Kekasihku CEO Gila

Kekasihku CEO Gila
KCG#48


__ADS_3

Di dalam kamar Aileen, dia dan Gara sudah mulai tiduran di atas ranjang. Saat ini posisi mereka berdua tengah saling berhadapan satu sama lain.


"Apakah ada yang ingin kamu katakan?" tanya Gara menatap Aileen lembut.


Aileen bingung harus bagaimana dia mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya.


"Katakanlah, jangan malu." lanjut Gara yang mengetahui kalau Aileen saat ini tengah malu ingin mengatakan sesuatu.


"Eemm... itu soal hak kamu." akhirnya Aileen pun mengatakan apa yang ada di dalam isi hatinya.


Tadi saat berkerja dan ada waktu luang, Aileen melakukan telfonan bersama Arumi.


Aileen menceritakan semuanya tentang pernikahannya karena Aileen percaya kepada Arumi, dan begitu pula dengan Arumi yang juga menceritakan kehidupannya saat berada di luar kota.


Dan Arumi menyarankan agar Aileen segera memberikan hak Gara, karena itu adalah kewajiban dia yang seharusnya memberikan hak Gara.

__ADS_1


Terlebih lagi takutnya nanti Gara sama dengan laki laki di luaran sana yang suka jajan di luar, apalagi kalau mengingat mantan suami Arumi yang menceraikan Arumi karena Arumi tidak bisa memberikan keturunan.


Jadi takutnya nanti kalau Aileen tidak memberikan hak kepada Gara, dan sudah pasti Gara juga menginginkan keturunan, jadi lebih baik dia segera memberikan hak Gara agar mereka bisa memiliki keturunan dan bisa mengikat di antara mereka berdua.


Dan Aileen juga sudah merasa mulai nyaman dengan keberadaan Gara, dan hatinya juga sudah mantap dengan Gara, jadi dia akan memberikan hak Gara, kalau bisa malam ini akan dia berikan kepada Gara.


Oke, kita kembali ke mereka lagi.


"Dengerin aku, aku gak bakal paksa kamu buat kasih hak kamu kepadaku." ucap Gara menatap Aileen dalam.


"Tapi aku yakin kok, malam ini aku mau kasih hak kamu." balas Aileen yang sudah yakin.


"Aku yakin kok, aku juga udah ikhlas." balas Aileen lagi.


"Aku tahu kamu melakukan hal itu karena aku terpaksa." balas Gara lagi.

__ADS_1


Tangan Gara terulur membelai pipi Aileen yang terasa sangat lembut. Diawali dari pipi dan perlahan mulai turun sampai ke bibir pink Aileen.


"Tapi kalau ini aku tidak bisa menahannya." Gara menatap dengan penuh nikmat kepada bibir Aileen.


"Apakah aku boleh mencicipinya lagi seperti malam itu?" lanjut Gara.


Perlahan kepala Aileen mengangguk, dan Gara yang melihat hal itupun tersenyum senang. Bibir Gara semakin mendekat, dan....


"Eemmhh...."


Ciuman yang sangat lembut pun akhirnya terjadi kembali, Gara dengan lembut melum** bibir Aileen dan Aileen pun membalasnya meskipun dia belum terlalu pro.


Pertama Gara memang mencium Aileen dengan lembut dan penuh dengan rasa cinta, tapi lama kelamaan nafsu birahi Gara mulai naik, dan dia pun mulai ******* bibir Aileen dengan penuh nafsu sampai Aileen kualahan mengimbangi ciuman Gara.


Gara akhirnya melepaskan ciumannya saat merasa Aileen sudah mulai kehabisan nafasnya, raut wajah Gara sudah tidak seperti awal ciuman tadi, sekarang yang ada di wajah Gara hanya warna kemerahan yang seperti tengah menahan sesuatu.

__ADS_1


"Maaf aku mengingkari ucapanku, aku tak bisa menahannya lagi, bolehkah aku memintanya sekarang?" ucap Gara menatap Aileen dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.


...***...


__ADS_2