Kekasihku CEO Gila

Kekasihku CEO Gila
KCG#87


__ADS_3

Entah bagaimana bisa caranya hingga Agnes bisa lagi sampai di depan rumah Aileen. Gara sebelum pergi melupakan keamanan Aileen, Gara tidak menyuruh beberapa anak buahnya untuk menjaga Aileen, padahal keamanan Aileen juga tidak aman.


"Hai." sapa Agnes kepada Aileen yang tengah melamun di depan rumahnya.


"Ka-kamu." gagap Aileen yang melihat keberadaan Agnes di sana.


"Kenapa, kamu kaget." balas Agnes dengan nada yang sombong.


"Kemana suami kamu yang bucin itu?" tanya Agnes yang memang belum mengetahui berita tentang perusahaan Gara karena dia tidak punya apa apa untuk melihat berita itu.


"Bukankah ingin sekali mau kamu, Gara pergi kembali ke kota, kenapa kamu masih di sini, apakah Gara meninggalkanmu?" balas Aileen yang sekarang sudah bukan Aileen yang kemarin.


Aileen akan kuat menerima segala cobaan yang akan dia hadapi, ini semua demi anak yang ada di kandungannya, dia harus kuat.


"S1alan, ternyata sekarang Gara sudah di kota, kenapa aku tidak tahu informasinya sih." batin Agnes yang baru mengetahui kalau Gara saat ini sudah kembali ke kota.


"Tidaklah, mana ada dia meninggalkan aku sendiri di sini sama calon anak kita, dia hanya membiarkan aku sendiri di sini biar aku bisa refreshing karena udara pedesaan sangat baik untuk ibu hamil." bohong Agnes.


"Kamu tahu gak kalau Gara itu cinta banget sama aku, dia bahkan rela melakukan apapun demi aku hingga akhirnya dia kecelakaan di sini dan berakhir kejebak pernikahan sialan itu sama kamu." Agnes mulai mengompori Aileen.


Agnes bertekad kalau dia tidak bisa mendapatkan Gara, maka dia juga akan membuat Gara tidak bisa mendapatkan wanita yang dia cintai dengan cara membuat Aileen membenci Gara.


"Padahal Gara waktu itu mau menikahi aku, tapi karena kamu dia malah meninggalkan ku dan calon anak kita."


"Kamu kok jahat banget sih udah pisahkan anak dan ayahnya, kamu jahat tau gak." Agnes mulai menyalahkan Aileen.


"Maaf aku tidak tahu dan itu juga bukan keinginanku, kalau kamu mau ambil Gara silahkan aku tidak akan menahannya." balas Aileen mempersilahkan Agnes kalau ingin mengambil Gara darinya.


"Oke aku pegang omongan kamu, nanti aku mau kembali ke kota dan akan melakukan acara pernikahan kita, aku harap kamu tidak akan lagi mengganggu kehidupan aku sama Gara, soal surat cerai nanti akan aku kirimkan ke sini."


Deg.

__ADS_1


Surat cerai, itu bukan keinginan Aileen, Aileen tidak menginginkan berpisah dengan Gara. Tapi apakah dia tega memisahkan seorang anak dan ayahnya padahal dulu saling mencintai.


Tidak Aileen tidak mau menjadi orang yang jahat yang memisahkan orang tua dan anak, tapi bagaimana dengan dirinya Dan calon anaknya, pikir Aileen bingung.


"Ya sudah aku pergi dulu, nanti surat cerainya akan aku kirimkan ke sini." pamit Agnes dan tanpa menunggu jawaban dari Aileen Agnes langsung pergi dari sana.


Padahal tadi niatnya Agnes ingin menghancurkan pernikahan Gara sama Aileen saat ini juga, tapi mendengar kalau Gara sudah kembali ke kota membuat dia mengurungkan niatnya dan akan beraksi di kota saja agar pergerakannya lebih leluasa.


Sedangkan Aileen setelah kepergian Agnes tadi langsung masuk ke dalam kamarnya, dia mengunci kamarnya dan menangis di sana.


Meskipun dia bilang akan kuat dan tidak menangis lagi tapi dirinya juga tidak bisa membohongi perasaannya kalau saat ini hatinya sakit, apalagi saat mendengar surat cerai tadi, hatinya sangat sakit tapi dia bisa apa.


Dia adalah perusak hubungan orang dan sudah memisahkan anak dari orang tuanya, Aileen jahat, pikir Aileen.


"Hiks hiks kamu jahat Gar, gak cukup kah kamu sudah membohongi ku dengan siapa dirimu, dan sekarang kamu juga berbohong dengan kata cinta yang kamu ucapkan, aku benci sama kamu, aku benci kamu Gar, hiks hiks." racau Aileen.


Aileen menangis lagi untuk kedua kalinya karena Gara, setelah puas dia langsung pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya agar nanti Arumi yang pulang dari menjemput Aileen tidak mengetahuinya.


Aileen menyibukkan dirinya untuk masakan makan siang, dia akan kembali menata kehidupannya yang baru dengan calon anaknya kelak.


Jika Gara tidak ingin mengakui anak mereka juga tidak apa apa, tapi kalau suatu saat Gara ingin bertemu dengan anaknya Aileen juga tidak akan melarangnya.


...**...


Gara sudah berhasil merentas data keamanan perusahaan paman Joko, saat ini Gara juga sudah mengambil data data penting yang ada di perusahaan.


Gara di buat kaget, karena di sana bukan paman Joko nama pemilik perusahaan itu, tapi Aisha Aileen Nathania, itu adalah nama istrinya, apa yang sebenarnya sudah terjadi, pikir Gara semakin bingung.


"Apakah ada yang selama ini paman sembunyikan dari Aileen?" gumam Gara.


"Kalau memang perusahaan itu adalah milik Aileen, berarti paman Joko tidak ada hak untuk perusahaan itu." lanjut Gara.

__ADS_1


Gara tersenyum karena sepertinya dia sudah menemukan algojo untuk menghancurkan paman Joko. Gara akan membuat paman Joko mendekam bahkan sampai membusuk di penjara nanti, Gara tidak akan membiarkan paman Joko hidup enak setelah apa yang dia lakukan di perusahaannya.


"Akan ku buat kau membayar mahal dari apa yang sudah kau lakukan untukku, perusahaanku dan juga istriku." ucap Gara dengan senyuman yang mengerikan yang jarang sekali dia perlihatkan kepada siapapun.


Tok tok tok.


Pintu ruangan Gara di ketuk dan Gara pun langsung memerintahkan orang itu untuk masuk.


"Ada apa?" tanya Gara saat tahu Joanlah yang mengetuk pintu ruangannya dengan raut wajah yang tak bisa di jelaskan.


"Agnes berhasil melarikan diri dari rumah sakit, semua anak buah kita sudah mencarinya tapi tidak juga dapat menemukan kebenarannya." ucap Joan memberitahu berita kaburnya Agnes.


Bibir sebelah Gara terangkat hingga menampilkan senyuman yang sangat mengerikan, "Biarlah dia beraksi semuanya, kita lihat saja apa yang akan dia lakukan, dan terus pantau pergerakannya aku tidak mau kecolongan lagi seperti di sana." perintah Gara.


"Baik tuan." balas Joan.


"Dan untuk semua karyawan, bilang kepada mereka semua agar tenang karena di perusahaan ini tidak akan ada yang namanya PHK jadi mereka tidak perlu khawatir." lanjut Gara.


"Apakah tuan sudah berhasil melakukannya?" tanya Joan penasaran.


"Seperti apa yang kau lihat di wajahku." balas Gara dengan senyuman yang sangat terang benderang seperti rembulan saat sedang dalam fase bulan purnama.


"Dan ada satu fakta lagi yang lebih mengejutkan." lanjut Gara membuat Joan penasaran.


"Apa itu tuan?" tanya Joan penasaran.


"Kamu akan tahu nanti." balas Gara tak memberitahu apa yang sudah dia dapatkan dari data perusahaan paman Joko.


"Ah tuan mah gitu sama saya." Joan bertingkah seperti anak kecil.


...***...

__ADS_1


__ADS_2