Kekasihku CEO Gila

Kekasihku CEO Gila
KCG#92


__ADS_3

"Aku minta maaf, tapi yang lainnya itu tidak benar, aku tidak pernah melakukan apa yang kamu katakan itu. Aku memang berbohong sama kamu tentang identitas ku yang sebenarnya, tapi kalau soal wanita aku tidak pernah melakukan itu. Aku cinta sama kamu, aku tidak pernah menghianati kamu." ucap Gara berusaha menjelaskan semuanya kepada Aileen.


"Tapi wanita itu bilang kamu...."


"Dengerin aku, jangan percaya dengan apa wanita itu katakan, aku tidak pernah ada hubungan dengan dia." potong Gara sebelum Aileen berbicara.


"Jangan potong ucapanku sebelum aku selesai berbicara, aku minta maaf karena sudah membohongi kamu tentang siapa diriku yang sebenarnya, tapi aku melakukan itu semua karena ada alasannya."


"Aku memiliki musuh yang ingin mencelakaiku makanya aku sembunyi di sini dan tidak jujur sama kamu karena aku takut kalau sampai nanti rahasiaku terbongkar akan berakibat juga kepada kamu."


"Bahkan aku sampai menyuruh Joan untuk membuat berita kalau aku hilang tidak di temukan sampai saat ini agar para musuhku percaya." jelas Gara.


"Jadi Joan itu...."


"Iya, dia adalah asisten sekaligus sekertaris aku, dia yang selama ini menggantikan aku di perusahaan." potong Gara lagi yang tahu apa yang akan Aileen katakan.


"Dan aku juga mau bilang sama kamu kalau yang waktu itu aku yang menyuruh Joan untuk mendekati wanita yang saat itu berkerjasama dengan perusahaanku sehingga membuat kakak kamu pergi. Aku kasih tahu kamu sebelum nanti kamu tahu dari orang lain." tambah Gara menjelaskan tentang kejadian yang ada sangkut pautnya dengan kakaknya Aileen sebelum nanti Aileen tahu dari orang lain dan membuat mereka terjadi kesalahpahaman lagi.


Aileen bergerak memaksa Gara untuk melepaskan pelukannya dan Gara pun akhirnya menyerah dan melepaskan pelukannya kepada Aileen.


Aileen menatap Gara tajam, karena ternyata Gara lah dalang dari kepergian kakaknya. Pantas aja waktu itu Gara sangat ngotot untuk dirinya Agara bisa memaafkan Joan, jadi ini alasannya.


"Aku minta maaf ya, aku gak bermaksud seperti itu, aku gak tahu kalau kakak kamu akan salah paham kepada Joan, aku minta maaf." ucap Gara memohon maaf dari Aileen.


"Huh, iya untuk yang itu aku maafkan, aku udah ikhlas dengan kepergian mereka." balas Aileen memaafkan kesalahan Gara yang ada di masa lalu.


"Kamu sudah memaafkan aku, terimakasih sayang, terimakasih." senang Gara dan akan memeluk Aileen lagi tapi Aileen menghindar.

__ADS_1


"Sayang...." rengek Gara.


"Kamu belum menjelaskan siapa wanita itu, kalau sampai nanti kesalahannya lebih fatal lagi aku gak mau memaafkan kamu. Dan kamu ingatkan apa kata aku waktu itu kalau aku tidak bisa memaafkan kamu itu artinya kamu harus pergi dari hidupku." ucap Aileen menatap Gara serius.


"Tidak tidak, itu tidak akan terjadi karena semua itu hanya kesalahpahaman saja jadi kamu pasti kamu memaafkan ku." balas Gara.


Gara pun mulai menjelaskan siapa Agnes sebenarnya.


Agnes adalah anak dari teman kedua orang tuanya, orang tua Gara sudah meninggal dan kata kedua orang tua Agnes kalau Gara dan Agnes itu sudah di jodohkan. Tapi Gara tidak mau dengan Agnes karena dia tidak menyukai sikap Agnes yang seperti jal***, terlebih dia ingat pesan kedua orang tuanya untuk mencari wanita yang tidak seperti Agnes jadi Gara yakin pasti perjodohan itu adalah akal akalan kedua orang tua Agnes saja biar bisa menguasai harta Gara.


Dan mungkin Agnes tidak terima, makanya Agnes berbicara yang tidak tidak tentang dirinya.


"Tapi kok waktu itu dia bilang kalau dia hamil anak kamu." balas Aileen setelah mendengarkan penjelasan Gara.


"Apa, berani beraninya dia bilang seperti itu, aku tidak pernah melakukan hubungan dengan selain kamu, apalagi sama dia yang udah sering di pakai banyak orang." kaget Gara mendengar apa yang Aileen katakan kalau Agnes sudah memfitnah dirinya.


"Maksud kamu di pakai banyak orang apa?" tanya Aileen tidak mengerti.


"Apa, kok ada wanita yang seperti itu?" kaget Aileen, ternyata hidup di kampung jauh lebih tentram dari pada di kota yang ternyata banyak wanita wanita yang gila seperti Agnes.


"Ada banyak yang." balas Gara.


"Jadi gimana, kamu'udah maafin aku kan?" tanya Gara merentangkan kedua tangannya agar Aileen masuk ke dalam pelukannya.


"Apa?" tanya Aileen Gara pura pura tidak mengerti apa maksud Gara.


"Ah kamu mah lama." Gara langsung menarik Aileen masuk ke dalam pelukannya.

__ADS_1


Sekarang yang ada di pikiran Gara bagiamana caranya dia bilang kalau sebenarnya paman dan bibi Aileen itu bukan orang yang baik, bagiamana nanti kalau Aileen tahu, apakah dia akan syok berat dan berakibat pada jamin Aileen, bingung Gara.


"Aku kangen banget sama kamu, perusahaanku hampir hancur di sana, aku sampai gak ada waktu buat hubungi kamu. Dan di saat aku mengirimkan pesan kamu malah hanya membukanya saja." Gara mulai bercerita tentang kegiatannya akhir akhir ini.


"Aku pusing memikirkan kamu yang salah faham dan masalah yang ada di perusahaan, rasanya aku pengen nyerah saja, tapi beruntungnya ada Joan dan Riski yang selalu memberikan semangat buat aku."


"Kamu tahu gak, berat badanku turun lima kilo loh kate sering lupa makan sama banyak pikiran." adu Gara saat mengingat kalau tubuhnya kurusan.


"Benarkah?" Aileen melepaskan pelukan Gara dan menatap tubuh Gara dari atas hingga bawah yang memang agak kurusan.


"Maaf, aku tidak bisa ngertiin kamu, aku malah menjadi beban pikiran buat kamu." Aileen sekarang malahan jadi merasa bersalah karena sudah membuat Gara kepikiran.


"Kamu ngomong apa sih, kamu bukan beban tapi penyemangat aku, tapi waktu ada masalah malah penyemangat aku lagi marah, jadi aku ya gak semangat." balas Gara.


"Peluk lagi dong, aku masih kangen sama kamu." pinta Gara meminta agar Aileen memeluk dirinya lagi.


Aileen pun dengan senang hati berhambur ke dalam pelukan Gara karena dia juga kangen banget sama Gara.


"Gimana keadaan anak papa, gak rewel kan mom?" tanya Gara memanggil Aileen mommy.


"Auw sakit tahu." ringis Gara karena Aileen mencubit perutnya.


"Mommy, mommy, Buna ya bukan mommy." protes Aileen.


"Gak ah, enakan mommy, iyakan sayangnya papa." balas Gara dengan tangan yang mengelus perut Aileen yang sudah mulai menonjol sedikit.


"Terserah kamu lah." balas Aileen mengalah karena dia malas untuk berdebat.

__ADS_1


"Kamu baik baik saja kan selama aku gak ada?" tanya Gara ingin tahu dengan keadaan Aileen selama dia gak ada di samping Aileen.


...***...


__ADS_2