
Di malam hari, Gara sudah mengembalikan kondisi perusahaan miliknya meskipun kehilangan uang sebanyak itu. Gara menggunakan uangnya sendiri untuk kestabilan keuangan perusahaan, karena setelah Gara tahu kalau itu adalah perusahaan istrinya maka tidak ada salahnya Gara membiarkan uangnya di sana, toh uangnya juga adalah uang istrinya.
"Sayang, bagaimana kabar kamu, aku rindu sama kamu. Aku tahu kamu sekarang mungkin sudah membenci ku, tapi aku janji akan membuat kamu memaafkanku dalam waktu dekat ini setelah semuanya selesai."
"Aku mencintai kamu, sangat mencintai kamu, tidak ada wanita lain di hati ini selain kamu, hanya namamu yang ada di dalam hatiku."
"Aku pernah bilangkan sama kamu kalau kamu adalah jiwaku, dan sekarang kamu marah, jiwaku hancur yang, aku sampai tidak bisa merawat diriku dengan baik di sini."
"Doakan aku di sini agar masalahku cepat selesai dan bisa kembali pulang ke sana menjemput kamu dan calon anak kita untuk hidup yang lebih baik, jaga anak kita dengan baik, aku mencintai kalian."
"I love you."
Gara mengirimkan beberapa pesan suara untuk Aileen, entah nanti Aileen balas apa tidak yang pasti Gara sudah lega karena bisa mengirimkan pesan lagi kepada istrinya.
Syukur syukur pesan yang dia kirim itu di buka oleh istrinya, tapi kalau tidak juga tidak apa, mungkin istrinya itu begitu marah kepadanya.
Gara merasa lelah karena beberapa hari terakhir ini dia kurang tidur, mau pulang kerumahnya pun Gara tak ingin karena pasti nanti dia akan kepikiran dengan Aileen, tidak Gara tidak kuat menahan rindu itu, benar kata dilan, kalau rindu itu sangatlah berat, kamu tidak akan kuat, biar Gara saja.
Gara memejamkan matanya bersandar di kursi kebesaran miliknya dengan satu tangan yang dia buat untuk menutupi wajahnya.
Ceklek.
Joan main masuk saja ke dalam ruangan Gara, karena nanti kalau mengetuk pintu takut kalau Gara sudah istirahat. Dan benar saja, saat Joan masuk dia melihat kalau Gara sudah tidur.
"Maaf gar aku gak bisa bantu apa apa, aku percaya kalau setelah ini akan ada kebahagiaan yang datang kepada rumah tangga kamu." ucap Joan menatap Gara yang sudah tidur.
Joan pergi ke kamar pribadi gara yang ada di dalam ruangannya, dia mengambil selimut dan mulai menyelimuti Gara agar dia tidak kedinginan.
__ADS_1
"Semoga setelah kamu bangun nanti keadaan semakin membaik." ucap Joan dan setelah itu dia langsung kembali ke ruangannya untuk tidur.
Sama seperti Gara, Joan juga tidak tidur di apartemen miliknya, dia mana tega kalau harus meninggalkan Gara sendirian di sana.
...**...
Hari berlalu begitu cepat, saat ini Gara dan Joan tengah mengatur misi untuk bertemu paman Joko, yang pastinya mereka menggunakan nama lain agar bisa bertemu dengan paman Joko, karena kalau menggunakan nama mereka sendiri Gara yakin kalau paman Joko akan menghindar.
"Apakah semuanya sudah siap?" tanya Gara kepada Joan saat mereka berada dalam perjalanan menuju sebuah cafe.
"Sudah tuan, semuanya sudah siap." jawab Joan.
"Apakah mereka semua sudah ada di posisinya?" tanya Gara lagi memastikan kalau semuanya sudah tepat dan berada di tempat yang sudah Gara rencanakan.
"Sudah tuan, para pihak berwajib juga sudah ada di sana, dan saya juga sudah mengirimkan bukti bukti perbuatan jahat mereka." balasan Joan.
Gara tersenyum lega, karena sebentar lagi masalah akan segera selesai dan dia bisa hidup bahagia bersama istri dan anaknya, Gara sudah tidak sabar ingin bertemu Aileen dan memeluknya penuh cinta.
"Gara." teriak seseorang memanggil Gara membuat Gara dan Joan menghentikan langkahnya.
Bruk.
Orang itu langsung memeluk Gara dengan erat, Gara yang kaget masih belum sadar dengan apa yang sudah orang itu lakukan.
"Kamu kenapa ninggalin aku di sana sendiri, aku kangen tahu sama kamu." ucap orang itu yang tak lain adalah Agnes.
Agnes tadi langsung memeluk Gara, dan tanpa Gara tahu Agnes sudah merencanakan sesuatu untuk dirinya. Dari arah pojok cafe, ada seseorang yang sudah Agnes perintahkan untuk memotret dirinya dan Gara dengan angel yang sangat cantik sehingga terlihat seperti mereka tengah berpelukan saling melepas rindu.
__ADS_1
Bruk.
"Apa apaan kamu main peluk peluk aku, ingatnya saya membebaskanmu kemaren bukan karena kasian, tapi aku hanya membiarkanmu bernafas bebas sebentar sebelum nanti aku akan menghancurkanmu." marah Gara mendorong tubuh Agnes hingga Agnes terjungkal ke lantai.
"Gar kamu kok tega sih sama kamu, kamu dulu gak pernah kasar sama aku, tapi kenapa sekarang kamu berbeda. Ini semua pasti gara gara wanita kampung itu, sadar gar dia itu gak baik buat kamu, dia hanya menginginkan harta kamu saja gar." ucap Agnes mendramatisir seolah olah dialah wanita yang paling sempurna di muka bumi ini.
"Bukannya itu kebalik, bukankah dirimu dan keluargamu itu yang menginginkan hartaku." balas Gara membalikkan perkataan Agnes.
"Aku peringatkan sekali lagi, jangan pernah mengusik istriku lagi, kalau sampai aku tahu kau berani mengusiknya, jangan harap hidupmu akan baik baik saja dengan scandal yang sudah kau lakukan di mana mana termasuk bersama papamu." Gara memberikan peringatan dan ancaman kepada Agnes.
Gara mengetahui semuanya tentang kehidupan Agnes selama ini, karena Gara akan selalu mantau orang orang yang mengusik hidupnya.
"A-apa maksud kamu Gar?" gagap Agnes.
Agnes kaget karena ternyata semua kelakuannya di ketahui oleh Gara, padahal Agnes sudah hati hati dengan tindakannya tapi kenapa Gara dengan mudah mengetahui semuanya.
"Kamu tahu apa yang aku ucapkan." setelah mengatakan itu Gara langsung pergi masuk ke dalam cafe meninggalkan Agnes yang masih belum bangun dari lantai.
"Dasar ular betina gila." maki Joan sebelum mengikuti Gara kepada Agnes.
Agnes mengepalkan tangannya kuat mendapatkan perlakuan yang seperti itu dari Gara, dia semakin bertekad untuk menghancurkan rumah tangga Gara dengan Aileen.
"Lihat saja kalau sampai rencana ini gagal lagi, gak ada cara lain selain membunuh Aileen." ucap Agnes dengan tatapan tajam dan permusuhan.
Agnes langsung beranjak pergi dari sana sebelum ada banyak orang lagi yang melihatnya duduk di atas lantai. Agnes akan mulai beraksi dengan foto foto yang dia ambil tadi, dan yang pastinya Agnes juga sudah mendapatkan surat cerai untuk Aileen dan Gara.
Mudah bagi Agnes untuk mendapatkan surat cerai itu, dengan menggakang di kamar petinggi, semuanya akan berjalan mulus.
__ADS_1
Agnes berencana mengirimkan foto foto yang tadi sekaligus dengan surat cerai atas nama Gara dan Aileen, agar nanti Aileen semakin mantap untuk menandatangani surat itu.
...***...