Kekasihku CEO Gila

Kekasihku CEO Gila
KCG#47


__ADS_3

Malam hari pun tiba, Aileen sudah pulang dari tempat kerjanya dan saat ini dia tengah memasak untuk makan malam.


Mungkin biasanya dia hanya akan membawakan makanan dari toko untuk Fatin, tapi sekarang keadaannya sudah beda, dia sudah mempunyai suami jadi otomatis dia harus bisa memanjakan lidah suaminya juga.


Apalagi Gara juga sudah memberikan kepadanya uang yang sangat banyak, jadi dia juga harus mulai membuat masakan yang lebih baik dari pada yang dulu.


"Kamu lagi masak apa?" tanya Gara yang baru saja datang mengagetkan Aileen yang tengah memasak.


"Astaga, kamu bikin aku kaget aja." kaget Aileen sambil memegangi dadanya yang hampir copot.


"Hehehe maaf, ada yang bisa aku bantu gak?" cengir Gara dan bertanya apakah ada yang bisa dia bantu kerjakan.


"Yakin kamu mau bantu, mending kamu main aja deh sama Fatin nanti kalau makanannya udah siap aku pangil kalian." balas Aileen.


"Yakinlah, Fatin udah asik main Barbie sendiri, dia lagi nungguin papanya di depan." balas Gara yang tetap kekeuh ingin membantu Aileen.


"Ini udangnya udah di bersihkan belum?" lanjut Gara bertanya yang melihat ada udang di sana.


"Belum, rencananya nanti mau aku bersihin setelah aku selesai buat capcay." jawab Aileen.


"Aku bersihin ya." balas Gara dan langsung membawa udang itu ke wastafel tempat pencucian piring.


"Emang kamu bisa?"

__ADS_1


"Bisalah, kamu jangan meragukan kemampuan ku ya." balas Gara yang mulai membersihkan kotoran udang mengunakan tusuk sate.


Akhirnya mereka berdua pun saling membantu di dalam dapur, kadang juga ada percakapan yang menyertai kegiatan mereka hingga membuat dapur menjadi hidup alias rame.


"Assalamualaikum." salam seseorang di depan pintu rumah Aileen.


"Waalaikum salam, papa...." Fatin langsung berhambur memeluk Joan yang baru saja tiba.


"Loh anak papa pasti lagi nungguin papa ya?" Joan membalas pelukan Fatin.


"Iya habisnya papa lama, hari ini papa mau tidur sama Fatin lagi kan?" tanya Fatin.


"Iya dong, ini papa juga bawain kamu mainan, nanti kita main sama sama ya di kamar Fatin." balas Joan.


"Sama sama sayangnya papa, ayo kita masuk udara di luar tidak baik buat kamu." ajak Joan mengendong Fatin memasuki rumah Aileen.


"Loh, kau udah datang Jo." ucap Gara yang melihat kedatangan Joan di rumah istrinya.


Gara memang sudah selesai membantu Aileen dan masakan pun sudah tersaji di atas meja makan, hanya tinggal menyantapnya saja.


"Iya tadi aku menyelesaikan urusanku dulu di kota biar bisa menginap di sini lagi." jawab Joan.


Ya, tadi setelah pertemuannya dengan Gara, Joan berfikir lebih baik dia kembali ke kota dulu dan menyelesaikan pekerjaannya agar nanti dia bisa tidur bersama Fatin lagi.

__ADS_1


Masak iya dia baru saja bertemu dengan anaknya harus dia tinggal lagi karena pekerjaan, Joan tidak mau kehilangan masa masa bersama anaknya lagi.


Tidak apa apa kalau dia harus lelah bolak balik dari ibu kota ke kampung halaman Aileen, yang penting dia bisa hidup bersama anaknya.


"Oh, aku kira kau tak jadi datang." balas Gara.


"Kamu udah datang Jo, ya sudah kalau gitu ayo kita langsung makan malam saja, nanti keburu dingin." ajak Aileen yang baru keluar dari kamarnya dan melihat kedatangan Joan.


"Ayo pa kita makan, Fatin udah lapar dari tadi nungguin papa di ruang tamu." ajak Fatin yang memang benar adanya.


Dia menunggu kedatangan Joan sang papa sangatlah lama, dan dia juga harus menyampingkan rasa laparnya agar nanti bisa makan bersama lagi bersama papa Joan.


"Maafin papa ya sayang, lain kali kalau Fatin udah lapar Fatin langsung minta makan aja sama Buna, jangan nungguin papa, nanti kalau Fatin sakit gimana hmm?" Joan merasa sangat bersalah karena sudah membuat Fatin harus menahan laparnya demi menunggu kedatangannya.


"Fatinkan mau makan malam sama papa, jadi gak papa kalau Fatin harus kelaparan nungguin papa, kan Fatin gak pernah makan malam sama papa." balas Fatin polos yang malah semakin membuat Joan merasa bersalah.


"Udah ayo makan, nanti keburu dingin." ajak Gara yang mengerti perasaan asistennya itu.


Mereka pun berjalan menuju meja makan untuk melakukan makan malam bersama.


"Besok besok jangan terlalu malam datangnya, aku gak suka kalau melihat Fatin harus menunggu kedatanganmu sampai malam." bisik Gara di telinga Joan lirih agar orang lain tak ada yang mendengarnya.


Joan hanya membalasnya dengan anggukan kepala saja, hingga akhirnya mereka pun melakukan makan malam bersama dengan di penuhi dengan celotehan yang Fatin buat.

__ADS_1


...***...


__ADS_2