
Grep.
Joan kaget karena ternyata di luar dugaannya, Joan kira Fatin akan marah marah kepadanya, tapi ternyata salah, Fatin malah datang dan memeluk dirinya.
"Hiks hiks papa kemana saja, kenapa baru menemui Fatin sekarang, hiks hiks." tangis Fatin dalam pelukan Joan.
"Ssttt... papa minta maaf sayang, papa telat mencari kamu sama mama kamu." balas Joan menenangkan Fatin, Joan semakin merasa bersalah karena sudah membuat anaknya menangis seperti ini.
"Fatin cari cari papa, Fatin selalu menunggu papa datang untuk menjemput Fatin dan datang ke makam mama bersama sama, hiks." Fatin mencurahkan isi hatinya yang selama ini dia simpan.
Aileen yang mendengar apa yang Fatin ceritakan pun merasa bersedih, tanpa dia sadari dia memeluk Gara dengan erat dan menenggelamkan kepalanya di dada bidang Gara sambil menangis.
"Kamu mau maafin papa kan, papa siap kalau kamu mau menghukum papa, papa siap. Tapi papa mohon sama kamu jangan menjauh dari papa ya." mohon Joan melepaskan pelukannya dengan Fatin dan menatap wajah Fatin.
"Fatin tidak marah kok sama papa, Fatin hanya kangen saja sama papa, hiks." balas Fatin masih dengan sesenggukan.
__ADS_1
Jujur dalam hati Fatin tidak ada rasa marah kepada Joan, yang ada hanyalah rasa bahagia yang selama ini dia tunggu tunggu. Fatin merasa senang karena sekarang dia sudah bertemu dengan papanya, jadi nanti tidak ada lagi yang mengejek Fatin tidak mempunyai ayah lagi.
Mereka berdua pun menyalurkan rasa kangen mereka berdua hingga Fatin tertidur dalam dekapan Joan, dan setelah itu Joan pun memindahkan Fatin ke dalam kamarnya sebelum nanti dia akan berbicara dengan Gara dan juga Aileen.
"Ehem." dehem Gara saat mereka bertiga hanya saling diam saja di ruang tamu.
Ya, saat ini Aileen, Gara dan juga Joan tengah berkumpul di ruang tamu lagi seperti tadi sebelum kedatangan Fatin. Joan akan menjelaskan bagiamana dirinya bisa tahu kalau Fatin itu anaknya, dan juga bagiamana dulu dirinya dan Fenny sampai terpisah.
"Bisakah kau ceritakan semuanya?" tanya Gara mewakili Aileen.
"Terus dulu bagaimana ceritanya kok kak Fenny pergi meninggalkan kamu?" tanya Aileen penasaran setelah mendengarkan penjelasan Joan yang tadi.
"Ini semua kesalahanku, Gara juga tahu bagaimana cerita aku yang dulu karena waktu itu aku sudah bekerja sama dia." jawab Joan.
"Bekerja, maksud kamu? Bukannya kamu itu temennya Gara yang suka membantu Gara?"
__ADS_1
Nah Lo, Joan salah ngomong kan, Aileen jadi curiga.
"Ehh maksud aku tadi, kita bekerja bareng, nah jadi aku Gara sama Fenny bekerja bareng, jadi Gara juga tahu bagiamana kisah cinta aku sama Fenny dulu." Joan mencoba untuk memberikan alasan agar Aileen tidak curiga lagi.
Sedangkan Gara yang mendengar kecerobohan Joan pun memelototkan matanya menatap Joan dengan tajam, sehingga membuat Joan sangat takut, takut kalau di pecat.
"Ooh aku kira Gara bos kamu." balas Aileen.
"Oh iya lanjutin cerita kamu yang tadi." lanjut Aileen saat mengingat apa yang tadi mereka bicarakan.
"Huh syukurlah aman." batin Joan lega, itu artinya dia terbebas dari ancaman Gara.
"Oke, jadi waktu itu aku sama Fenny itu memang sudah menikah, tapi menikah siri saja." Joan mulai menjelaskan bagiamana kehidupannya dulu sama Fenny.
...***...
__ADS_1