
"Kenapa paman bilang bibi yang melakukannya, sedangkan bibi saja ada di kampung?" tanya Gara.
"Yang kalian tahu emang lukah ada di sana, tapi nyatanya dia setiap hari pulang balik ke kota untuk mengurus perusahaan." jelas paman Joko membuat Gara bingung.
Gara semakin tidak mengerti dengan masalah yang ada di hadapannya ini, jadi yang pegang perusahaan ini sebenarnya siapa, paman Joko atau bibi Lukah.
"Dia adalah orang yang merencanakan ini semua, dan, dan ...." paman Joko menjeda ucapannya karena tidak sanggup lagi untuk menjelaskan semuanya.
"Dan, dan apa paman?" tanya Gara penasaran.
"Dan, dialah yang merencanakan kecelakaan beberapa tahun yang lalu hingga membuat kakakku suami beserta anaknya yang akan melahirkan meninggal." jelas paman Joko membuat Gara dan Joan kaget.
Jadi kecelakaan yang menimpa keluarga Aileen itu sudah di rencanakan, dan pelakunya adalah bibi Aileen sendiri.
Gara tidak bisa membayangkan bagaimana nanti jadinya kalau sampai Aileen tahu, mungkin diantara akan marah atau syok mendengar ini semua.
Sedangkan Joan, tangannya sudah terkepal kuat. Meskipun sekarang dia sudah mencintai Arumi dan bisa melupakan Fenny, tapi dia tidak terima karena cinta pertama dan ibu dari anaknya ternyata meninggal karena rencana dari seseorang.
Dia tidak akan membiarkan orang itu hidup dengan tenang, tidak dia akan membalaskan ini semua sampai orang itu mendapatkan hukuman yang setimpal.
"Maaf, maafkan aku karena waktu itu gak bisa melindungi mereka. Aku di ancam sama Lukah kalau sampai aku menceritakan berita ini maka aku akan di usir olehnya." lanjut paman Joko meminta maaf atas apa yang sudah terjadi.
"Terus sekarang bibi ada di mana?" tanya Gara.
"Tadi pagi dia pulang ke kampung, katanya ada urusan sebentar. Aku gak tahu urusan apa yang akan dia lakukan karena aku di suruh untuk menjaga perusahaan." jawab paman Joko.
"Semalam aku mendengar kalau dia seperti tengah bertelfonan dengan seseorang dan membicarakan rencana pembunuhan seseorang, entah siapa lagi yang akan dia buat celaka aku tidak tahu." lanjut paman Joko dengan raut wajah sedih.
"Aileen." ucap Gara tiba tiba, Gara takut kalau orang yang akan di bunuh selanjutnya adalah Aileen, karena hanya Aileen lah nyawa yang tersisa dalam keluarganya.
__ADS_1
"Tolong, tolong jaga Aileen dan Fatin, aku tidak bisa berbuat apa apa karena aku di ancam olehnya." pinta paman Joko yang sekarang sudah mulai turun air mata yang membasahi wajahnya.
"Ayo Jo kita berangkat sekarang, sebelum mereka melakukan tindakan yang dapat mencelakai Aileen dan Fatin." ajak Gara bangun dari posisi duduknya.
"Kalian mau kemana?" tanya paman Joko menahan kepergian Gara.
"Saya mau kembali ke kampung paman untuk menyelamatkan Aileen." jawab Gara."Lalu sahamnya bagiamana?" tanya paman Joko menagih janji Gara tadi.
"Nanti akan saya urus setelah urusan saya selesai." balas Gara dan langsung berlari pergi dari cafe itu.
Sedangkan Joan pergi memberikan informasi kalau semua rencana yang sudah mereka susun di batalkan karena ada kesalahpahaman.
Setelah semuanya beres, Gara dan Joan langsung terbang menuju kampung halaman Aileen.
"Apakah akting ku tadi bagus?" tanya paman Joko kepada Jordi.
"Mereka hanya anak bau kencur yang salah mencari mangsa." senyum licik terbit di bibir paman Joko.
"Ayo kita segera pergi dari negara ini tuan, mereka sepertinya sudah mengetahui semuanya tentang perusahaan dan mungkin sebentar lagi perusahaan akan mereka hancurkan kalau sampai mereka sudah sampai di kampung." ajak Jordi yang merasa keberadaan mereka sudah mulai terancam.
"Ayo siapkan semuanya dan ambil sebanyak banyaknya uang dari perusahaan, saya tadi juga melihat asisten Gara sudah merekam semua pembicaraan kita." balas paman Joko.
Mereka berdua pun segera pergi dari cafe itu dan menyiapkan segala keperluan untuk kepergian mereka dari negara itu.
"Carilah Lukah sampai ketemu, meskipun kalian mencari sampai ujung dunia pun kalian tidak akan bisa menemukannya karena aku sudah melenyapkannya." batin paman Joko jahat.
Ya, apa yang paman Joko katakan tadi adalah kebohongan, nyatanya dia lah dalang dari semua yang terjadi.
Paman Joko adalah adik tiri dari ibu Aileen, ibu Aileen adalah pewaris utama perusahaan yang orang tua ibu Aileen tinggalkan. Dan paman Joko merencanakan kecelakaan itu karena ingin menguasai semua harta milik ibu Aileen yang belum ibu Aileen ketahui.
__ADS_1
Ibu Aileen dulu kabur dari rumah karena sebuah kesalahpahaman, dan kedua orang tua ibu Aileen meninggal dan mewariskan sebuah perusahaan untuk ibu Aileen, tapi ibu Aileen tidak tahu itu, yang tahu berita itu adalah paman Joko.
Jadi paman Joko merencanakan kecelakaan itu semua, dan saat ibu Aileen meninggal dia bisa menguasai semuanya. Tapi sampai saat ini dia belum bisa merubah nama pemilik perusahaan setelah berganti Aileen karena dia bingung bagaimana cara untuk meminta tandatangan Aileen.
Sedangkan kematian bibi Lukah terjadi karena bibi Lukah mengetahui semua niat busuk paman Joko dan berniat untuk menceritakan semuanya kepada Aileen.
Paman Joko yang emosi dan takut kedoknya terbongkar pun tak sengan sengan membunuh bibi lukah saat itu juga dan membuang mayatnya ketengah laut yang penuh dengan ikan predator.
Dan tadi dia hanya mengalihkan perhatian Gara dan Joan agar pergi ke kampung dan dia bisa leluasa untuk kabur dari negara ini.
...**...
Sementara itu di tempat Aileen, dia mendapatkan kiriman paket yang di dalamnya ada surat cerai dari pengadilan dan jugo foto Gara yang tengah berpelukan dengan Agnes.
Aileen menangis melihat foto itu, terlihat jelas kalau mereka saling memeluk satu sama lain, hati Aileen sakit harus melihat itu semua.
"Ternyata kamu beneran jahat Gar, aku kira semua ini hanya mimpi dan kesalahpahaman saja, tapi nyatanya ini nyata. Hari aku sakit'gar, sakit." ucap Aileen manatap foto Gara dan Agnes yang tengah berpelukan.
Kondisi rumah yang sepi karena Arumi pergi menjemput Fatin yang akan pulang dari sekolah, membuat Aileen menangis dengan bebas di rumahnya, karena tidak ada yang menenangkan dirinya.
Setelah puas menatap foto yang bikin hatinya sakit, tangan Aileen gemetar membuka surat dari pengadilan agama yang ada di tangan satunya.
Cerai, hanya kata itu yang dapat Aileen baca dari isi surat itu. Mata Aileen buram untuk membaca seluruh isinya.
"Apakah ini akhir dari sebuah pernikahan yang selama ini aku impikan." ucap Aileen menangis meratapi nasib pernikahannya.
"Tidak, akun harus kuat menerima semua ini, aku sudah janji akan mengikhlaskan Gara buat calon anaknya, aku harus kuat." lanjut Aileen menguatkan dirinya agar lebih kuat lagi.
...***...
__ADS_1