Kekasihku CEO Gila

Kekasihku CEO Gila
KCG#54


__ADS_3

"Bagiamana keadaannya dok?" tanya Joan kepada dokter setelah memeriksa keadaan wanita yang dia tolong tadi.


"Ada benturan keras yang mengenai punggungnya sehingga membuat dia merasakan pusing yang sangat hebat. Mungkin besok tuan harus membawanya ke rumah sakit langsung untuk melihat bagian tubuh dalamnya, takutnya nanti ada luka yang serius. Untuk sekarang saya hanya akan memberikan obat ini tuan, tolong nanti di konsumsi setelah pasien sadar." jelas dokter kepada Joan.


"Baik dok terimakasih, mari saya antar."


Joan pun mengantar dokter itu keluar dari apartemennya dan setelah itu dia kembali lagi masuk untuk melihat keadaan wanita yang dia tolong tadi.


"Siapa namamu, kenapa aku sampai memutuskan untuk membawamu pulang ke apartemenku." gumam Joan menatap wanita yang saat ini tengah terbaring di atas ranjang miliknya.


"Euggh...." lengkuh wanita itu, sepertinya dia baru sadar dari pingsannya.


"Aku dimana?" tanya wanita itu yang matanya sudah terbuka lebar.


"Kamu sudah sadar," ucap Joan kepada wanita itu.


"Kamu... ini dimana?" tanya wanita itu melihat sekeliling seluruh tempat yang saat ini dia tinggali.


"Ini di apartemen ku, tadi aku yang menolong kamu." jelas Joan.

__ADS_1


Wanita itu pun diam, dia mencoba mengingat kejadian apa yang terjadi tadi, dan saat dia sudah mengingat semuanya diapun beranjak untuk bangun.


"Aisshh." ringis wanita itu saat dia mencoba untuk bangun tapi dia merasakan sakit yang begitu hebat di punggungnya.


"Kamu tidak papa, mana yang sakit?" tanya Joan khawatir.


"Tidak, hanya terasa nyeri saja, mungkin efek dari pukulan tadi." balas wanita itu yang saat ini sudah duduk sempurna di atas ranjang.


"Terimakasih karena kamu sudah menolong aku, maaf sudah merepotkan kamu." ucap wanita itu kepada Joan.


"Sudahlah, lagian sesama manusia kita harus saling menolong kan?" balas Joan.


Wanita itu menggelengkan kepalanya, karena seingat dia, dia makan waktu di jam makan siang tadi, dan sekarang sudah malam hari.


"Ya sudah kamu tunggu di sini sebentar, aku belikan makanan dulu." tanpa menunggu jawaban dari wanita itu, Joan langsung pergi begitu saja keluar dari kamarnya.


"Pasti wanita yang mendapatkan kamu sangat beruntung, karena kamu sangat baik dan perhatian." gumam wanita itu menatap kepergian Joan.


...**...

__ADS_1


Aileen, Gara dan juga Fatin sudah berada di pasar malam. Saat ini mereka tengah menikmati makanan yang mereka beli di kios kios yang ada di pasar malam, sebelum nanti mereka akan pergi naik bianglala seperti apa yang Fatin inginkan.


"Ayah Fatin mau itu." ucap Fatin menunjuk sate kelinci yang Gara makan.


"Aaa...." Gara menyuapi Fatin dengan sate kelinci yang dia makan.


Aileen yang melihat itu tersenyum, hatinya menghangat melihat kedekatan Gara dan Fatin. Dia sangat bersyukur karena sekarang kehidupan mereka tercukupi setelah kehadiran Gara, apalagi sekarang papa Fatin yang tak lain adalah Joan juga sudah mengetahui keberadaan Fatin, membuat Fatin bisa merasakan kasih sayang seorang papa.


"Kamu mau?" tanya Gara yang melihat Aileen tengah menatap dirinya yang tengah menyuapi Fatin sate.


"Hah, enggak." cengoh Aileen yang tersadar dari lamunannya.


"Pasti Buna mau tuh yah, tapi buna malu bilang sama ayah." kompor Fatin.


"Wah benarkah itu?" goda Gara.


"Udah deh, kalian berdua gak usah mulai godain Buna lagi ya." jengah Aileen yang mengetahui kalau kedua orang beda jenis itu akan memulai menjahili dirinya.


"Hahaha...." Gara dan Fatin pun tertawa karena Aileen saat ini tengah cemberut di tempatnya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2