Kekasihku CEO Gila

Kekasihku CEO Gila
KCG#102 TAMAT


__ADS_3

Tiga hari pun berlalu, sekarang Aileen sudah cantik mengenakan gaun putih panjang dengan hiasan mahkota cantik di atas kepalanya.


"Kamu cantik banget Lin, aku jadikan iri sama kamu." puji Arumi iri dengan kecantikan Aileen.


"Kamu ngomong apaan sih, kamu juga cantik kok." balas Aileen memuji Arumi balik.


"Buna, Fatin cantik gak?" tanya Fatin yang mengenakan gaun pink yang sama seperti Aileen memakai mahkota di atas kepalanya.


"Aduh putri Buna cantik banget sih, Buna jadi gemes." balas Aileen memuji Fatin yang memang terlihat sangat cantik dan menggemaskan.


"Iya dong, kan mama yang sudah dadanin Fatin." balas Fatin memuji hasil make up Arumi di wajah Fatin.


"Benarkah, wah mama Arumi hebat deh, ajarin Buna Aileen dong." balas Aileen memuji hasil karya Arumi.


"Apaan sih kamu Lin, kalau kamu mau kami bisa minta les ke suami mu." balas Arumi yang salting karena di puji Aileen.


"Buna, mama ayo kita mirror selfie." ajak Fatin yang sudah mulai mengenal dunia sosmed.


"Ih anak Buna sekarang gaul banget sih, sudah tahu bahasa bahasa gaul buna sampai kalah." balas Aileen.


"Iya dong, kan mama yang ngajarin." balas Fatin lagi.


"Ooh jadi mama Arumi yang udah ngajarin Fatin, ya sudah ayo cepat kita foto nanti keburu caranya di mulai." ajak Aileen.


Mereka bertiga pun berselfie di depan cermin yang ada di kamar hotel. Tak lama setelah itu gedung di buka dan masuklah ibu Maya yang akan menjemput Aileen.


"Ayo kita turun, acaranya akan di mulai." ajak ibu Maya kepada mereka bertiga.


Aileen pun di tuntun keluar dari kamar. Di samping kiri Aileen ada ibu Maya sedangkan di samping kanan Aileen ada Arumi.


Jika kalian tanya di mana si bocil Fatin, dia jalan paling depan sendiri di depan Aileen.


"Wah pengantinnya cantik banget."


"Iya sangat cocok dengan tuan Gara."


"Itu yang ada di depan anak siapa kok gemas banget sih."

__ADS_1


Bla bla bla bla.


Banyak yang mengomentari penampilan mereka berempat, ada yang suka dan ada juga yang tidak suka, namanya juga manusia pasti selera nya beda beda.


"Kamu cantik banget sayang." bisik Gara saat Aileen sudah ada di depannya tanpa ada jarak yang memisahkan mereka berdua.


Gara mengandeng tangan Aileen naik kereta atas dekorasi yang sudah di siapkan yang terlihat sangat cantik dan elegan, pokonya selera Aileen banget lah.


"Gimana kamu senang gak?" tanya Gara setelah mereka sampai di dekorasi tempat mereka.


"Seneng banget, aku gak nyangka kalau aku bisa menikah semewah ini." balas Aileen senang bukan main.


Gara tersenyum melihat wajah bahagia istrinya, selanjutnya adalah acara memberikan selamat dari para tamu undangan untuk mempelai pengantin.


Satu persatu para tamu undangan naik untuk memberikan ucapan selamat kepada mereka berdua.


Hingga giliran Joan, Arumi dan Fatin yang naik untuk memberikan selamat kepada mereka berdua.


"Selamat ya bro, setelah penantian yang sangat kama akhirnya kebahagiaan datang juga." ucap Joan memberikan selamat kepada Gara.


"Thanks Jo, lo juga sama sekarang sudah menemukan kebahagiaan di hidup Lo." balas Gara.


"Aamiin, terimakasih mbak." balas Aileen.


Sekarang giliran si bocil Fatin, dia di tangannya ada memegang sebuah kado yang berwarna pink sama seperti pakaiannya.


"Buna ayah selamat ya, Fatin mendoakan semoga kalian selalu bahagia dan terus sayang sama Fatin." ucap Fatin mendoakan pernikahan Gara dan Aileen.


"Aamiin terimakasih sayang." balasan Gara dan Aileen barengan.


"Itu pasti kado buat ayah kan?" tebak Gara dengan jadi yang ada di tangan Fatin.


"Ih ayah salah, ini jadi buatan papa Joan kok." balasan Fatin.


"Loh kan yang punya acara ayah, kok yang di kasih kado papa Joan sih." ngambek Gara.


"Itu bukan dari Fatin ayah, itu dari mama Arumi. Mama Arumi menyuruh Fatin untuk memberikan kado ini buatan ayah, iya kan ma?" Fatin mendoakan kepalanya meminta dukungan dari Arumi dan di balas Arumi anggukan yang memang iya itu kado'darinya untuk Joan.

__ADS_1


"Ini beneran yang?" tanya Joan yang sudah menerima kado dari Fatin.


"Iya mas, kamu buka aja." balas Arumi menyuruh Gara untuk segera membuka kado darinya.


Joan pun mulai membuka ikatan pita yang ada, mata Joan menyipit melihat apa yang ada di dalamnya.


Halo papa.


Satu kalimat sapaan buat Joan untuk pertama kali setelah membuka kotak kado itu.


"Ini...." Joan menggantungkan ucapan saat tangannya memegang sebuah benda pipih berbentuk panjang, yang di dalamnya ada dua garis merah.


"Sayang ini benaran?" tanya Joan tidak percaya.


Arumi menggangukkan kepalanya dan Joan pun langsung berhambur memeluk Arumi dan menciumi kening Arumi penuh cinta.


"Terimakasih sayang terimakasih." ucap Joan.


Arumi di nyatakan hamil saat dia memeriksakan keadaannya ke dokter tanpa sepengetahuan Joan, karena Arumi takut kalau ada penyakit yang serius di tubuhnya. Tapi nyatanya yang dia dapat adalah berita bahagia.


Tidak ada yang tidak mungkin kalau kita terus berdoa dan berusaha. Allah tahu kapan dia akan memberikan rezeki buat makhluknya.


"Selamat mbak, akhirnya penantian mbak Arumi setelah sekian lama terjawab sudah." ucap Aileen memberikan ucapan selamat atas kehamilan Arumi.


"Iya Lin terimakasih." balas Arumi.


"Selamat brother, akhirnya lo mau jadi bapak lagi." ucap Gara.


"Thanks bro." balas Joan.


"Ayah, ayah, aku mau punya adik lagi?" tanya Fatin yang mengerti dengan apa yang orang tuanya bicarakan.


"Iya sayang, nanti Fatin akan mendapatkan adik dua." jawab Joan.


"Hore Fatin punya adik banyak, nanti Fatin punya banyak teman." sorak senang Fatin.


Kebahagiaan mereka tak luput dari perhatian para tamu undangan yang datang. Mereka ikut bahagia menyaksikan kebahagiaan kedua keluarga itu.

__ADS_1


Itulah akhir dari kisah cinta kedua keluarga, mereka akhirnya bisa hidup bahagia bersama. Ini bukan akhir, tapi ini adalah sebuah awal dari perjuangan yang akan mereka hadapi nanti.


...TAMAT...


__ADS_2