
Kening mereka saling menempel satu sama lain, mereka berdua sama sama mengatur nafas mereka yang hampir habis akibat ciu*** tadi.
Aileen memejamkan matanya dan menundukkan pandangannya tidak mau menatap Gara karena dia merasa malu.
"Hei lihat aku." ucap Gara menarik dagu Aileen.
Gara sudah menjauhkan kepalanya dari Aileen, sekarang mereka hanya duduk berhadapan satu sama lain.
"Gak usah malu, kita sudah sah jadi tidak ada salahnya kita melakukan hal itu." ucap Gara agar Aileen tidak malu.
"Tapi tetap saja aku malu sama kamu." balas Aileen menundukkan kepalanya lagi.
"Malu kenapa hmm?" tanya Gara dengan tangan yang menarik dagu Aileen lagi sehingga sekarang mereka tengah saling menatap satu sama lain.
"Aku gak bisa ciu***." jawab jujur Aileen.
Gara terkekeh mendengar itu, dia malah senang itu artinya dialah yang akan mengajari Aileen ciuman nanti.
"Apakah ini yang pertama buat kamu?" tanya Gara dan di balas anggukan oleh Aileen.
Gara tersenyum mendapatkan jawaban itu, dia senang karena ternyata dirinyalah orang pertama yang mengambil ciuman Aileen.
"Terimakasih, terimakasih karena sudah menjaganya untukku." ucap Gara menatap mata Aileen dalam.
"Kalau kamu, apakah kamu sudah sering melakukan itu?" tanya Aileen penasaran.
"Sama, aku sama seperti kamu yang baru pertama kali melakukan ciu***." jawab jujur Gara.
"Tapi kenapa tadi kamu sangat pandai sekali, tidak mungkin kalau tadi itu yang pertama buat kamu?" tak percaya Aileen.
"Hanya mengikuti insting saja, jadi tadi ciu*** aku itu kamu menyukainya?" tanya Gara menggoda Aileen lagi.
"Eehh," Aileen menundukkan kepalanya lagi karena malu.
"Gak usah malu, aku jadi malah suka kalau kamu menyukainya." ucap Gara senang.
Gara merasa senang, karena ciu*** pertama yang baru dia lakukan ternyata dapat di sukai oleh wanitanya, Gara jadi semakin pede untuk sering sering menciu* Aileen.
"Mau lanjut apa mau tidur aja?" tanya Gara sambil menaik turunkan alisnya menggoda Aileen.
"Tidur." jawab spontan Aileen membuat Gara terkekeh.
"Gemes banget sih sama kamu." gemesnya Gara mencubit hidung Aileen.
__ADS_1
Aileen mengerucutkan bibirnya karena mendapatkan cubitan dari Gara.
Cup.
"Gak usah di gituin bibirnya, mau goda aku hmm?" ucap Gara setelah mencuri ciu*** dari Aileen lagi.
"Gara... kamu kenapa suka banget sih ambil ciu*** aku." kesal Aileen sambil memukuli Gara dengan bantal guling.
"Hahaha... habisnya kamu bikin candu." tawa Gara menghindari pukulan dari Aileen.
"Udah udah, udah ya capek aku." ucap Gara agar Aileen berhenti memukul tubuhnya.
Akhirnya Aileen pun menghentikan pukulannya, dia lupa, tadikan dia niatnya mau meminta izin sama Gara buat beli sesuatu. Ah, ini pasti gara gara ciuman tadi sampai sampai Aileen lupa dengan tujuan awalnya.
"Kenapa?" tanya Gara yang tahu kalau Aileen tengah memikirkan sesuatu.
"Aku tadi niatnya padahal mau minta izin beli sesuatu pakai uang ini loh, kan jadi lupa gara gara kamu cium aku." jawab Aileen.
"Hahaha... habisnya bibir kamu tuh candu banget, emang kamu mau beli apartemen hmm?" tanya Gara.
"Eemm... kamu gak marah kan kalau aku beli barang yang mahal?" tanya Aileen takut nanti kalau dia menyebutkan barang yang ingin dia beli Gara akan marah karena harganya yang mahal.
"Ngapain aku marah, toh itu jugalah uang kamu." balas Gara.
"Jangankan handphone, kamu mau beli mobil aja boleh kok." balas Gara tapi itu hanya dalam hatinya saja, mana mungkin Gara berani bicara langsung seperti itu pada Aileen, nanti yang ada di malah akan mendapatkan ceramah satu malam full.
"Gimana boleh gak, pasti gak boleh ya?" tanya Aileen lagi karena Gara hanya diam tak menjawab pertanyaannya.
Perlahan tangan Gara mengambil tangan Aileen dan menggenggamnya.
"Kamu kalau mau beli handphone aku anterin ya, besik kita pergi keluar tempatnya langsung biar dapat yang ori bukan yang KW." ucap Gara.
"Serius boleh?"
"Iya dong, kan aku sudah bilang sama kamu terserah uang itu mau kamu buat apa, asal gak buat urus surat cerai aja, aku tidak akan mengizinkan." balas Gara kesal di bagian akhirnya.
"Yeee... kalau itu mah aku juga gak mau, karena aku mau menikah hanya sekali seumur hidup. Jadi meskipun sekarang aku belum mencintai kamu, tapi aku akan terus berusaha membuka hatiku agar aku bisa mencintai kamu." balas Aileen.
Cup.
"Terimakasih sayang, aku akan semakin semangat membuat kami merasakan betapa indahnya jatuh cinta." balas Gara setelah memberikan kecupan di tangan Aileen.
Deg.
__ADS_1
Kali ini beda, degup jantung Aileen berpacu sangat cepat lebih dari yang tadi, bahkan mungkin saja Gara bisa mendengarkan suara detak jantungnya.
"Pasti jantung kamu sekarang lagi berdetak kencang ya?" tanya Gara.
Tuh kan benar, pasti Gara bisa merasakan degup jantung Aileen yang sangat kencang.
"Itu normal sayang, kamu harus terbiasa dengan itu, karena nanti seiring berjalannya perasaan kamu buat aku, detak jantung kamu akan semakin cepat dan semakin cepat. Jadi kamu harap tidak kaget ya." lanjut Gara.
"Udah yuk kita tidur, besok kamu izin dulu gak masuk kerja, aku antar kamu pergi ke bank dan ke konter handphone." ajak Gara membaringkan tubuhnya kembali di atas ranjang.
"Terus ini taruh di mana?" tanya Aileen bingung harus meletakkan uang sebanyak itu di mana.
Tidak mungkin kan kalau akan dia biarkan begitu saja di atas meja, nanti yang ada malah jadi santapan tuyul tuyul kelaparan lagi.
"Taruh di lemari aja, toh besok juga kita ambil kan." suruh Gara.
Benar juga, Aileen pun akhirnya bangkit dari ranjang dan berjalan menuju lemari untuk meletakkan uangnya yang se-tas.
"Sini tidur." ajak Gara agar Aileen tidur di sampingnya.
Aileen pun mendekat dan merebahkan tubuhnya di samping Gara.
"Aku peluk kamu boleh kan?" tanya Gara meminta izin.
Aileen diam, dia memikirkan apakah iya dia harus mengizinkan Gara untuk memeluk tubuhnya atau tidak.
"Kalau gak boleh gak papa kok, masih ada guling yang bisa aku peluk." ucap Gara mengambil guling yang ada di hadapannya dan memeluknya dengan erat.
Entah kenapa Aileen melihat guling itu yang di peluk Gara merasa tak rela, dia kesal melihat hal itu.
"Selamat malam, aku tidur dulu." ucap Gara dan langsung memejamkan matanya untuk tidur.
"Iih gak peka banget sih." kesal Aileen dan membalikkan tubuhnya memunggungi Gara.
Grep.
"Gak usah cemburu, aku cuma manas manasin kamu aja." bisik Gara dari belakang Aileen.
Hati Aileen berbunga dan bibirnya tersenyum, tapi dia juga merasakan malu sekaligus karena dia kira tadi Gara sudah tidur, makanya dia berani ngomong seperti itu.
...***...
Hujan hujan gini, emang enaknya tidur sambil di peluk ðŸ¤
__ADS_1