Kekasihku CEO Gila

Kekasihku CEO Gila
KCG#85


__ADS_3

Keadaan Agnes sudah mulai membaik, dia terlihat sudah bisa menelan makanan, kemaren dia tidak bisa menelan makanan akibat dari cekikikan yang Gara berikan.


"Aku harus bisa keluar dari sini." monolog Agnes merencanakan kabur dari rumah sakit itu karena di sana dia di jaga ketat oleh anak buah Gara.


"Papa plis tolong bantuin aku, aku gak mau di sini." mohon Agnes berharap kalau papanya bisa mendengar jeritannya.


Agnes mencoba untuk turun dari bangkar dan mulai berjalan menuju pintu keluar ruangannya, tapi saat dia akan membukanya ternyata pintunya terkunci.


"Mana di kunci lagi, ini kira kira aku ada di lantai berapa ya?" gumam Agnes bertanya tanya kira kira ruangannya ini ada di lantai berapa.


Agnes berjalan menuju jendela yang ada di kamarnya, dia bisa melihat sepertinya dia ada di lantai empat, tidak terlalu tinggi tapi susah juga kalau dia mau kabur lewat jendela karena pasti bakal ada yang melihatnya.


Tapi kalau gak lewat jendela dia harus lewat dimana lagi.


Setelah berfikir keras, pilihan Agnes hanya ada lewat jendela saja, alhasil Agnes mulai membuka jendela kamarnya dan mulai mengeluarkan kakinya dari jendela.


Agnes turun dari jendela dan langsung berdiri di balkon yang sangat sempit, sehingga kalau dia tidak hati hatinya bisa bisa dia akan terjatuh.


"Sepertinya aku harus melompat ke kamar sebelah, karena dengan begitu aku bisa keluar dari sana menyamar jadi pasien lain." ide Agnes.


Agnes mulai melangkahkan kakinya menuju ujung balkon kamarnya, setiap balkon memandang ada jarak setelah meter, sehingga kalau Agnes ingin pergi ke kamar sebelah dia harus melompat dulu agar bisa sampai di balkon kamar sebelahnya.


"Semoga ini berhasil, kalaupun nanti aku gagal aku bakalan mati dengan caraku sendiri bukan di bunuh Gara." doa Agnes.


Agnes melirik ke arah bawah sebelum akan mulai melompat, dia langsung merinding saat merasa posisinya ini terlalu tinggi dari tanya, jadi kalau dia jatuh mungkin nanti tujuannya langsung ke akhirat tidak melalui dokter dahulu.


"Mama papa maafkan Agnes." ucap Agnes dan menarik nafasnya dalam baru dia mengayunkan kakinya untuk melompat ke balkon di hadapannya.


"Aaa...." teriak Agnes sambil melompat dan ternyata caranya berhasil.


"Hah, syukurlah aku masih hidup." lega Agnes dan mulai berjalan memasuki ruangan yang ada di samping ruangan Agnes tadi.


Kebetulan saat ini pasien yang menepati ruangan itu tengah tidur jadi Agnes bisa bebas keluar dari sana tanpa takut ketahuan orang lagi.


"Yes akhirnya berhasil." senang Agnes saat sudah berada di luar.

__ADS_1


Agnes tak lupa memakai masker wajah agar tidak ada yang mengenali dirinya, selain itu dia juga memakai kaca mata yang dia ambil dari pasien yang tengah tidur tadi.


Agnes melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu dengan pergerakan sangat santai agar mereka tidak curiga, dan benar saja Agnes bisa lolos dari pantauan mereka.


"Dasar anak buah bodoh, masal gitu aja gak tahu." maki Agnes.


"Sekarang aku harus kemana dulu ini?" bingung Agnes yang sudah berhasil keluar dari rumah sakit tempat dia di rawat.


"Mau pulang gak bisa karena semua kartu ada di tangan anak buah Gara, tapi mau tetap di sini juga mau ngapain." lanjutnya.


Agnes memilih pergi ke taman yang ramai agar nanti kalau anak buah Gara mengetahui menghilang nya dirinya dua bisa bersembunyi di balik banyak orang itu.


"Ahaa... aku komporin istrinya Gara aja mumpung masih ada di sini juga, biar nanti masalah rumah tangga mereka semakin kuat dan hancur berkeping-keping, terus habis itu aku masuk deh ke hati Gara." ngayal Agnes yang sangat ingin mendapatkan gara.


Agnes pun langsung beranjak pergi menuju rumah Aileen dengan jalan kaki karena tidak ada uang untuk dia naik taksi.


Sementara itu di rumah sakit mereka heboh mencari keberadaan Agnes, mereka kecolongan karena membiarkan Agnes pergi.


"Bos bisa bisa marah sama kit, aku cepat kita cari." ucap mereka dan mulai berpencar untuk mencari keberadaan Agnes.


Aileen bangun dari tidurnya dan sudah di suguhi makan yang sangat enak enak dari Arumi. Aileen terlihat sangat lahap makan masakan Arumi yang membuat Arumi jadi senang.


"Habis ini kamu makan obat sama vitamin nya jangan lupa." ucap Arumi mengingatkan Aileen.


"Oke siap bu bidan." bakas Aileen sambil bercanda sedikit.


Aileen pun mulai memakan obat dan vitamin yang dokter berikan kepadanya, dan setelah selesai dia langsung di ajak pergi Arumi katanya pengen jalan jalan karena sudah lama tidak di sana dia jadi kangen.


"Kamu belum beli susu buat bumil kan?" tanya Arumi kepada Aileen dan di balas gelengan kepala dari Aileen.


"Ya sudah berarti nanti kita jalan jalan sambil belanja ya, soalnya aku lihat banyak barang barang yang sudah mulai habis di rumah." ajak Arumi.


"Oke, nanti kamu bayarnya pakai uang ini aja," suruh Aileen memberikan kartu kreditnya kepada Arumi.


"Gak usah, pakai punya aku aja aku ada kok." tolak Arumi.

__ADS_1


"Udah pakai ini aja, sekalian nanti aku minta tolong sama kamu buat mengecek kan jumlah nominal uangnya tinggal berapa di sana." paksa Aileen.


Dengan berat hati Arumi pun akhirnya menerima belanja pakai uang Arumi, toh tak baik juga kalau harus berdebat dengan ibu hamil.


Mereka pergi dengan di temani sopir yang sudah Joan kirimkan untuk menemani mereka berdua kalau mau bepergian.


"Kita mau belanja di mana?" tanya Aileen.


"Di mall." jawab Arumi.


Aileen menggangukkan kepalanya, dia tidak pernah belanja di mall jadi mungkin nanti dia akan sedikit katrok kalau ada di sana.


Setelah menempuh perjalanan yang sangat panjang, akhirnya mereka berdua sudah sampai di mall yang ada di kota tempat Aileen tinggal.


Mereka masuk dan langsung menuju stan stan bahan bahan dapur dan juga sayur sayuran untuk stok di rumah.


Setelah dari sana Arumi mengajak Aileen untuk mencari susu ibu hamil untuk Aileen.


"Gimana kamu mau yang rasa apa?" tanya Arumi membuat Aileen berfikir.


"Eemm...." bingung Aileen.


"Kamu lama deh, udah kita ambil semuanya aja biar nanti kamu bisa pilih di rumah." ucap Arumi yang main mengambil semua jenis rasa susu ibu hamil.


Yang ada di otak Arumi suami Aileen itu kaya, jadi dia harus mengajari Aileen untuk belanja banyak dan tidak takut harga.


Setelah mengambil banyak barang, saatnya mereka untuk membayar barang barang mereka di kasir.


"Apakah mau nambah lagi?" tanya mbak mbak kasir kepada mereka berdua.


"Tidak mbak itu sudah cukup." jawab Arumi.


...***...


inginku tambah lagi, tapi mataku sudah tidak bisa di kondisikan lagi😂

__ADS_1


__ADS_2