Kekasihku CEO Gila

Kekasihku CEO Gila
KCG#22


__ADS_3

Perlahan tapi pasti, mata Aileen mulai terpejam. Aileen merasa nyaman melihat punggung tegap Gara yang ada di hadapannya, dalam hati dia ada keinginan memeluk tubuh itu dari belakang, tapi itu semua hanya angan-angan Aileen saja, karena dia tidak melakukannya.


Mendengar nafas yang teratur di belakangnya, Gara pun membalikkan tubuhnya untuk melihat apakah Aileen sudah tidur apa belum, dan ternyata benar Aileen sudah tidur dengan wajah yang sangat cantik.


"MasyaAllah cantiknya istri hamba." puji Gara saat melihat wajah cantik Aileen yang telah tidur.


"Aku janji tidak akan menyia-nyiakan pernikahan ini, aku juga akan membuat kamu merasakan apa itu yang namanya cinta." ucap Gara.


Tangan Gara yang gatal pun bergerak untuk menyentuh wajah Aileen.


"Selamat tidur cantiknya aku, semoga nanti kita bertemu dia alam mimpi dengan kamu yang menjadi pasangan aku ya." ucap Gara.


Cup.


Entah keberanian dari mana, Gara sampai mendaratkan kecupan di kening Aileen.


Setelah itu Gara pun merasakan ketenangan, dia menyusul Aileen pergi ke alam mimpinya berharap nanti dia bisa bertemu Aileen di sana.


...**...


Dor Dor Dor.


"Buna, ayah ayo bangun, ini udah siang Fatin harus pergi sekolah." teriak Fatin sambil terus mengedor gedor pintu kamar Aileen.


"Emmhh... apa sih berisik banget, ganggu orang tidur aja." gumam Aileen yang semakin mengeratkan pelukannya.


Gara yang sama merasa terganggu dengan teriakkan Fatin pun membuka matanya dan pandangan yang pertama kali dia lihat adalah wajah Aileen yang berada dalam pelukannya tepatnya di depan dada bidangnya.


Bahkan Gara bisa merasakan hembusan nafas Aileen yang teratur.


Gara tersenyum, dia membelai rambut Aileen yang menghalangi wajah cantik Aileen.


"Kamu cantik banget sih, kenapa aku baru datang ke tempat ini, kenapa tidak dari dulu saja aku bertemu denganmu." gumam Gara yang menyesal karena baru di pertemukan dengan Aileen.


Mungkin kalau tahu di desa yang jauh dari kota seperti ini ada wanita baik nan cantik seperti Aileen, mungkin dari dulu Gara akan cepat cepat datang ke desa ini dan menikahi Aileen.


Dor Dor dor.


"Buna, ayah ayo bangun,ini sudah siang." teriak Fatin lagi membuyarkan lamunan Gara.


"Astaghfirullah, ternyata ini sudah siang." tersadar Gara saat melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi


Gara pun dengan hati hati melepaskan pelukan Aileen di tubuhnya dan menggantikannya dengan guling agar Aileen tidak terganggu.

__ADS_1


Gara juga takut kalau sampai Aileen bangun nanti dan melihat kalau dirinya tengah memeluk Gara bisa bisa nanti Aileen akan malu, Gara tak mau hal itu terjadi, jadi dia harus cepat cepat pergi dari kamar.


Gara bangkit dan langsung berjalan untuk membukakan pintu kamar buat Fatin.


Ceklek.


"Kenapa sayangnya ayah?" tanya Gara berjongkok di depan Fatin.


"Ini udah siang ayah, Fatin harus sekolah, Buna juga harus kerja, kenapa kalian tidak bangun bangun." cerocos Fatin membuat Gara gemas.


"Ini ayah sudah bangun, kamu kok sudah wangi, pasti kamu sudah mandi ya." tebak Gara.


"Iya dong, Fatin sudah mandi tinggal pakai seragam saja tapi Fatin tidak bisa mengambil seragamnya karena berada di lemari atas." balas Fatin.


"Ya udah ayo sini ayah ambilkan," balas Gara mengajak Fatin pergi ke kamarnya.


"Tapi Buna...."


"Sudah biarkan, Buna mungkin capek jadi biarkan Buna tidur dulu, lagian nanti Buna kan pergi kerjanya jam depan." potong Gara dan di setujui oleh Fatin.


Gara pergi ke kamar Fatin dan mengambilkan seragam yang harus Fatin pakai hari ini, setelah itu dia juga membantu Fatin memakai seragamnya, tak sampai di sana saja, Gara juga mengikat kepang rambut Fatin yang membuat Fatin terlihat semakin cantik.


"Wah ayah jago kepang rambutnya." puji Fatin yang melihat hasil karya Gara.


"Suka yah suka." balas Fatin.


"Ya sudah kamu siapin tas kamu dulu ya, ayah mau ke dapur dulu,"


"Oke ayah siap." balas Fatin.


Gara tersenyum dan setelah itu dia langsung melangkahkan kakinya menuju dapur.


Beruntungnya masakan semalam masih ada sisa jadi Gara tinggal memanaskannya saja dan setelah itu dia meletakkannya di atas meja makan.


Selesai memanaskan makanan, Gara pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, dan setelah itu dia pergi ke dalam kamar Aileen lagi untuk memakai baju.


"Keknya aman, Aileen juga masih tidur." ucap Gara saat akan memakai pakaiannya di dalam kamar Aileen.


Gara melirik Aileen yang masih tidur, dan dia melepaskan handuknya begitu saja di dalam kamar Aileen.


Aileen yang merasa tidurnya terganggu karena silaunya cahaya matahari pun perlahan membuka matanya dengan pemandangan yang dia lihat pertama kali adalah Gara yang berdiri menghadap samping dengan keadaan tidak memakai apa apa di atas tubuhnya.


spontan Aileen akan berteriak, tapi dia langsung menutup mulutnya karena takut nanti ketahuan Gara.

__ADS_1


Aileen pun memejamkan matanya kembali pura pura tidur, tapi sesekali dia juga memicingkan matanya untuk melihat ke arah Gara karena penasaran.


"Ayo Aileen sadar, hentikan ini semua." batin Aileen tapi tetap saja dia melanjutkan kegiatannya menatap Gara yang saat ini tengah memakai celananya.


Glek.


"Gilak." batin Aileen lagi dan dia langsung memejamkan matanya saat dia melihat Gara menoleh ke arahnya.


"Kok aku merasa kayak ada yang memperhatikanku ya?" gumam Gara karena dia merasa seperti ada yang tengah mengawasi dirinya.


"Ah mungkin hanya perasaanku saja." lanjut Gara setelah memastikan sekeliling kamar tidak ada orang sama sekali.


Gara pun melanjutkan memakaikan pakaiannya hingga selesai, dan setelah selesai dia berjalan menghampiri Aileen yang membuat jantung Aileen semakin tidak bisa di kondisikan.


"Aduh, ini Gara mau ngapain?" batin Aileen takut.


"Kamu kebo banget sih kalau tidur Ai, mana cantik banget lagi, kan aku jadi pengen gigit pipi kamu." ucap Gara menatap Aileen.


Deg deg deg.


Jantung Aileen rasanya ingin copot dari tempatnya, apalagi saat wajah Gara semakin dekat dengan dirinya.


Cup.


"Selamat pagi Ai, nanti jangan lupa bangun ya kamu katanya mau kerja hari ini, aku tunggu kamu di luar, takutnya nanti kalau aku bangunkan kamu, kamu jadi malu lagi." ucap Gara setelah memberikan kecupan di kening Aileen.


Sepertinya mengecup kening Aileen akan menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan buat Gara saat Aileen tertidur seperti ini.


"Daa Ai, aku keluar dulu jangan lama lama tidurnya nanti pipi kamu semakin tembem." kekeh Gara dan langsung pergi dari kamar Aileen.


"Huh huh huh." Aileen membuka matanya dan langsung mengatur nafasnya setelah kepergian Gara.


"Kenapa Gara jadi seperti ini, apakah selama aku tidur dia juga melakukan hal seperti itu kepadaku?" gumam Aileen bertanya tanya.


Aileen memeriksa seluruh pakaiannya dan ternyata semuanya masih lengkap.


"Hufft... syukurlah." lega Aileen.


Saat dalam diam seperti ini, Aileen jadi mengingat kejadian tadi saat Gara tengah berganti pakaian.


"Tidak tidak Aileen, kamu tidak boleh memikirkan hal hal yang kotor." Aileen memukul kepalanya agar tidak lagi kepikiran hal yang tadi.


...***...

__ADS_1


__ADS_2