Kekasihku CEO Gila

Kekasihku CEO Gila
KCG#08


__ADS_3

Makan malam sudah ada di depan mata, Aileen sudah lahap menyantap makan malam itu karena dia juga sudah kelaparan. Sedangkan Gara masih ragu untuk menyantapnya, sehingga dia hanya memilih untuk menatap Aileen saja.


Aileen yang menyadari kalau dia tengah di perhatikan oleh Gara pun menghentikan kegiatan makannya, dia balik menatap Gara dan mengucapkan,


"Kamu kenapa gak makan?" tanya Aileen pada Gara.


"Apakah enak?" balas Gara bertanya dengan jujur.


Gara ragu dengan rasa mie instan yang di campur dengan nasi, dia takut nanti rasanya akan sangat mengecewakan di lidahnya.


"Hah, apa? Kamu emang gak pernah makan mie?" tanya Aileen tak percaya dan di balas gelengan kepala oleh Gara.


"Udah deh Gar, gak usah banyak drama. Ayo cepat di makan, nanti kalau dingin rasanya malah makin gak enak." suruh Aileen tak memperdulikan Gara yang katanya tidak pernah makan mie instan.


Akhirnya dengan sangat pelan Gara mulai menyendokkan nasi serta mie instan ke dalam mulutnya, saat suapan itu baru masuk, dia dapat merasakan rasa yang tidak terlalu buruk di dalam mulutnya.


"Gimana enak kan?" tanya Aileen.

__ADS_1


"Emm... lumayan." balas Gara dan menyendokkan makanan lagi ke dalam mulutnya.


Aileen pun tersenyum, dia pun juga mulai kembali makan nasi dengan lauk mie instan yang tadi dia beli.


Selesai makan Aileen langsung mencuci piring, sedangkan Gara membersihkan meja makan.


"Apakah kita akan membicarakan sesuatu?" tanya Aileen pada Gara saat mereka berdua sudah selesai dengan kegiatan mereka berdua.


"Boleh, ayo kita bicara di ruang tamu aja biar nyaman." balas Gara setuju.


Aileen sudah memikirkannya tadi saat di dalam kamar, mungkin dia akan mengikuti saran yang ibu dan kakaknya berikan dalam mimpinya tadi.


"Hufft...." Aileen menarik nafasnya dalam, baru setelah itu dia menghembuskannya dengan perlahan sebelum mulai berbicara.


"Jujur, aku hanya ingin menikah sekali saja seumur hidupku." Aileen mengawali ucapannya.


Gara pun mendengarkan ucapan Aileen dengan serius, karena ini adalah menyangkut kehidupannya nanti.

__ADS_1


"Dan setelah apa yang terjadi tadi siang, mungkin memang kamu adalah jodoh yang Allah berikan kepadaku, jadi aku akan mencoba untuk menerima semuanya."


"Apakah kamu juga akan melakukan apa yang aku lakukan?" lanjut Aileen bertanya.


"Jujur aku juga masih bingung, tapi kalau kamu memutuskannya seperti itu aku akan mengikuti kemauan kamu. Aku akan mencoba untuk menerima semuanya, menerima kamu sebagai istri aku." balas Gara.


"Apakah kamu yakin itu?" tanya Aileen memastikan.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu, jika aku balik pertanyaan itu buat kamu apa jawaban yang akan kamu ucapakan?" balas Gara bukannya bertanya, dia malah memutar pertanyaan itu buat Aileen.


Aileen diam, dia juga tidak tahu harus menjawab apa, apakah dirinya mampu bertahan sampai nanti, dan apakah nanti akan ada benih benih cinta di antara keduanya? pikir Aileen.


"Sudah lupakan semuanya, ayo kita mulai hidup kita yang baru mulai besok pagi. Aku suami kamu dan kamu istri aku."


"Kamu mau kan menerima orang gila seperti aku?" lanjut Gara menggoda Aileen.


"Sebenarnya sih gak mau, siapa juga yang mau menikah dengan orang gila seperti kamu. Tapi karena terpaksa ya mau bagaimana lagi, ehh tapi kamu kenapa sih bisa gila?" tanya Aileen yang mengganggap ucapan Gara itu serius.

__ADS_1


"Astaghfirullah, kamu masih gak percaya kalau aku ini bukan orang gila?" tak habis pikir Gara.


...***...


__ADS_2