
Bianglala yang mereka bertiga naiki mulai bergerak naik, Aileen berpegangan sangat kuat pada besi yang ada di sampingnya dan tak lupa dalam hati dia merapalkan doa doa, yang pasti bukan doa makan ya.
"Wah ayah liat itu lampunya warna warni." ucap Fatin sambil menunjuk ke arah di mana terlihat banyak lampu warna warni yang terlihat sangat indah dari ketinggian.
"Fatin senang?" balas Gara bertanya dan langsung mendapatkan anggukan yang sangat antusias dari Fatin.
Gara yang melihat Fatin tengah asik melihat ke segala arah pun tersenyum, dia bahagia kalau Fatin juga bahagia.
Lalu pandangan Gara beralih ke Istrinya yang berada di samping dirinya. Astaga Gara lupa kalau Aileen itu takut ketinggian, lihatlah sekarang Aileen tengah memejamkan matanya rapat dan juga tangan gemetar berpegangan dengan besi yang ada di dekatnya.
"Sayang." Gara langsung memeluk tubuh Aileen dan membenamkan kepala Aileen di dada bidangnya.
"Tenang ya, ada aku di sini." bisik Gara agar tidak mengganggu Fatin yang tengah asik menikmati indahnya pemandangan pada malam hari dari atas bianglala.
"Aku takut." balas Aileen yang saat ini sudah memeluk Gara dengan erat.
"Tenang ya, jangan liat ke bawah, tatapan mukaku aja." tangan Gara bergerak mendongakkan kepala Aileen agar menatap wajahnya.
"Buka mata kamu." suruh Gara karena Aileen tetap setia memejamkan matanya.
Perlahan mata Aileen terbuka, dan dia langsung melihat ketampanan wajah Gara yang sangat dia sukai akhir akhir ini.
"Jangan takut, tidak akan terjadi apa apa di sini." ucap Gara lembut dan mendapatkan anggukan dari Aileen.
Cup.
Mata Aileen melotot karena Gara tiba tiba saja mencium bibirnya.
"Gak usah gitu matanya, nanti keluar loh." ledek Gara membuat Aileen seketika melepaskan pelukannya kepada Gara karena kesal.
"Aaaa...." teriak Aileen histeris saat tak sengaja dia melihat ke arah bawah, dan itu tepat saat posisi bianglala berada di puncak sendiri.
__ADS_1
"Buna/sayang." ucap Fatin dan Gara barengan karena panik melihat Aileen yang histeris.
Gara langsung menarik kembali tubuh Aileen ke dalam pelukannya, dan mendekapnya dengan erat.
"Hiks hiks hiks." lihatlah, Aileen sang wanita yang kuat itu akhirnya menangis juga dalam pelukan Gara hanya karena tak sengaja melihat ketinggian.
"Sstttt... udah ya jangan nangis," bisik Gara menenangkan Aileen.
Gara jadi merasa bersalah karena tadi sudah membiarkan Aileen lepas dari pelukannya, seharusnya tadi dia tetap mendekap tubuh Aileen saja biar kejadian seperti ini tidak terjadi.
"Buna, buna kenapa?" tanya Fatin khawatir dengan Aileen, apalagi dia tidak pernah melihat Aileen menangis, dan ini pertama kalinya dia melihat Aileen menangis.
"Buna tidak apa apa kok, udah Fatin lihat pemandangannya lagi gih, Buna biar sama ayah." balas Gara menyuruh Fatin melihat pemandangan lagi agar tidak khawatir dengan keadaan Aileen.
"Tapi Buna menangis ayah," balas Fatin yang sekarang matanya sudah berkaca-kaca.
"Buna tidak apa apa sayang, Buna hanya takut ketinggian saja." balas Gara.
"Kita turun aja ayah, kasian bunanya." lanjut Fatin yang sudah tidak berselera lagi melihat pemandangan dari atas bianglala.
"Iya habis ini saat sampai di bawah kita langsung turun ya." balas Gara mengiyakan permintaan Fatin, toh dia juga sudah khawatir dengan keadaan Aileen, tapi dia harus tetap terlihat biasa saja agar Fatin tidak kepikiran.
Sedangkan Aileen yang ada dalam dekapan Gara hanya diam saja, dia berusaha mengurangi rasa takut yang ada di dalam dirinya. Dia ingin bilang kepada Fatin kalau dia tidak kenapa kenapa, tapi itu tidak bisa. Aileen takut nanti kalau dia melepaskan pelukan Gara lagi malah dia akan melihat ketinggian lagi seperti tadi.
Bianglala itupun tetap berjalan hingga sampai di bawah Gara minta turun, padahal tadi dia sudah membeli tiket untuk beberapa kali putaran karena untuk menyenangkan Fatin, tapi karena kejadiannya sudah seperti ini dia mereka tidak bisa melanjutkan naik bianglala terus.
"Buna Fatin minta maaf, karena Fatin Buna jadi ketakutan tadi." ucap permintaan maaf Fatin setelah mereka turun dari bianglala.
"Ini bukan salah kamu sayang, seharusnya Buna yang minta maaf karena tidak bisa menuruti permintaan kamu," balas Aileen tidak menyalahkan Fatin.
"Kita langsung pulang aja ya, Fatin tidak apa apa kan kalau kita pulang sekarang?" tanya Gara mengajak Fatin pulang agar Fatin tidak lagi menyalahkan dirinya lagi.
__ADS_1
"Iya ayah, kita pulang saja kasian Buna." jawab Fatin mengiyakan ajakan Gara.
"Kalian main saja lagi, aku tunggu di parkiran. Kasian Fatin dia masih ingin bermain di sini, kamu sebaiknya temani Fatin dulu." suruh Aileen yang tak tega kalau harus menghancurkan kebahagiaan Fatin.
"Tidak Buna, Fatin udah puas kok. Nanti kapan kapan kita kan bisa main lagi kesini," balas Fatin.
"Udah kita pulang aja, kamu juga butuh istirahat." ajak Gara.
"Ya sudah kalau begitu." pasrah Aileen mengikuti ajakan Gara.
"Tapi Fatin mau beli makanan dulu boleh kan Buna, buat nanti di makan waktu sampai di rumah." pinta Fatin.
"Iya boleh, ayo kita cari makanan dulu." balas Gara dan langsung menggandeng tangan Fatin dan merangkul pundak Aileen untuk pergi mencari makanan yang Fatin inginkan.
Bukan hanya Fatin, ternyata Aileen juga ikutan membeli makanan juga. Gara sebagai suami yang mencintai istri dan anaknya pun menuruti permintaan mereka berdua, toh harganya juga tidak malah.
Setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan, mereka pun pulang ke rumah Aileen. Sampai di rumah ternyata Fatin malah sudah ketiduran dan Gara pun langsung menggendong Fatin ke dalam kamarnya.
"Ini makanan Fatin biar aku simpan aja, mungkin besok pagi dia akan nyariin." ucap Aileen saat melihat Gara keluar dari kamar Fatin.
"Iya terserah kamu saja, kamu mau makan ini dulu?" tanya Gara menunjuk makanan yang Aileen beli tadi.
"Enggak deh, besok pagi aja aku udah ngantuk." balas Aileen membuat Gara mengangguk.
"Aku masukin motor dulu ya, kamu langsung masuk ke kamar aja." ucap Gara hendak memasukkan motor miliknya dan menyuruh Aileen untuk langsung masuk ke dalam kamar mereka berdua.
Gara pun pergi keluar rumah, sedangkan Aileen langsung pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajah, gosok gigi dan juga mencuci tangan beserta kakinya.
"Loh itu paman Joko kok baru pulang ya jam segini." gumam Gara saat melihat paman Joko yang baru saja datang dengan motor yang dia naiki.
"Mungkin paman dapat lemburan kali ya." lanjut Gara dan langsung membawa motornya masuk ke dalam rumah Aileen.
__ADS_1
...***...