
Gara yang masih tidur sambil memeluk tubuh Aileen merasa terganggu dengan sinar matahari yang masuk melalui celah celah gorden jendela kamar Aileen.
Perlahan mata Gara terbuka, pemandangan yang pertama kali Gara lihat adalah wajah cantik Aileen yang masih tertidur dalam pelukannya dengan sangat nyenyak, mungkin karena terlalu nyaman berada dalam pelukan Gara.
"Kamu cantik banget sih ai." ucap Gara tangannya membelai rambut Aileen yang menghalangi wajah cantik Aileen.
Aileen yang merasa ada yang mengusik tidurnya pun perlahan matanya terbuka, dan pemandangan yang pertama kali dia lihat adalah wajah tampan Gara yang tengah menatapnya dengan pandangan yang sangat lembut penuh cinta.
"Good morning ai sayang." sapa Gara menatap Aileen.
"Morning too." balas Aileen.
Aileen belum menggunakan panggilan sayang kepada Gara, karena dia juga masih butuh waktu, tidak mungkin kalau harus semuanya di mulai hari ini. Mungkin perlahan Aileen akan menjadi istri yang baik, yang bisa mencintai Gara dan membahagiakan Gara.
"Ini jam berapa?" tanya Aileen.
"Sepertinya sudah jam enam lebih." jawab Gara dengan tangan yang tak pernah lepas membelai pipi serta rambut Aileen.
"Astaga, kenapa kamu tidak membangunkan aku, bagiamana dengan Fatin, pasti dia sekarang lagi nyariin aku." panik Aileen bangkit dari posisi tidurnya.
__ADS_1
Glek.
Gara menelan ludahnya kasar saat melihat pemandangan yang ada di hadapannya.
Aileen tidak menyadari kalau dia dari semalam belum memakai pakaian, dan sekarang dia malah langsung duduk yang membuat selimut yang sedari tadi menutupi tubuhnya jadi merosot dan memperlihatkan kedua bola Aileen yang sangat menggoda buat Gara.
"Ayo Gar cepat bangun, kasian Fatin." ajak Aileen yang belum mengetahui tatapan Gara saat ini.
"Gar, ayo loh." Aileen menoleh ke arah Gara yang tengah menatapnya.
"Kamu kenapa?" tanya Aileen yang melihat tatapan Gara sangat aneh dan menyeramkan.
"Ini masih pagi Ai, jangan menggoda aku, nanti aku jadi gak berangkat kerja." bisik Gara di telinga Aileen.
Mata Aileen melotot saat menyadari kalau saat ini dia masih belum memakai pakaian, dia baru sadar saat kulitnya terasa sangat nyata bersentuhan dengan kulit Gara, dan memang benar itu nyata karena dirinya belum memakai pakaiannya, sedangkan Gara hanya memakai celana boxer pendek.
"A-aku tidak bermaksud menggoda kamu, a-aku lupa kalau belum pakai baju." tangan Aileen berusaha untuk menarik selimut untuk menutupi tubuhnya karena dia malu sama Gara.
"Udah gak usah malu, aku semalam juga sudah melihat semuanya, bahkan aku juga sudah mencicipi semuanya." ucap Gara yang mengetahui kalau Aileen tengah malu kepadanya.
__ADS_1
Blush.
Pipi Aileen memerah mendengar ucapan Gara, dia bisa mengingat kejadian semalam. Dimana dia sudah menyerahkan mahkotanya kepada Gara, suaminya.
"Main lagi yok, kamu buat adik aku on." ajak Gara membuat Aileen melirik ke arah tubuh bagian bawah Gara yang tertutupi celana boxer, dan benar saja di sana sudah terlihat ada yang berdiri tegak.
Glek.
"Pantesan semalam sakit banget, ternyata sebesar itu." batin Aileen yang menjadi ngeri saat melihat punya Gara.
"Ah kelamaan kamu, aku udah gak kuat." Gara langsung mencium bibir Aileen.
Aileen yang kaget pun berusaha dengan sekuat tenaga untuk melepaskan ciuman Gara. Ini masih pagi dan Aileen juga harus menyiapkan keperluan Fatin buat sekolah.
"Gar udah, aku mau siapin keperluan Fatin dulu." ucap Aileen yang berhasil melepaskan ciuman Gara.
Setelah itu Aileen langsung bangkit dan melilitkan selimut ke tubuhnya, setelah itu dia mencari pakaian yang bisa dia gunakan untuk pagi ini.
"S1al, mana untuk on banget lagi." umpat Gara dalam hati sambil mengacak-acak rambutnya hingga berantakan.
__ADS_1
...***...