
Fatin diam memikirkan maksud dari ucapan papanya, dan saat dia mengerti dia langsung memberikan tatapan kebahagiaan yang ada di matanya.
"Benarkah itu?" tanya Fatin menatap papanya dan setelah itu beralih menatap Arumi.
"Benar sayang, kamu mau nerima Tante jadi mama kamu kan?" balas Arumi tak lupa dengan senyuman manis yang dia berikan kepada Fatin.
"Iya Fatin mau," balasan Fatin senang karena apa yang dia inginkan ternyata terjadi.
"Sana dong peluk mamanya." suruh Aileen agar Fatin memeluk Arumi.
Fatin pun langsung berjalan menghampiri Arumi dan memeluknya.
"Terimakasih Tante sudah mau menjadi mama Fatin." ucap terimakasih Fatin.
"Sama sama sayang, makasih juga sudah mau menerima Tante." balas Arumi.
"Kok Tante sih, katanya tadi jadi mama." sindir Joan yang saat ini sudah duduk di samping Arumi.
"Iya papa, Tante ini mama Fatin, jadi mulai sekarang Fatin pangil Tante mama." balas Fatin menatap Arumi.
"Gemes banget sih anak mama ini." gemas Fatin mengelus rambut Fatin dengan penuh kasih sayang.
Fatin kembali memeluk Arumi, dan Joan yang melihat anak dan istrinya berpelukan pun tak mau kalah, dia langsung memeluk Arumi dari samping.
Mereka berpelukan sebagai keluarga yang lengkap, Fatin merasa sangat senang karena dia sekarang sudah mempunyai keluarga yang lengkap, bahkan lebih lengkap dari pada teman temannya yang lain.
Dia punya 3 mama, ada mama Fenny yang akan tetap menjadi mama nomor satunya Fatin, mama Arumi yang menjadi mama angkat Fatin dan juga ada Buna Aileen yang menjadi Buna kesayangan Fatin.
Selain mama, Fatin juga mempunyai dua papa, ada papa Joan dan juga ayah Gara yang sangat menyayangi Fatin.
Fatin merasa sangat bahagia, akhirnya mimpi yang selama ini dia inginkan terwujud, memiliki keluarga yang lengkap dan menyayanginya.
"Kamu gak pengen seperti mereka yang?" bisik Gara yang ada di samping Aileen.
"Kenapa, kamu pengen punya anak juga?" balik tanya Aileen menatap Gara.
"Ya jelas dong, tapi aku sih nurut aja apa kata kamu, asal kamu bahagia aku juga akan bahagia kalau lihat kamu bahagia." balas Gara merangkul pundak Aileen.
"Iya nanti malam kita buat lagi." balas Aileen yang membuat wajah Gara seketika di selimuti dengan kebahagiaan.
"Makin sayang deh."
Cup.
__ADS_1
Gara memberikan kecupan di kening Aileen dan Aileen yang mendapatkan kecupan itupun memejamkan matanya.
"Fatin ganti baju dulu gih, katanya mau pergi jalan jalan sama papa Joan." suruh Aileen karena sedari tadi Fatin belum mengganti seragamnya.
"Iya Buna." balas Fatin dan langsung berlari pergi ke kamarnya.
"Boleh aku menemani Fatin ganti baju?" tanya Arumi izin kepada Aileen.
"Ya boleh lah, kan sekarang Fatin udah jadi anak kamu juga, sana gih bantuin dia pilih baju." balas Aileen mempersilahkan Arumi untuk membantu Fatin.
"Aku samperin Fatin dulu ya mas." pamit Arumi kepada Joan dan langsung mendapatkan anggukan dari Joan.
Arumi pun langsung pergi ke kamar Fatin, dan setelah kepergian Arumi terjadi keheningan di ruang tamu rumah Aileen.
"Ehem." dehem Gara.
"Apakah kamu gak mau menjelaskan sesuatu sama aku Jo?" tanya Aileen kepada Joan.
Joan menatap Aileen sambil nyengir, dia bingung harus menjelaskan semuanya dari mana, ceritanya terlalu panjang.
"Aku bingung mau seperti apa ceritanya, yang pasti sekarang aku sama Arumi sudah sah menjadi suami istri." jelas Joan singkat dan tepat pada intinya.
"Aku tidak tahu kalau ternyata dia adalah orang terdekat kamu, yang pasti aku cuma mau bilang kalau aku serius sama dia." lanjut Joan.
"Dulu memang Fenny adalah duniaku, tapi sekarang aku sudah mempunyai istri lagian yang wajib aku cintai dan aku bahagiakan dan aku akan berusaha untuk membahagiakan istriku." lanjut Joan lagi.
"Kamu tidak perlu salah sangka terhadap diriku, aku tidak berfikir seperti itu kok, aku hanya penasaran saja bagiamana bisa kamu menikah dengan Arumi, itu saja kok."
"Kalau soal kakak ku itu sudah masa lalu kamu dan kamu juga berhak bahagia dengan masa depan kamu." lanjut Aileen.
Garang sebagai suami yang sangat menyayangi istrinya pun langsung merangkul pundak Aileen dan memeluknya dari samping, Gara tahu pasti sekarang Aileen tengah mengingat kakaknya yang sudah tidak ada.
"Apakah nanti kamu mau mengantarkan aku pergi ke makam Fenny?" pinta Joan.
"Iya nanti sekalian aku juga belum memperkenalkan Gara kepada kedua orang tuaku, tapi nanti saja setelah kamu mengajak Fatin jalan jalan, dari kemaren dia sudah menanyakan kamu terus." balas Aileen.
"Terimakasih, lagi lagi kamu berlapang dada menerima diriku, aku janji akan membahagiakan mereka berdua." sekarang Joan tahu jawabannya kenapa Gara sangat tergila gila dengan Aileen, itu semua karena sikap Aileen yang sangat lembut dan pemaaf.
"Iya aku percaya sama kamu, aku yakin kamu juga sudah tahu apa penyebab mbak Arumi cerai dengan suaminya, aku harap kamu bisa menerima itu dan tidak akan meninggalkan dirinya seperti mantan suaminya dulu." balas Aileen.
"Iya aku tahu, aku sudah cukup kok punya Fatin, tapi kalau Allah memberikan rezeki lagi buat kita aku juga akan menerimanya dengan senang hati. Kita tidak tahu bagiamana jalan takdir kita nanti, tidak ada yang tidak mungkin kalau Allah sudah berkehendak maka akan terjadi." balas Joan.
Gara hanya diam saja mendengarkan apa yang mereka berdua bicarakan, dia hanya bisa merangkul istrinya saja agar tetap tenang dalam menyikapi segala hal.
__ADS_1
Tanpa mereka ketahui, ternyata sedari tadi Arumi mendengarkan pembicaraan mereka. Arumi terharu karena Aileen sebaik itu kepadanya, dia janji akan menjadi ibu yang baik buat Fatin.
"Mama, kok mama masih di sini?" tanya Fatin yang baru saja keluar dari kamarnya dan mendapati Arumi masih beradaptasi di depan kamarnya.
"Ehh sayang kamu sudah selesai, ini tadi mama mau pangil kamu ehh taunya malah kamu keluar duluan." bohong Arumi.
"Ooh gitu,"
"Ya sudah ayo kita samperin papa, pasti papa sudah menunggu kita." ajak Arumi mengandeng tangan Fatin.
"Gimana udah siap?" tanya Joan yang melihat kedatangan anak beserta istrinya.
"Sudah pa." balas Fatin dan Arumi barengan.
"Ya sudah ayo kita berangkat sekarang, Fatin pamit sama Buna sama ayah dulu." suruh Joan sebelum mereka pergi.
"Buna, ayah Fatin pergi dulu ya." pamit Fatin kepada Aileen dan Gara.
"iya sayang, kamu hati hatinya ya dan yang nurut sama mama sama papa." balas Aileen.
"Iya Buna." balas Fatin.
"Sini ayah sayang dulu." pinta Gara berjongkok meminta agar Fatin mencium pipinya.
cup cup.
"Buna mau juga dong." pinta Aileen ingin juga di kecup seperti Gara.
Cup cup.
"Ya sudah kamu hati hati ya."
"Iya Buna."
"Gar aku pergi dulu." pamit Joan pada Gara.
"Iya hati hati." balasan Gara.
"Leen aku pergi dulu ya." pamit Arumi pada Aileen.
"Iya mbak hati hati." balas Aileen.
Mereka pun akhirnya pergi dari rumah Aileen menuju rumah Arumi, tapi sebelum itu Joan lebih dulu menempati janjinya untuk membelikan Fatin es krim sama mainan.
__ADS_1
...***...