara yang basah menggunakan tisu.
"Tiupin, masih pedes." pinta Gara agak menundukkan kepalanya agar Aileen yang tidak terlalu tinggi bisa menjangkau matanya.
Aileen pun menuruti permintaan Gara, dia mulai meniup mata Gara dengan hati hati agar pedas di mata Gara berkurang.
Sedangkan Gara yang ada di hadapannya Aileen malah gagal fokus ke bibir Aileen yang berwarna pink pink menggoda.
Tanpa aba aba Gara langsung menempelkan bibirnya ke bibir Aileen, Aileen yang mendapatkan serangan mendadak dari Gara pun matanya melotot sempurna karena kaget.
__ADS_1
...***...